- Harga minyak mentah dunia melonjak tajam di pasar Asia pada Kamis, 28 Mei 2026 akibat eskalasi konflik militer.
- Militer Amerika Serikat melancarkan serangan udara ke pangkalan militer Iran di Bandar Abbas pada Kamis dini hari.
- Serangan tersebut memupus harapan kesepakatan damai terkait pembukaan kembali jalur logistik Selat Hormuz bagi pelayaran komersial global.
Suara.com - Harga minyak mentah dunia melonjak tajam pada awal perdagangan di pasar Asia, Kamis 28 Mei 2026.
Kenaikan ini dipicu oleh laporan serangan kedua Amerika Serikat (AS) terhadap Iran dalam pekan ini, yang sekaligus mengikis harapan pasar terkait kesepakatan damai kedua negara tersebut.
Meskipun menguat hari ini, harga minyak sebenarnya baru saja mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir.
Koreksi tersebut terjadi setelah muncul laporan bahwa Iran kemungkinan akan membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran komersial dalam kurun waktu 30 hari.
Mengutip dari Reuters, harga minyak mentah berjangka Brent untuk kontrak Juli melonjak 1,9 persen ke level 96,03 dolar AS per barel pada pukul 00:05 GMT (07:05 WIB)
Sementara itu minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga naik 1,9 persen menjadi 90,36 dolar AS per barel.
Tiga ledakan dilaporkan terdengar di wilayah Bandar Abbas, Iran, pada Kamis dini hari. Reuters mengabarkan bahwa militer AS kembali melancarkan serangan udara baru yang menyasar pangkalan militer Iran.
Pihak militer AS menyatakan operasi tersebut sebagai bentuk "membela diri". Kendati melakukan serangan susulan, AS mengklaim bahwa status gencatan senjata dengan Iran masih tetap berlaku.
Serangan terbaru ini terjadi tak lama setelah Presiden AS Donald Trump membantah laporan bahwa Iran akan membuka kembali jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz dalam sebulan ke depan.
Baca Juga: Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100
Trump juga menolak gagasan kontrol bersama atas Selat Hormuz oleh Iran dan Oman, serta memberi sinyal bahwa dirinya belum puas dengan draf kesepakatan damai yang ada saat ini.
Namun, pernyataan terbaru Trump mendinginkan optimisme tersebut dan menunjukkan bahwa kesepakatan tidak akan tercapai dalam waktu dekat seperti yang diperkirakan pasar.
Sebelumnya, harga minyak sempat merosot tajam pada perdagangan Rabu (27/5) karena pelaku pasar berspekulasi bahwa kesepakatan damai antara AS dan Iran sudah dekat.
Ekspektasi pembukaan kembali Selat Hormuz bahkan sempat membuat harga minyak Brent jatuh ke bawah 100 dolar AS per barel.
Walaupun sejumlah pejabat AS sempat melontarkan komentar optimistis mengenai jalannya negosiasi sepanjang pekan lalu, kedua belah pihak nyatanya masih berselisih paham, khususnya terkait aktivitas nuklir Teheran dan pengelolaan Selat Hormuz.
Hingga saat ini, volume kapal pengangkut minyak yang melintasi Selat Hormuz dilaporkan masih sangat minim jauh di bawah kapasitas sebelum konflik pecah.
Penutupan jalur logistik vital ini terus mengganggu sekitar seperlima dari total pasokan minyak mentah global.
Berita Terkait
-
Menko Airlangga Sebut Rupiah Lemah Saat Ini Cuma 5 Persen
-
Rupiah Konsisten Melemah saat Mata Uang Negara Lain Menguat Karena Harga Minyak Turun
-
Harga Minyak Mentah Rekor Terendah dalam 2 Pekan, Mulai Turun di Bawah US$100
-
Harga Minyak Mentah Dunia Anjlok ke Level Terendah Imbas Sinyal Damai AS-Iran
-
Harga Minyak DIproyeksi Bergejolak dalam 60 Hari ke Depan Usai Sanksi Iran Dicabut
Terpopuler
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- 7 HP Midrange Serasa Flagship 2026: Spesifikasi Premium dan Performa Juara
- 5 HP Realme RAM 12 GB dan Kamera Jernih Paling Murah Mulai Rp2 Jutaan
- 3 HP Android dengan Kualitas Kamera Selevel iPhone 17 Pro Max, Cocok untuk Bikin Konten
- 4 Sepatu Nike Tanpa Tali Serbaguna: Nyaman untuk Olahraga, Praktis buat Jalan Santai
Pilihan
-
Bos Nvidia Serobot Antrean Jagung Bakar dengan Traktir Semua Pembeli, Egois atau Dermawan?
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
Terkini
-
Harga Emas Diprediksi Tembus 8.000 Dolar AS, Apa Saja Faktor Penyebabnya?
-
Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 2.754.000/Gram di Cuti Bersama
-
Blackout di Sumatra Jadi Alarm untuk Penguatan Sistem Kelistrikan Nasional
-
Danantara Klaim Jika SDA Tak Dikendalikan yang Rugi Rakyat
-
Belum Siap Beroperasi, Modal Awal Danantara Sumberdaya Indonesia Rp100 Juta dan Wajib Kejar Cuan
-
Dongkrak Ekonomi Lokal, SIG Tebar 292 Hewan Kurban di Momen Iduladha
-
Perusahaan Raksasa Ramai 'Tinggalkan' AI Gegara Biaya Mahal, Kecerdasan Buatan Terancam?
-
BEI Intensif Bertemu MSCI dan FTSE, Bahas Status Pasar Modal Indonesia
-
Bank Mandiri Bukukan Kinerja Kinclong, Kredit dan Aset Tumbuh Double Digit
-
Harga Minyak Dunia Naik Lagi Gegara AS Serang Iran, Dekati Level USD 100