Suara.com - Dua emiten favorit anak kos, PT Indofood Sukses Makkmur Tbk (INDF) dan PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) jadi saham yang disorot akibat anjloknya laba dan nilai sahamnya yang turut turun selama beberapa bulan ini.
Padahal, INDF sejatinya mengalami kenaikan penjualan bersih konsolidasi sebesar 12% dari Rp47,29 triliun pada semester I 2021 menjadi Rp52,79 triliun pada semester I 2022.
Sedangkan laba usaha juga turut naik 4% dari Rp8,49 triliun pada H121 menjadi Rp8,83 triliun pada H122. Sayangnya, laba bersih emiten tersebut turun 16% dari sebelumnya Rp3,43 triliun menjadi Rp2,90 triliun.
Menurut Dirut sekaligus CEO Indofood, Anthoni Salim penyebab penurunan laba tersebut disebabkan naiknya rugi selisih kurs yang belum terealisasi dari kegiatan pendanaan.
Selain itu, ia tidak menampik adanya pengaruh ketidakpastian global dan ketidakstabilan harga komoditas terhadap bisnis Indofood.
"Meskipun kondisi global dan volatilitas harga komoditas masih berlanjut, Indofood dapat meraih pertumbuhan nilai penjualan sebesar 12% pada semester pertama 2022. Kami akan terus memantau perkembangan situasi global dan fokus pada daya saing serta menjaga keseimbangan antara pangsa pasar dan profitabilitas di pasar dalam negeri maupun luar negeri," kata Anthoni, Rabu (31/8/2022) lalu.
Sementara ICBP juga berhasil catat kenaikan penjualan bersih konsolidasi sebesar 16% dari Rp28,20 triliun per Juni 2021 menjadi Rp32,59 triliun per Juni 2022.
Meski demikian, laba usaha turun 8% dari Rp6,36 triliun menjadi Rp5,88 triliun akibat tingginya harga komoditas yang turut berdampak pada anjloknya laba bersih ICBP.
"Berbagai inisiatif untuk kegiatan operasional kami di Indonesia maupun di luar negeri di antaranya dengan memperkuat kepemimpinan kami di pasar melalui investasi secara berkelanjutan pada merek-merek produk dan memperdalam penetrasi pasar. ICBP juga akan senantiasa berupaya meningkatkan kemampuan manufaktur dan produksinya serta menjaga posisi keuangan yang sehat," tutup Anthoni.
Baca Juga: 13 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekanbaru Divonis Bebas
Berita Terkait
-
Tawarkan Rp 400 Juta, Anak Nia Daniaty Minta Damai ke Korban Penipuan CPNS Bodong
-
Tuntut Ganti Rugi Rp8,1 Miliar ke Olivia Nathania, 179 Korban Ikut Seret Nia Daniaty
-
Ulasan Buku 88 Strategi Bisnis ala Rasulullah yang Tak Pernah Rugi
-
Curhat Warehouse Tempat Kakak Bekerja Bermasalah, Pekerja Dituduh Korup Sampai Harus Ganti Rugi
-
13 Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Ganti Rugi Lahan Tol Padang-Pekanbaru Divonis Bebas
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Tragedi di Stasiun Bekasi Timur: 3 Penumpang KRL Tewas dan 38 Korban Luka-luka Dilarikan ke 4 RS
-
KAI Fokus Evakuasi dan Normalisasi Jalur Pasca KA Argo Bromo Anggrek Tabrak KRL di Bekasi Timur
-
Tabrakan Hebat di Stasiun Bekasi Timur: KRL vs Argo Bromo Anggrek, Jeritan Penumpang Pecah!
-
Rekam Jejak Jenderal Dudung Abdurachman: Dari Pencopot Baliho Kini Jadi Tangan Kanan Presiden
-
Reshuffle Kabinet: Qodari Geser dari KSP ke Bakom, Dudung Ambil Alih Peran Strategis di Istana
Terkini
-
Dana Asing Keluar Rp 2 Triliun dari Pasar Saham RI Hari Ini, Paling Banyak di BCA
-
Terpusat di Jawa dan Tergantung Musim, Masalah Stabilitas Stok Pangan Indonesia
-
Purbaya Ultimatum Asosiasi Reksa Dana: Sekarang Saya Ikut Awasi, Macam-macam Saya Hajar!
-
Cegah Diabetes hingga Hipertensi, Pemerintah Siapkan Label Khusus di Makanan
-
Bahlil Ngaku Tak Bisa Tidur Mikirin Pasokan LPG
-
Purbaya Dibilang Gila Usai Sebut IHSG Bisa Tembus 28.000 di 2030
-
Pemerintah Wajibkan Dapur Makan Bergizi Gratis Kantongi Sertifikat Higiene
-
Industri Budaya dan Kreatif Sumbang 3 Persen PDB Global, Peluang Identitas Lokal RI Mendunia
-
Putusan KPPU Tuai Kritik, Metodologi Denda Pindar Dinilai Tak Jelas
-
Tiru India, OJK Ingin Investor RI Lebih Punya Banyak Reksa Dana