Suara.com - Pangan adalah kebutuhan dasar manusia yang paling penting yang hampir tidak dapat diproduksi tanpa adanya pupuk. Setiap negara akan sulit mencapai kemandirian pangan tanpa memiliki kemandirian pupuk. Oleh karena itu posisi pupuk sama pentingnya dengan posisi pangan itu sendiri.
Pupuk batubara karya R. Umar Hasan Saputra, yang telah mendapatkan paten di Amerika Serikat dan sebagai satu-satunya teknologi di dunia saat ini, makin diminati banyak negara.
PT Bursatani Global Niaga sebagai produsen, dan PT Saputra Global Harvest sebagai perusahaan yang bertanggungjawab untuk urusan ekspor, kembali merealisasikan ekspor pupuk batubara pada bulan Agustus ini, dimana negara tujuannya adalah Nigeria.
Nigeria adalah negara ketiga yang menjadi tujuan ekspor pupuk batubara. Setelah Amerika Serikat dan Zimbabwe.
Realisasi ekspor ini pun merupakan hasil kerja keras Bapak Dr. H. Usra Hendra Harahap, M.Si sebagai Duta Besar Republik Indonesia untuk Nigeria, Bapak Tamel Vinsen Sinabutar, Minister Counsellor, Pelaksana Fungsi Ekonomi Kedubes RI di Nigeria dan Team ITPC Lagos Nigeria.
Berbeda dengan produk umumnya, sebelum melakukan impor, hampir setiap negara terlebih dahulu melakukan pengujian keandalan pupuk batubara ini. Dan pada awal tahun lalu Nigeria sudah mulai melakukannya di Provinsi Jigawa.
Pemerintah Nigeria sendiri memandang pupuk batubara ini sebagai produk yang sangat penting. Mereka berhasrat untuk segera membuat pabriknya di sana.
Sebab itulah pengujian produk sekaligus studi kelayakan pembangunan pabrik langsung dilakukan oleh lembaga resmi pemerintah, yaitu NASENI (National Agency for Science and Engineering Infrastructure).
Sebagai bentuk keseriusan, rencananya delegasi NASENI yang dipimpin oleh Prof MS Haruna akan melakukan penandatangan kerjasama dengan pihak Saputra pada akhir bulan ini di Jakarta. Kerjasama yang dilakukan meliputi pengembangan dan diseminasi aplikasi, serta transfer teknologi produksi pupuk batubara di Nigeria.
"Ekspor dalam bentuk jadi dari Indonesia bersifat sementara. Tujuan akhirnya adalah transfer teknologi, sehingga akan tercipta efisiensi, dan setiap negara dapat memproduksi sendiri pupuk batubara sesuai kebutuhannya" ujar Saputra.
Dari hasil kunjungannya ke beberapa negara Afrika, terutama wilayah sub sahara, Saputra menyimpulkan bahwa rawan pangan yang banyak terjadi di wilayah ini sebenarnya bukan karena lahan tidak subur atau curah hujan yang kurang. Namun umumnya karena mereka tidak memiliki kecukupan pupuk. Mereka tidak mampu membangun Industri pupuk yang sangat mahal.
Untuk itulah transfer teknologi sebagai jalan keluar bagi semua. Sehingga diharapkan negara-negara Afrika nantinya mengalami kecukupan pangan karena mereka telah mampu melakukan kemandirian produksi pupuk.
Pupuk batubara adalah pupuk yang sangat lengkap. Dia mengandung 3 komponen penting, yakni humus, unsur hara yang lengkap dan karbon yang tinggi. Pupuk ini dapat diproduksi dalam waktu singkat dan massive, serta dengan harga terjangkau.
Saat ini pupuk batubaralah yang dipercaya sebagai jalan keluar dunia, karena mampu mengatasi masalah kerusakan lahan pertanian yang terus terjadi, sulitnya mendapatkan pupuk, dan mahalnya harga pupuk.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Masyarakat Doyan Gunakan Pinjol, Utangnya Tembus Rp105,14 Triliun
-
Teknologi Keselamatan UD Trucks Quester Dukung Distribusi Logistik yang Lebih Aman
-
Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
-
10 Sisi Terang dan Gelap Zodiak Cancer, Diklaim Jadi Zodiak Paling Banyak di Indonesia
-
Darurat Algoritma, Saat Anak Jadi Alat Promosi Vape di YouTube
-
Ketika Orang Hilang Tak Segera Dicari, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Korban Selamat KM Mutiara Sentosa II Tiba di Surabaya
-
Berangkat Dari Kalimantan, Om Basri Siap Hadapi Penyidik Polda Sulsel
-
4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
-
5 Alasan Kenapa Hotel Bersejarah Ini Bakal Jadi Spot Hits Terbaru di Bangkok