Suara.com - Low Tuck Kwong kini menjadi sosok orang paling kaya di Indonesia versi Forbes dengan total kekayaanya mencapai US$25,2 miliar atau setara Rp378 triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS).
Low Tuck Kwong mengalahkan duo Hartono Bersaudara yang selama belasan tahun menduduki peringkat nomer wahid alias orang paling kaya di Indonesia.
Kekayaanya Low Tuck Kwong melejit cukup tinggi sepanjang tahun ini berkat harga komoditas khususnya batubara yang merangkak naik. Dia sendiri adalah pendiri emiten tambang batubara PT Bayan Resources Tbk (BYAN).
Pada hari Senin (26/12/2022) saham BYAN sendiri bergerak cukup menjanjikan. Sepanjang sesi I ini BYAN menguat cukup signifikan yakni sebesar 4,85 persen atau telah menguat bertamabah 900 basis poin ke level Rp19.475 per lembar saham.
Sejak pembukaan tadi pagi saham BYAN memang terlihat terus merangkak naik dari pembukaan awal di level Rp18.500 hingga mencapai level tertingginya di Rp19.800 per lembar saham.
BYAN sendiri sudah ditransaksikan sebanyak 1,4 juta saham dengan nilai mencapai Rp26,85 miliar dengantotal frekuensi perdagangan sebanyak 3.510 kali.
Sebelumnya, Low Tuck Kwong tak pernah bermimpi jadi orang paling kaya se Tanah Air usai kekayaanya melejit cukup tinggi sepanjang tahun ini berkat harga komoditas yang merangkak naik.
Mengutip real time Forbes, Senin (26/12/2022) kini kekayaan pendiri PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menembus US$25,2 miliar atau setara Rp378 triliun (asumsi kurs Rp15.000 per dolar AS),
Dengan kekayaan tersebut sudah cukup untuk dirinya menempati orang paling tajir se-Indonesia, dia menyalip posisi Hartono bersaudara yang harus puas di peringkat ke-2 dan ke-3.
Baca Juga: Laporan Terbaru IEA: Era Batubara Diproyeksikan Akan Segera Berakhir
Tak hanya karena harga batubara yang core utama bisnis BYAN, Low Tuck Kwong juga diketahui tercatat sebagai pengendali di perusahaan energi terbarukan Singapura, Metis Energy yang sebelumnya dikenal sebagai Manhattan Resources dan memiliki kepentingan di The Farrer Park Company, Samindo Resources, dan Voksel Electric.
Kwong juga menjadi pendukung utama SEAX Global untuk membangun sistem kabel laut bawah laut untuk konektivitas internet yang menghubungkan Singapura, Indonesia, dan Malaysia.
Keputusannya membeli tambang itulah yang membawanya saat ini menjadi orang terkaya nomor satu di Indonesia. Jumlah kekayaannya juga terpantau cukup jauh dari Hartono bersaudara.
Budi Hartono menjadi orang terkaya nomor dua dengan harta US$22,1 miliar atau Rp331,5 triliun.
Kemudian, Michael Hartono bergeser menjadi orang terkaya nomor tiga di Indonesia dengan kekayaan US$21,3 miliar atau Rp319,5 triliun.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
BI Catat Asing Bawa Kabur Dananya Rp 12,40 Triliun dari Pasar Saham
-
Pendampingan PNM Dirasakan Langsung oleh Perempuan Pesisir Kaltim
-
Kampanye Judi Pasti Rugi Makin Masif, Transaksi Judol Anjlok 57 persen
-
Purbaya Bantah Bos BEI dan OJK Ramai-ramai Mundur Gegara Prabowo Marah
-
Saham-saham Milik Konglomerat Terancam Aturan Free Float, Potensi Delisting?
-
Purbaya Pede IHSG Tak Lagi Kebakaran Senin Depan Meski Petinggi BEI dan OJK Mundur
-
Tak Hanya Danantara, Lembaga Keuangan Asing Bisa Jadi Pemegang Saham BEI
-
Pasar Modal Diguncang Mundurnya Pejabat OJK, IHSG Rawan Tekanan Jual
-
Harga BBM Turun di Semua SPBU Pertamina, Vivo, Shell dan BP
-
IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun