Suara.com - Edutech bisa membantu meningkatkan kompetensi belajar siswa karena siswa bisa lebih mudah memahami materi pelajaran yang diberikan guru.
Menurut Cofounder Orbit360 Ilham Akbar Habibie, hal ini terjadi karena materi pembelajaran yang ada di platform edutech biasanya dikemas dalam bentuk video yang menarik.
"Sehingga siswa menjadi lebih semangat belajar dan mudah memahami materi pelajaran. Untuk guru, platform yang disediakan edutech juga tentunya akan memudahkan guru dalam menyampaikan materi yang terasa sulit dilakukan jika dijelaskan secara langsung kepada siswa," kata Ilham dalam acara penganugerahan Piala Hasri Ainun Habibie 2022 hasil kerjasama Orbit 360 dengan Pijar Belajar di gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta.
Acara tersebut merupakan puncak dari rangkaian acara ORBIT ONLIMPIADE Piala Hasri Ainun Habibie 2022 yang sudah berlangsung sejak 17 - 31 Mei 2022. Acara penghargaan dibuka talkshow yang selain menghadirkan pembicara Ilham Akbar Habibie, juga hadir Dr.Munir Subagya selaku wakil sekjen PGRI.
Di awal pembukaan acara penganugerahan piala Hasri Ainun Habibie, disampaikan ORBIT ONLIMPIADE 2022 tidak bisa terlaksana tanpa adanya dukungan sponsor yang sangat besar. Salah satu sponsor yang selalu setia mendukung setiap kegiatan Orbit360 adalah Pijar Belajar. Pijar Belajar merupakan platform terkemuka di Indonesia kreasi PT Telkom yang telah digunakan oleh ratusan siswa yang ada di seluruh Indonesia.
Ilham Akbar Habibir melanjutkan, pihaknya berharap bahwa kedepannya sekolah-sekolah yang ada di Indonesia tetap mengkombinasikan sistem belajar online menggunakan platform edutech dan sekolah tatap muka langsung secara bersamaan. Karena pada dasarnya orang Indonesia memiliki budaya komunal atau suka berkelompok. Jadi, ada kalanya siswa bisa lebih mudah materi pelajaran jika ada guru dan teman-teman di sekolah.
Munir Subagya menyampaikan bahwa pada hakikatnya manusia merupakan makhluk sosial yang senang untuk berkomunikasi secara langsung.
Dari talkshow di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa edutech memang memiliki peran yang sangat besar untuk meningkatkan kompetensi belajar siswa dan meningkatkan angka kecerdasan siswa di seluruh Indonesia. Salah satu edutech yang menyediakan platform pembelajaran untuk seluruh siswa di Indonesia adalah Pijar Belajar.
Apa itu Pijar Belajar?
Baca Juga: Telkom Gelar Digiland 2022, Perkenalkan Wajah Baru yang Lebih Digital
Pijar Belajar adalah aplikasi yang dirancang untuk siswa agar mendapatkan suplemen pembelajaran di sekolah yang dapat diakses kapan saja dan dimana saja tanpa terhalang ruang dan waktu. Aplikasi Pijar Belajar dilengkapi beragam fitur unggulan yang dapat digunakan siswa dalam proses belajar lebih mudah dan lebih menarik.
Selain itu, menariknya lagi Pijar Belajar memiliki fitur latihan soal yang berbentuk seperti game di handphone. Jadi, pengguna akan mendapatkan banyak ilmu tanpa merasa terbebani sama sekali.
Pijar Belajar merupakan bagian dari Leap Telkom Digital, umbrella brand produk dan layanan digital Telkom untuk mengakselerasi digitalisasi masyarakat Indonesia. Dengan adanya Leap, diharapkan dapat mendukung pertumbuhan ekosistem digital di Indonesia demi mengakselerasi terwujudnya kedaulatan digital nasional, sejalan dengan target pemerintah dalam beberapa tahun mendatang.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Misteri Pembunuhan di Ruangan Tertutup dalam Novel Everything Becomes F
-
Panut Rilis Buku Otobiografi, Tegaskan Komitmen Kawal Benteng Hijau Sumatra
-
Perjalanan Putra Samuel Silitonga Dikenal Jutaan Penonton Berkat Sosok Mumu Warintil
-
Cluster Beverly Hills Resmi Show Unit, Tawarkan Hunian American Classic di Semarang
-
Mau ke Monas Malam Ini? Simak Rekayasa Lalu Lintas dan Titik Parkir Konser Akbar 2026
-
Dua Mahasiswa Diduga Jadikan Instagram Lapak Tembakau Sintetis
-
Pelatih Spanyol Lebih Takut Naik Helikopter Dibanding Lawan Lionel Messi di Final Piala Dunia 2026
-
Kanker pada Perempuan Kini Bisa Ditangani Lebih Personal, Terapi Presisi Bawa Harapan Baru
-
Dari Propaganda hingga Pengawasan: Mengapa 1984 Tetap Relevan di Zaman Digital
-
DPR Sentil Pihak SPPG saat Rapat: 120 Juta Penerima Manfaat, Siapa yang Mau Diberi Makan?