Suara.com - Exotel, perusahaan platform full stack interaksi kustomer asal India, menilai interaksi campuran antara manusia dengan kecerdasan buatan (artificial intellegence/AI) akan jadi tren dalam memuaskan pengalaman kustomer (customer experience/CX).
Tren tersebut kian nyata terlihat pada pasar Indonesia, ditambah dengan fenomena kenaikan ekonomi digital tanah air saat ini, sehingga Exotel berencana membuka kantor perwakilan Asia Tenggara di Jakarta.
Shivakumar Ganesan, CEO & Co-Founder Exotel mengatakan, percakapan beserta konteksnya memiliki ruang tersendiri saat dihantarkan melalui sumber daya manusia maupun bot berbasis AI.
"AI tidak selalu bisa menjawab keinginan spesifik kustomer namun ini tengah jadi tren global, tapi layanan oleh manusia juga tetap ada keterbatasan. Karenanya, layanan campuran keduanya akan menjadi tren dalam CX ke depannya," katanya dalam "NXT CX Bash: An Evening for CX Leader".
Menurut dia, interaksi keduanya juga memungkinkan layanan favorit kustomer yakni layanan chat berbasis bot AI dan suara menjadi lini terdepan dalam memenuhi ekspektasi publik. Di sisi lain, dengan tarif kompetitif dan sesuai pasar Indonesia, maka layanan interaksi campuran tersebut sangat efektif dan efisien.
"Kami memiliki klien di Indonesia yang berhasil menurunkan biaya 30% tanpa ada kerugian bagi perusahaan dari kombinasi layanan voice dan chat AI tersebut," katanya.
Situasi itu terjadi karena AI mampu memastikan seluruh informasi selalu tersedia kepada masyarakat, sehingga dalam waktu yang sama mengurangi gaji yang biasanya diberikan kepada petugas call center yg dilaksanakan manusia.
Secara simultan, layanan CX dari Exotel tersebut juga sudah dilengkapi layanan berbasis Bahasa Indonesia yang diklaimnya kian hari kian akurat. Bahkan akan makin mendekati akurasi layanan mereka dalam Bahasa Inggris.
Selain campuran layanan tersebut, salah satu layanan favorit kliennya di Indonesia yakni number masking, yang selain sesuai tren kebutuhan publik, juga telah memenuhi standar internasional serta regulasi Indonesia. Seperti keberadaan server dan teknisi lokal yang menjaga kedaulatan data seperti diatur Pemerintah Indonesia.
Baca Juga: Kecerdasan Buatan Bisa Tambah Pundi-pundi Keuntungan Dalam Bisnis Online
"Bagi kami Indonesia spesial dan punya relasi erat karena ini pasar terbesar kedua di dunia bagi Exotel. Ini first tier kami. Exotel sudah lebih dari 5 tahun beroperasi di sini, dan tidak seperti kompetitor lainnya, kami sangat memahami konteks, budaya, dan keinginan kustomer Indonesia sangat baik karena banyak kesamaan dengan kondisi kami di India," katanya.
Raman Kishore, Head of International Marketing Exotel, menambahkan, pihaknya akan membuka kantor cabang Asia Tenggara di Jakarta dalam beberapa bulan ke depan. Kantor ini kelak akan membawahi negara lainnya di Asia Tenggara seperti Malaysia, Filipina, dan lainnya.
Shivakumar melanjutkan, kesamaan latar tersebut termasuk dalam digital journey pasca pandemi, yang mana pertumbuhan pesat ekonomi digital dan CX terjadi justru setelah pandemi menerjang masing-masing negara.
Dicontohkannya, aplikasi WA kian vital dalam memenuhi kepuasaan atas CX karena data menunjukkan 94% aplikasi percakapan yang digunakan adalah WA. Karena itu, saluran CX yang optimal pun cenderung menggunakan WA dibandingkan aplikasi seperti email.
Sri Safitri, CX Leader of The Year 2021 mengatakan, CX akan mendukung sisi pemasaran dan layanan ke publik jika mampu memahami subtansi layanan yakni menitikberatkan perbaikan masalah dengan memahami perilaku pelanggan berdasarkan data, yang akan menjadikan perusahaan memiliki budaya customer centric.
"Indonesia harus mengejar ketertinggalan dalam pengeolaan CX dibandingkan negara seperti UAE, Saudi Arabia bahkan Afrika Selatan. Di sisi lain, serangan siber Bjorka juga telah meningkatkan kesadaran kita bukan sekedar CX, tapi juga pentingnya menjaga keseimbangan dengan keamanan dan perlindungan data dalam komputansi awan, " katanya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Pilihan HP RAM 16 GB Paling Murah, Penyimpanan Besar dan Performa Kencang
- Dari Koruptor Kembali ke Rakyat: Aset Rp16,39 Miliar Kini Disulap Jadi Sekolah hingga Taman di Jabar
- Prabowo Bakal Copot Lagi Pejabat 'Telur Busuk', Hashim Djojohadikusumo: Semua Opsi di Atas Meja
- 35 Link Poster Ramadhan 2026 Simpel dan Menarik, Gratis Download!
- Lebih Bagus Smart TV atau Android TV? Ini 6 Rekomendasi Terbaik Harga di Bawah Rp3 Juta
Pilihan
-
Here We Go! Putra Saparua Susul Tijjani Reijnders Main di Premier League
-
Kabar Baik dari Elkan Baggott untuk Timnas Indonesia
-
Jaminan Kesehatan Dicabut, Ribuan Warga Miskin Magelang Tercekik Cemas: Bagaimana Jika Saya Sakit?
-
Lagu "Cita-citaku (Ga Jadi Polisi)" Milik Gandhi Sehat Ditarik dari Peredaran, Ada Apa?
-
Geger Taqy Malik Dituding Mark-up Harga Wakaf Alquran, Keuntungan Capai Miliaran
Terkini
-
Danantara Mau Beli Tanah Dekat Masjidil Haram, Jaraknya Hanya 600 Meter
-
Mari Elka Pangestu: Rasio Utang Indonesia Masih Terkendali
-
Bea Cukai Segel Toko Perhiasan Mewah Tiffany & Co, APEPI: Negara Hadir Lindungi Industri Lokal
-
Purbaya Pede Ekonomi Ekspansif hingga 2033: Indonesia Emas, Bukan Indonesia Suram
-
Purbaya Yakin Defisit APBN Bisa Turun Meski Pajak Tak Naik
-
Kepala BGN: Program MBG Diakui Jadi Program yang Bermanfaat
-
Survei: 77% Orang Indonesia Perkirakan Tetap Bekerja Saat Pensiun
-
Rosan Roeslani Lobi-lobi Moody's dan S&P Beri Rating ke Danantara
-
Luhut Sebut Prabowo Tak Bisa Diintervensi Terkait Evaluasi Izin Tambang Martabe
-
Flyjaya Resmi Layani Rute Morowali, Cek Link Tiketnya di Sini