Suara.com - Nama Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir disebut sebagai salah satu figur potensial calon wakil presiden atau cawapres 2024. Hal ini berdasarkan hasil survei Indikator Politik Indonesia bertajuk "Pacuan Kuda Elektabilitas Bakal Capres dan Peta Kekuatan Elektoral Partai Pasca-Deklarasi" di Jakarta.
Direktur Eksekutif Indikator Burhannudin Muhtadi mengatakan Erick merupakan salah satu figur yang mengalami kenaikan dukungan sejak Agustus 2022. Sementara nama lain cenderung mengalami penurunan.
Dalam survei tersebut, ucap dia, tren Erick meningkat dari 8,5 persen pada riset Juni 2022. Burhanuddin menyampaikan 9,6 persen responden dalam simulasi 18 nama, memilih mantan Presiden Inter Milan tersebut sebagai cawapres.
Erick yang menjadi salah satu menteri dengan kinerja terbaik dan menjadi kesayangan Presiden Jokowi, juga memiliki basis massa yang solid dengan ragam latar belakang.
"Kalau kita melihat, basis Erick Thohir itu kebanyakan pemilih kota, anak muda, Nahdlatul Ulama, dan nonmuslim," ujar Burhanuddin.
Burhanuddin mengatakan mayoritas pemilih Erick atau 19,2 persen ingin Erick berpasangan dengan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sementara 7,3 persen lainnya ingin dengan Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, dan sebagian kecil atau 3,9 persen menduetkan Erick dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
"Erick punya kecocokan dengan Ganjar dan hampir memiliki kesamaan basis pemilih. Maka lumrah kalau elektabilitas keduanya bagus saat simulasi survei. Basisnya Ganjar mirip dengan Erick. Wajar ada yang menginginkan Erick jadi pendampingnya Ganjar," kata Burhanuddin.
Survei yang melibatkan 1.220 responden dari 34 provinsi dilakukan pada 30 Oktober hingga 5 November 2022. Para responden dipilih berdasarkan hasil penarikan sampel menggunakan metode multistage random sampling dan diwawancara secara tatap muka. Survei ini memiliki angka toleransi kesalahan atau margin of error sekitar 2,9 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.
Baca Juga: Erick Thohir Jamin BUMN Bakal Bantu UMKM Agar Tidak Bangkut
Berita Terkait
Terpopuler
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- 5 Pilihan Jam Tangan Casio Anti Air Mulai Rp100 Ribuan, Stylish dan Awet
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- 5 HP Infinix Rp3 Jutaan Spek Dewa untuk Gaming Lancar
Pilihan
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
-
Terungkap Jalur Gelap 10 Ton Pupuk Subsidi di Sumsel, Dijual ke Pihak Tak Berhak
Terkini
-
Suku Bunga Tinggi, Milenial-Gen Z Kini Lebih Percaya Medsos Ketimbang Brosur Properti
-
Laba PNM Tembus Rp1,14 triliun, Dirut BRI: Pertumbuhan Sehat dan Berkelanjutan
-
Panen Padi Biosalin Tembus Rp1,23 Miliar di Tengah Cuaca Ekstrem
-
Harapan Konsumen Properti: Bunga KPR Jangan Tinggi-Tinggi!
-
Genjot Produktivitas Sapi Nasional, DPD RI Dorong Revitalisasi Vokasi Peternakan
-
Pelaku Industri Dorong Pendekatan Pengurangan Risiko Tembakau di RI
-
Menkeu Purbaya Masih Optimistis IHSG Tembus 10.000 Tahun Ini
-
Mau Jual Emas dan Untung Besar? Ya di Raja Emas Indonesia Saja!
-
Menkeu Bantah Hoaks Uang Negara Tinggal Rp120 Triliun
-
Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja