Suara.com - The Fed Minneapolis didukung untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya hingga di atas 4,75 persen jika inflasi yang mendasarinya tidak berhenti meningkat.
Presiden Federal Reserve Minneapolis Neel Kashkari bahkan mengataakan, dirinya memprediksi suku bunga akan berada di 4,0 persen pada awal tahun 2023..
“Tetapi jika kita tidak melihat kemajuan dalam inflasi yang mendasari atau inflasi inti, saya tidak melihat mengapa saya menganjurkan berhenti di 4,5 persen, atau 4,75 persen atau semacamnya. Kita perlu melihat kemajuan aktual dalam inflasi inti dan inflasi jasa-jasa dan kita belum melihatnya," kata Kashkari pada panel di Women Corporate Directors, Minnesota Chapter, di Minneapolis.
Para pejabat The Fed terus mendorong kenaikan suku bunga yang kini di 3,0 persen - 3,25 persen, menjadi 4,5 persen - 5,0 persen pada awal tahun depan, berdasarkan proyeksi yang diterbitkan bulan lalu dan komentar yang dibuat secara publik sejak saat itu.
"Angka yang saya tawarkan didasarkan pada perataan inflasi yang mendasarinya," kata Kashkari, sekaligus memperlihatkan tanda-tanda langkah The Fed ke depan.
"Jika itu tidak terjadi, maka saya tidak melihat bagaimana kita bisa berhenti," sambung dia.
Sejauh ini data inflasi masih nampak naik, meski The Fed sudah menaikkan suku bunga secara agresif sepanjang 2022.
Berdasarkan pembacaan indeks harga konsumen dan data lainnya baru-baru ini, para ekonom memperkirakan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) inti, yang diawasi ketat oleh Fed, naik 5,1 persen bulan lalu dari tahun sebelumnya, dibandingkan dengan 4,9 persen pada Agustus.
Data tersebut akan dipublikasikan hanya beberapa hari sebelum pertemuan kebijakan Fed berikutnya pada 1-2 November.
Baca Juga: Ekonom Sebut Krisis 2023 Akan Lebih Parah dari 2008, Ini Sebabnya
Bulan lalu pembuat kebijakan Fed memperkirakan PCE inti akan mencatat 4,5 persen pada akhir tahun dan inflasi keseluruhan menjadi 5,4 persen. The Fed menargetkan inflasi keseluruhan 2,0 persen.
Dengan inflasi yang tinggi, bank sentral secara luas diperkirakan akan memberikan kenaikan suku bunga 75 basis poin keempat berturut-turut saat pertemuan berikutnya, dan pedagang kontrak berjangka yang terkait dengan suku bunga kebijakan bertaruh pada kenaikan suku bunga besar lainnya pada Desember juga.
Berita Terkait
-
GoTo Financial Dorong Masyarakat Tingkatkan Literasi Keuangan Hadapi Inflasi
-
Kendalikan Inflasi Harga Kebutuhan Bahan Pokok di Musim Hujan, Disperindag DIY Gelar Pasar Murah
-
Bank Dunia Soroti Kenaikan Suku Bunga dan Inflasi di Indonesia: Hindari Keruntuhan Total
-
Optimalisasi Ekonomi Digital Dinilai Mampu Menjadi Solusi Menekan Risiko Inflasi
-
Ekonom Sebut Krisis 2023 Akan Lebih Parah dari 2008, Ini Sebabnya
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
- PERANG DIMULAI: Amerika dan Israel Serang Ibu Kota Iran
- Israel Bombardir Kantornya di Teheran, Keberadaan Imam Ali Khamenei Masih Misterius
- Terpopuler: 5 HP Samsung RAM 8 GB Termurah, Sinyal Xiaomi 17T Series Masuk Indonesia
Pilihan
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
Terkini
-
Kemenkeu Kantongi Rp 14,15 Triliun dari Penunggak Pajak Jumbo
-
Purbaya Tunggu Arahan Prabowo soal Tuntutan Buruh Minta THR Bebas Pajak
-
Klarifikasi DPR soal Polemik MBG Sedot Anggaran Pendidikan
-
BI Ungkap Banyak Orang dan Korporasi Malas Ajukan Kredit Bank
-
Ruang Udara Timur Tengah Ditutup, Gimana Nasib Penerbangan Umrah?
-
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
-
Dolar AS Makin Mahal, Cek Kurs Terbaru di Bank Mandiri hingga BCA
-
Garuda Indonesia Stop Sementara Penerbangan Doha
-
Profil Mojtaba Khamenei: Sosok Kuat Penerus Ali Khamenei, Calon Pemimpin Iran?
-
4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz