Suara.com - Tingginya harga tiket pesawat belakangan ini membuat jumlah penumpang transportasi udara tersebut mengalami penurunan. Mahalnya harga avtur sebagai bahan bakar pesawat yang naik 170 persen disinyalir penyebab utama melejitnya harga tiket pesawat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2022 jumlah penumpang pesawat domestik mencapai 4,1 juta orang, angka ini mengalami penurunan sebesar 2,93 persen dibanding kondisi pada Agustus 2022.
Meski demikian BPS pun membantah bahwa penurunan jumlah penumpang pesawat ini bukan disebabkan karena harga tiket yang mahal tapi lebih disebabkan karena masa low session atau bukan masa liburan.
"Bulan September bukan masa-masa musim liburan atau bisa dikatakan memasuki masa-masa low session," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto dalam konferensi persnya di Jakarta, Selasa (1/11/2022).
Jika ditelisik lebih dalam jumlah penumpang angkutan udara domestik terus mengalami penurunan sejak 5 bulan terakhir dari bulan Mei 2022 yang mencapai 5,87 juta orang, angka ini terus turun dibulan berikutnya atau Juni 2022 yang mencapai 5,45 juta orang.
Selanjutnya pada bulan Juli 2022 juga mengalami jumlah pesawat domestik kembali mengalami penurunan menjadi 5 juta orang dan terus menurun di Agustus 2022 menjadi 4,3 juta orang hingga bulan September 2022 turun menjadi 4,1 juta penumpang saja.
Kenaikan tiket pesawat ini disebut sebagai akibat harga avtur atau bahan bakar pesawat yang melejit mencapai 170 persen.
Pemicu lainnya, Kementerian Perhubungan atau Kemenhub mengizinkan maskapai khusus penerbangan domestik menetapkan biaya tambahan bahan bakar kepada konsumen mulai 18 April 2022, yang membuat harga tiket pesawat lebih mahal.
Baca Juga: Jangan Sampai Kehabisan, Online Tiket Week Tawarkan Diskon Hotel hingga Pesawat
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
Terkini
-
IHSG Tembus Level 8.300 Lagi Hari ini, Cek Daftar Saham yang Cuan
-
Perhatian UMKM, Ini Strategi Hadapi Serbuan Order Jelang Lebaran
-
BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha
-
Purbaya Tarik Utang Baru Rp 127,3 Triliun di Januari 2026
-
Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo