- Kemenperin meminta program gentengisasi Presiden fokus pada peningkatan kualitas produk sekaligus daya saing industri material bangunan.
- Program gentengisasi merupakan bagian dari Gerakan Indonesia ASRI bertujuan perbaikan kualitas hunian dan estetika lingkungan.
- BSPJIKMN siap menjadi mitra teknis melalui konsultasi dan teknologi untuk memastikan standardisasi produk genteng nasional.
Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengingatkan program gentengisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto tidak boleh hanya berorientasi pada peningkatan produksi genteng. Pemerintah menilai program tersebut harus sekaligus mendorong perbaikan kualitas produk agar industri material bangunan nasional makin kompetitif.
Program gentengisasi sendiri diperkenalkan Presiden sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Kebijakan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat sekaligus memperkuat estetika lingkungan permukiman.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai gerakan tersebut bisa menjadi momentum penting bagi sektor genteng dan keramik dalam negeri untuk naik kelas.
“Program gentengisasi ini menjadi momentum penting bagi industri genteng dan keramik nasional untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing, sekaligus memperkuat struktur industri material bangunan dalam negeri,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (25/2).
Karena itu, Kemenperin menekankan peningkatan produksi harus diikuti dengan penerapan standardisasi, pemanfaatan teknologi industri, serta penguatan struktur manufaktur domestik.
Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyebut penguatan sektor material bangunan harus ditopang oleh mutu produk yang konsisten.
"BSKJI mendorong agar program gentengisasi ini tidak hanya berfokus pada peningkatan volume produksi, tetapi juga pada pemenuhan standar mutu, efisiensi proses, dan aspek keberlanjutan," jelas Emmy.
"Standardisasi dan layanan jasa industri menjadi instrumen penting untuk memastikan produk genteng nasional memiliki kualitas yang terjamin dan mampu bersaing di pasar domestik maupun global," sambung Emmy.
Untuk mendukung implementasi kebijakan tersebut, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN) menyatakan siap berperan aktif melalui layanan konsultansi dan penguatan teknologi industri bagi pelaku usaha.
Baca Juga: Petani Terancam, Wacana Pembatasan Tar-Nikotin Dinilai Bisa Ganggu Serapan Hasil Panen
Kepala BBSPJIKMN Azhar Fitri mengatakan lembaganya akan menjadi mitra teknis yang menjembatani kebijakan nasional dengan pelaksanaan di lapangan.
"Melalui layanan konsultansi dan optimalisasi teknologi industri, BBSPJIKMN mendukung agar gerakan nasional gentengisasi dapat diimplementasikan secara teknis, terukur, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat daya saing industri nasional," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Gugurkan Klaim Santriwati 'Hamil Tanpa Hubungan Badan', Polisi Tangkap Kiai di Pekalongan
- Persija Sudah Temukan Pengganti Mauricio Souza, Target Juara Super League Musim Depan
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Harga Sawit Anjlok Usai Ekspor Satu Pintu, Petani Terdampak! Pemerintah Tegur 139 PKS
-
5 Trik Jitu Naikin Limit Aplikasi Buy Now PayLater ke 50 Juta
-
Harga Emas Hari Ini Naik, Antam Sentuh Rp2,88 Juta per Gram
-
Link Download PP 20 Tahun 2026 PDF, Aturan Pajak Baru yang Soroti Suap hingga UMKM
-
Rogoh Rp750 Juta, Mitratel Tebar 242 Hewan Kurban Premium
-
Konsumsi Daging Orang RI Ternyata Masih Rendah
-
Peruri Tebar Hewan Kurban ke 4 Daerah
-
Petani Diproyeksi Untung, Bulog Pastikan Harga Ekspor Beras ke Malaysia Lebih Mahal dari HET
-
Belajar dari Blackout Sumatra, Cuaca Kini Jadi Faktor Krusial Sistem Listrik
-
ESDM Kantongi 24 Ribu Hektare Lahan untuk Proyek PLTS