Suara.com - Kementerian Koperasi bersama Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi menyelenggarakan Program Pengembangan Talenta Project Management Officer (PMO) Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) sebagai langkah strategis memperkuat tata kelola dan keberlanjutan program KDKMP di seluruh Indonesia.
Program yang dilaksanakan pada 20–21 Desember 2025 ini di Jakarta bekerja sama dengan ESQ, serta diikuti oleh 300 peserta PMO yang berasal dari tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Para PMO ini dipersiapkan menjadi penggerak utama sekaligus pengawal pelaksanaan program KDKMP di daerah.
Rangkaian kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kepemimpinan, kolaborasi tim, serta pembentukan pola pikir bertumbuh (growth mindset). Peserta mendapatkan pembekalan mulai dari internalisasi nilai-nilai koperasi, pengelolaan potensi dan dinamika tim, penyusunan rencana pengembangan diri, hingga perencanaan strategis koperasi yang berorientasi pada visi, bisnis, dan rencana aksi.
Direktur Utama LPDB Koperasi, Krisdianto, menegaskan bahwa keberhasilan program KDKMP sangat ditentukan oleh kesiapan dan kualitas sumber daya manusia, khususnya peran strategis PMO di lapangan.
“PMO memiliki peran kunci dalam memastikan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih berjalan secara terarah, akuntabel, dan berkelanjutan. Melalui program pengembangan talenta ini, kami ingin menyiapkan PMO yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepemimpinan dan integritas,” ujar Krisdianto.
Ia menambahkan, LPDB Koperasi berkomitmen mendukung penguatan koperasi secara menyeluruh, tidak hanya melalui pembiayaan, tetapi juga pengembangan kapasitas.
“LPDB Koperasi hadir sebagai mitra strategis Kementerian Koperasi dalam membangun ekosistem koperasi yang sehat. Penguatan SDM PMO merupakan fondasi penting agar koperasi desa dan kelurahan mampu tumbuh mandiri, produktif, dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.
Melalui kolaborasi dengan ESQ, para peserta juga dibekali penguatan karakter dan kepemimpinan berbasis nilai, sehingga diharapkan mampu menjadi agen perubahan dan teladan dalam pengelolaan koperasi di daerah.
Program Pengembangan Talenta PMO ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Koperasi dan LPDB Koperasi untuk memastikan program KDKMP tidak hanya berjalan secara administratif, tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang nyata bagi masyarakat desa dan kelurahan di seluruh Indonesia.
Baca Juga: LPDB Koperasi Akselerasi Penyelesaian NRB Lewat Sinergi Pusat dan Daerah
Krisdianto juga menekankan bahwa PMO KDKMP diharapkan mampu menjadi penghubung yang solid antara kebijakan pusat dan kebutuhan riil di daerah.
“PMO bukan sekadar pelaksana program, tetapi juga fasilitator dan problem solver di lapangan. Mereka harus mampu membaca potensi desa, mengelola risiko, serta memastikan koperasi berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan berorientasi pada keberlanjutan,” jelas Krisdianto.
Menurutnya, dengan kapasitas PMO yang kuat, koperasi desa dan kelurahan dapat berkembang sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat.
“Ketika PMO bekerja dengan profesional dan berlandaskan nilai koperasi, maka KDKMP akan menjadi lokomotif ekonomi desa. Inilah yang kami dorong bersama Kementerian Koperasi, agar koperasi benar-benar hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.***
Berita Terkait
-
LPDB Koperasi Akselerasi Penyelesaian NRB Lewat Sinergi Pusat dan Daerah
-
LPDB Koperasi Dukung Koperasi Kelola Tambang, Dorong Keadilan Ekonomi bagi Penambang Rakyat
-
Dua Program Flagship Prabowo Bayangi Keseimbangan APBN 2026 dan Stabilitas Fiskal
-
BRI Dukung Pendampingan Kopdes Merah Putih Melalui Rumah BUMN dan Desa BRILiaN
-
Jelang Peluncuran Kopdes Merah Putih: Pelatihan Intensif dan Akses Pendanaan Hingga Rp 3 Miliar
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Investor Migas Makin Percaya Indonesia, Proyek Bukit Panjang Masuk Tahap Fabrikasi
-
Bahlil Ungkap 5.700 Desa Masih Gelap, Pemerintah Gelontorkan Rp10,3 Triliun untuk Listrik Desa
-
Kabar Baik Pencari Kerja! Kemnaker Buka Pelatihan Gratis untuk 20.000 Peserta, Daftar hingga 9 Juli
-
Masuk Fortune Southeast Asia 500 2026, Hutama Karya Perkuat Kiprah sebagai BUMN Konstruksi Terkemuka
-
Beralih ke Jargas Hemat Biaya Energi hingga 33 Persen, Pemerintah Tambah 160 Ribu Sambungan Baru
-
Tahun Emas ke-50, Darya-Varia Berkinerja Tangguh dan Komitmen pada Pertumbuhan Berkelanjutan
-
Pasokan Batubara PLTU Jawa Mulai Pulih, PLN Kini Kejar Perbaikan Dua Pembangkit
-
Bulog Buka Suara soal Dugaan Korupsi Beras Wamena, Pastikan Distribusi Pangan Tetap Aman dan Stabil
-
Kabar Baik bagi MBR! Menteri PKP Pastikan Bunga KPR FLPP Tetap 5 Persen, Meski BI Rate Naik
-
Polemik MBG Saat Libur Sekolah, Gapembi Kritik BGN