Suara.com - Pengamat asuransi Irvan Rahardjo menilai keberhasilan Asuransi Jasindo ke luar dari posisi risk based capital (RBC)/ rasio kecukupan modal yang pada tahun lalu berada dikondisi minus 84,85% ke positif 137,21% patut diaprrsiasi.
“Keberhasilan bangkit dari posisi terpuruk ini menunjukan kalau management Jasindo sudah on the right track dalam mengelola potensi-potensi perusahaan, hal ini patut diapresiasi,” kata Irvan.
Namun menurut Irvan, Jasindo tidak boleh terlena dengan kondisi ini. Karena perbaikan RBC utamanya disumbang oleh aksi korporasi yang bersifat anorganik.
Jasindo harus lebih mengutamakan inisiatif-insiatif yang bersifat organik di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. Di antaranya digitalisasi dan transformasi proses bisnis.
“RBC merupakan hal dasar bagi perusahaan asuransi, namun Jasindo jangan terlena dan harus memanfaatkan situasi yang baik ini untuk memaksimalkan peluang-peluang yang ada,” ujarnya.
Peluang-peluang tersebut ada di beberapa lini asuransi umum yang diperkirakan akan tetap bertumbuh walau dibayang-bayangi ancaman resesi global.
“Pada tahun ini produk-produk asuransi seperti asuransi properti atau harta benda, asuransi pengangkutan, asuransi kendaraan bermotor, dan beberapa produk asuransi umum lain masih akan mengalami pertumbuhan positif,” jelas Irvan.
Sebelumnya hal serupa juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset, dan Analisa Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Trinita Situmeang menyatakan berbagai peluang bisnis asuransi umum yang tetap akan tumbuh positif pada 2023.
"Pada tahun 2023, kami memandang industri asuransi umum masih akan cukup baik dan akan tetap menjadi pendukung ataupun refleksi dari pertumbuhan ekonomi nasional," kata Trinita dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Baca Juga: BRI Asuransi Indonesia Raih Sertifikasi SMAP ISO 37001:2016
Trinita menjelaskan pertumbuhan positif asuransi umum tahun depan akan didorong oleh asuransi properti atau harta benda, asuransi pengangkutan barang dan distribusi barang, asuransi rekayasa atau engineering, serta asuransi kendaraan bermotor, baik dari penjualan kendaraan roda empat dan roda dua.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Tensi Timur Tengah Mereda, Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.211 Per Dolar AS
-
IHSG Bangkit Melesat Tinggi ke Level 7.200 di Senin Pagi
-
Bidik Nasabah Kelas Atas, BRI Life Bedah Strategi Kelola Kekayaan
-
Genjot EBT, FIFGROUP Resmikan Solar Panel Ke-43
-
Emas Antam Turun Harga, Hari Ini Dibanderol Rp 2.809.000/Gram
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara
-
Harga Emas Antam, Galeri 24 dan UBS Stabil, Kesulitan Tembus Level Rp 3 Juta