Suara.com - Thailand merupakan salah satu destinasi luar negeri yang paling sering dikunjungi turis Indonesia. Selain jarak yang tak terlalu jauh, Negeri Gajah Putih ini juga menawarkan banyak hal menarik mulai dari wisata alam yang memukau, kuliner lezat, wisata sejarah dan budaya yang menakjubkan, hingga atraksi-atraksi unik.
Meski demikian, kamu patut mewaspadai modus-modus penipuan yang biasanya mengincar para turis selama liburan di Thailand. Mengutip keterangan tertulis dari Pegipegi, inilah tujuh modus penipuan turis yang perlu kamu waspadai dan cara menghindarinya.
1. Penipuan Tuk-Tuk dan Taksi
Di beberapa daerah di Thailand, oknum pengemudi tuk-tuk, taksi, dan bus bisa membawamu ke sejumlah toko, restoran, dan mal tertentu untuk membeli barang atau jasa, alih-alih mengantarmu langsung ke tempat tujuan. Modus ini bagi para turis mengkhawatirkan, karena sebagian kerap tidak tahu ia berada di mana dan kesulitan kembali ke daerah penginapan begitu mereka berhasil ditipu.
Untuk menghindarinya, pilihlah tuk-tuk dan taksi yang berseliweran atau tidak diam di tempat, seperti hotel dan objek wisata utama. Pastikan kamu menanyakan tarif serta memberi instruksi yang jelas terkait lokasi yang ingin dituju. Tolak tawaran sopir yang mengajak untuk mampir ke beberapa tempat.
Jika ingin menggunakan taksi, pastikan sopir menggunakan argometer. Periksa juga identitas sopir, seperti nama dan foto yang biasanya tertera di dashboard. Apabila sopir mematikan argometer atau meminta hal-hal yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, ambil ponsel dan foto identitas sopir tersebut. Beri teguran bahwa mereka bisa dilaporkan ke polisi turis setempat.
2. Sewa Sepeda Motor dan Mobil
Jika kamu berada di kawasan Phuket, Krabi, Koh Samui, dan Pattaya, tarif taksi cenderung cukup mahal. Hal ini biasanya mendorong turis menyewa mobil atau motor. Namun, hal ini justru sangat berisiko tinggi mengingat Thailand merupakan salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia, khususnya sepeda motor.
Jika kamu mengalami insiden kecelakaan dengan kendaraan sewaan, kamu rentan ditipu. Pihak lain yang terlibat dalam insiden bisa mengambil keuntungan ketika melaporkan kejadian ke polisi, yang biasanya memiliki keterbatasan pemahaman bahasa Inggris.
Jika ingin menyewa mobil atau motor, kamu bisa meletakkan gadget berkamera, seperti ponsel, action-cam, atau dash cam di dashboard mobil atau helm motor sewaan tersebut. Upaya ini tidak hanya membantu melindungimu dari penipuan jika mengalami kecelakaan, tetapi juga memudahkan kamu jika ingin klaim asuransi apapun yang sudah direncanakan.
Ingat, jangan biarkan pihak penyewa menyimpan paspormu, dan hanya izinkan mereka untuk memfotokopi saja untuk menghindari hal yang tak diinginkan. Sebelum mengemudi, pastikan memotret fisik kendaraan yang disewa dari berbagai sisi untuk mencegah kamu dituding melakukan kerusakan – jika sebenarnya kerusakan itu sudah ada di kendaraan tersebut.
3. Sewa Jetski atau Skuter
Modus ini sering terjadi di destinasi pantai populer, seperti Phuket dan Pattaya. Modusnya hampir mirip dengan penipuan sewa motor dan mobil, di mana kamu bisa saja dituding merusak kendaraan yang disewa padahal kerusakan atau cacat fisik kendaraan tersebut sudah ada sebelumnya.
Ada pula oknum penyewa yang memiliki kunci cadangan sehingga bisa mengambil skuter atau jetski sewaan yang sudah kamu kunci saat berada di luar lokasi wisata. Dan kamu bisa dipaksa bertanggung jawab dan membayar ganti rugi yang mahal. Solusinya, pastikan kamu menggunakan jasa penyewa yang bereputasi baik dan digunakan banyak turis, serta periksa dan dokumentasikan jetski atau skuter yang disewa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
3 Saham Paling 'Sibuk' pada Sesi I, IHSG Ambrol di Zona Merah
-
Gubernur BI: UMKM Jangan Langsung Diberi Modal
-
Tak Mau Disalahkan, Bahlil Serahkan Urusan Mati Lampu ke PLN
-
Listrik Byar Pet, Pengamat UGM: PLN Jangan Jadi 'Perusahaan Lilin Negara'
-
IHSG Loyo Nyaris ke Level 5.900, 501 Saham Kebakaran
-
Harga Minyakita Naik? Pengamat Ungkap Penyebabnya Hingga Langka di Pasaran
-
PLN Tegaskan Listrik Jawa Sudah Pulih, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
-
Kejar Penerimaan Pajak, DJP Akui Coretax Bisa Pantau Transaksi Bank hingga Konsumsi Listrik Warga
-
Daftar Harga Pangan Hari Ini: Hampir Semua Komoditas Kompak Meroket!
-
YLKI Desak PLN Tanggung Jawab Pemadaman Listrik Berulang, Soroti Kompensasi Konsumen