Suara.com - Saat ini minat investor untuk melakukan investasi masih cukup tinggi, khususnya untuk produk Reksa Dana. Hal ini disebabkan Reksa Dana mampu menawarkan berbagai pilihan investasi yang disesuaikan dengan profil dan kebutuhan investasi investor tanah air.
Oleh karena itu, industri Reksa Dana diramal masih cukup prospektif walaupun di tengah ketidakpastian perekonomian global dan peningkatan suku bunga acuan Bank Indonesia.
Presiden Direktur Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), Rukmi Proborini mengatakan bahwa minat masyarakat untuk berinvestasi di Reksa Dana cukup tinggi apalagi saat ini makin banyak channel pembelian Reksa Dana sehingga mempermudah masyarakat untuk membeli produk Reksa Dana. Untuk menjawab tingginya minat masyarakat tersebut, selama tahun 2021, Bahana TCW telah meluncurkan 21 produk investasi yang dapat menjadi alternatif pilihan bagi masyarakat.”
“Sebagai komitmen kepada setiap investor, kami memastikan setiap produk Reksa Dana yang kami tawarkan telah melewati sejumlah tahap pengembangan dengan dilandasi risk culture yang sangat ketat dan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG). Di samping itu, kami berupaya menawarkan tingkat pengembalian imbal hasil (yield) yang optimal dalam penentuan skema dan produk investasi,” tegas Rukmi.
Berbagai tahapan proses pengembangan produk dan penentuan portofolio investasi dari sisi manajemen risiko dilakukan secara ketat dan berkesinambungan untuk menghadirkan produk yang sesuai dengan kebutuhan investasi masyarakat.
Sistem penilaian atas risiko ini berbasis teknologi yang dilakukan tidak hanya dari sisi underlying asset¸namun juga dari sisi nasabah atau investor. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari proses mitigasi dari kemungkinan risiko yang akan terjadi.
“Dimulai dengan tahapan comprehensive assessment atas sebuah emiten yang akan menjadi underlying sebuah produk investasi. Tahapan ini melibatkan penggunaan teknologi informasi yang dilakukan untuk memastikan emiten yang bersangkutan memiliki going concern dan fundamental yang kuat sehingga dapat memberikan tingkat pengembalian investasi yang optimal. Sehingga diharapkan semua portofolio aset yang menjadi underlying produk memiliki kualitas yang bagus dan memenuhi prinsip kehati-hatian,” ujar Rukmi.
Secara internal, Bahana TCW juga menerapkan sistem persetujuan berjenjang atas pengambilan keputusan strategis, khususnya menyangkut universe saham dan efek investasi lainnya. Keterlibatan Komite Investasi secara aktif dalam menentukan arah investasi Bahana TCW juga sangat penting guna memastikan seluruh proses bisnis sesuai dengan prosedur investasi dan prinsip responsibility process owner sehingga perusahaan dapat menghadirkan produk investasi berkualitas ke tengah masyarakat.
“Sementara dari sisi investor, kami juga melakukan tahapan assessment dalam menerima calon investor. Dalam hal ini kami telah mengembangkan sistem Anti Money Laundering System untuk membantu proses screening investor baru Bahana TCW. Sistem ini akan memudahkan kami dalam melakukan due diligence atas calon nasabah baru dan mendeteksi kemungkinan adanya transaksi mencurigakan seperti tindakan pencucian uang, praktik pendanaan untuk terorisme dan poliferasi senjata pemusnah massal,” tambah Rukmi.
Baca Juga: Pengembang Properti Prediksi Masyarakat Bergeser Ke Hunian Vertikal Jika Ibu Kota Pindah
Seluruh prinsip kehati-hatian dan assessment yang dilakukan Bahana TCW dalam mengelola investasi nasabahnya merupakan bagian dari penerapan manajemen risiko secara efektif, dimana hal ini telah membawa Bahana TCW sebagai perusahaan manajer investasi yang berpengalaman lebih dari 25 tahun, serta menjadi manajer investasi terbesar kedua di industri dengan aset Reksa Dana yang dikelola mencapai Rp 40,45 triliun per Juli 2022 (di luar RDPT/Reksa Dana Penyertaan Terbatas & KPD/Kontrak Pengelolaan Dana).
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 Bedak Tabur Terbaik untuk Kerutan dan Garis Halus Usia 50 Tahun ke Atas
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Promo Alfamart Hari Ini 7 Mei 2026, Body Care Fair Diskon hingga 40 Persen
- 5 Pilihan HP Android Kamera Stabil untuk Hasil Video Minim Jitter Mei 2026, Terbaik di Kelasnya
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
MBG Bisa Dijalankan Tanpa Ganggu Kondisi Fiskal, Begini Caranya
-
Asosiasi Bisnis RI - Filipina Resmi Terbentuk, Fokus Atasi Hambatan Dagang
-
Apa itu Bond Stabilization Fund yang Mau Dikerahkan untuk Stabilkan Rupiah?
-
Kisah Bambang Jadi Agen BRILink Nomor 1 di Klaten, Dari Ngontrak hingga Antarkan Anak ke Jepang
-
Dikuras untuk Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Indonesia Capai Titik Terendah Sejak 2024
-
Langgar Aturan Penagihan, Indosaku Didenda OJK Rp875 Juta
-
Sebut Beda Karakteristik, IMA Ragukan Skema Migas Diterapkan di Sektor Tambang
-
Dampingi Presiden Prabowo di KTT ASEAN, Bahlil Fokus Bahas Diversifikasi Energi
-
Dukung Ekonomi Rakyat, Pegadaian Hadirkan Solusi Keuangan Inklusif di Timor Leste
-
Harga Pangan Hari Ini Naik? Cabai Rawit Tembus Rp65 Ribu per Kg, Telur Ayam Rp31 Ribu