- OJK memproses permohonan penutupan PT Bank QNB Indonesia Tbk. yang berdampak pada kantor cabang tertentu.
- Penutupan beberapa kantor cabang Bank QNB efektif mulai 5 Januari 2026 untuk fokus pada layanan digital.
- Bank tersebut telah memenuhi hak karyawan terdampak sesuai ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.
Suara.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima permohonan penutupan PT Bank QNB Indonesia Tbk.
Lantaran, perusahaan mengumumkan akan menghentikan operasional kantor cabang di Bandung Dago, Semarang Gajah Mada, Surabaya Darmo, dan Jakarta Pluit mulai 5 Januari 2026.
Operasional akan dialihkan ke beberapa kantor cabang di Jakarta, seperti Jakarta SCBD dan Jakarta Gajah Mada.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan, penutupan kantor cabang Bank QNB Indonesia telah diproses OJK mengacu pada ketentuan yang berlaku.
"Penutupan sejumlah KC/KCP dilakukan seiring penguatan bisnis pada segmen Corporate & Institutional Banking (CIB) dan peningkatan proposisi digital yang dinilai tidak memerlukan unit kerja cabang yang terlalu banyak dengan penyebaran di kota- kota tertentu," katanya dalam jawaban tertulis, Sabtu (20/12/2025).
Kata dia, Bank QNB juga telah mempertimbangkan cost and benefit analysis pada setiap proses penyesuaian jaringan kantor termasuk efisiensi biaya.
Selain itu memastikan hak karyawan juga sudah terpenuhi.
"Bank menyatakan telah melakukan komunikasi dan tindak lanjut termasuk memenuhi hak- hak karyawan terdampak, seperti pengakhiran hubungan kerja sesuai dengan ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku," ujar dia.
Dia menambahkan Bank juga telah menginformasikan tindak lanjut dimaksud kepada OJK.
Baca Juga: OJK Bentuk Direktorat Perbankan Digital Mulai Tahun 2026, Apa Tugasnya?
"Melalui berbagai media, Bank telah menginformasikan rencana penutupan jaringan kantor tersebut untuk dapat diketahui oleh seluruh stakeholders terkait," tandasnya.
Sebagai informasi, dalam laporan Statistik Perbankan Indonesia, secara industri jumlah kantor bank menyusut dari 24.170 unit pada Juni tahun lalu menjadi 23.538 unit pada Juni 2025 atau berkurang 632 unit dalam setahun.
OJK mengungkapkan bahwa jumlah kantor cabang bank pelat merah pada Juni 2025 mencapai 12.078 unit.
Jumlah itu menyusut 2,31 persen secara tahunan (year on year/YoY) dibanding Juni 2024 yang tercatat sebanyak 12.364 unit.
Dengan demikian, selama setahun terdapat 286 kantor bank milik negara yang tutup.
Penurunan juga terjadi pada BPD dan bank swasta. Kantor cabang BPD susut 1,16 persen YoY menjadi 3.999 unit pada Juni 2025.
Berita Terkait
-
OJK Beri Kelonggaran Kredit, Nasabah Terdampak Bencana Banjir Dapat Perlakuan Khusus
-
OJK: Kecurangan di Industri Keuangan Semakin Canggih
-
Ribut Saham Gorengan, Insentif Pasar Modal untuk Apa?
-
Bos OJK Sebut Ada Tiga Cara Tingkatkan Integritas di Industri Keuangan, Apa Saja?
-
Influencer Tak Bisa Sembarangan, OJK: Harus Jujur Jika Endorse Produk Keuangan
Terpopuler
- Selamat Tinggal Jay Idzes? Sassuolo Boyong Amunisi Pertahanan Baru dari Juventus Jelang Deadline
- 4 Calon Pemain Naturalisasi Baru Era John Herdman, Kapan Diperkenalkan?
- Kakek Penjual Es Gabus Dinilai Makin 'Ngelunjak' Setelah Viral, Minta Mobil Saat Dikasih Motor
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 4 Mobil Kecil Bekas 80 Jutaan yang Stylish dan Bandel untuk Mahasiswa
Pilihan
-
Dugaan Skandal PT Minna Padi Asset Manajemen dan Saham PADI, Kini Diperiksa Polisi
-
Epstein Gigih Dekati Vladimir Putin Selama Satu Dekade, Tawarkan Informasi 'Rahasia AS'
-
Bertemu Ulama, Prabowo Nyatakan Siap Keluar dari Board of Peace, Jika...
-
Bareskrim Tetapkan 5 Tersangka Dugaan Manipulasi Saham, Rp674 Miliar Aset Efek Diblokir
-
Siswa SD di NTT Akhiri Hidup karena Tak Mampu Beli Buku, Mendikdasmen: Kita Selidiki
Terkini
-
Transisi Energi Diproyeksikan Tarik Investasi Rp1.682,4 Triliun
-
Jeffrey Hendrik Jabat Dirut PT BEI Sampai Juni 2026
-
Hashim: Prabowo Tak Omon-omon Soal Perlindungan Lingkungan
-
Ada Danantara di Demutualisasi Bursa, Apa Untungnya Buat Investor?
-
Kronologi PT Narada Aset Manajemen Manipulasi Saham IHSG, Ini Sosok Pemiliknya
-
OJK Mulai Kumpulkan Data Saham Gorengan, Ini Bocorannya
-
BEI: 2 Emiten Konglomerat Bakal IPO, Ini Bocorannya
-
PLTSa Ditargetkan Mulai Beroperasi pada 2027
-
Saham BUMI Terkoreksi Tajam Usai Lonjakan Signifikan, Ini Kata Analis
-
Bank Indonesia Gabung dengan Proyek Nexus, Apa Untungnya?