- Kejaksaan Agung mencabut status cegah ke luar negeri bagi Direktur Utama PT Djarum, Victor Rachmat Hartono.
- Pencabutan ini terkait penyidikan korupsi pajak periode 2016-2020 karena faktor kooperatif.
- Penyidikan kasus ini meliputi penyitaan aset dan pemeriksaan sekitar 40 saksi hingga kini.
Suara.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) mengambil keputusan signifikan dengan mencabut status cegah ke luar negeri terhadap Direktur Utama PT Djarum, Victor Rachmat Hartono.
Sebelumnya, pencegahan ini diberlakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi pajak yang terjadi selama periode 2016-2020.
Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Anang Supriatna, membenarkan kabar tersebut.
"Terhadap yang bersangkutan telah dimintakan pencabutan," kata Anang Supriatna dalam keterangan, dikutip Minggu (30/11/2025).
Meskipun tidak memberikan penjelasan rinci mengenai alasan pencabutan tersebut, Anang menyebutkan bahwa salah satu faktor utamanya adalah sikap kooperatif Victor Rachmat Hartono selama proses penyidikan.
Pencabutan status cegah tangkal ini terjadi di tengah bergulirnya penyidikan kasus dugaan korupsi pajak di Direktorat Jenderal Pajak, Kementerian Keuangan (Kemenkeu), yang tengah diusut oleh Kejagung.
Kasus ini berpusat pada dugaan korupsi yang dilakukan oleh oknum atau pegawai pajak di Ditjen Pajak Kemenkeu, di mana mereka diduga memperkecil kewajiban pembayaran perpajakan perusahaan atau wajib pajak sepanjang tahun 2016 hingga 2020.
Meskipun konstruksi perkara belum dirinci secara resmi, Kejagung telah melakukan serangkaian langkah penyidikan.
- Penyitaan Aset: Penyidik Kejagung pada Minggu (25/11/2025) malam telah melakukan penggeledahan di sejumlah titik dan menyita aset berupa kendaraan roda empat merek Toyota Alphard dan motor gede (moge). Kendaraan tersebut diduga kuat memiliki keterkaitan dengan perkara yang disidik.
- Pemeriksaan Saksi: Hingga saat ini, Kejagung telah memeriksa sekitar 40 saksi terkait kasus ini. Para saksi yang dimintai keterangan berasal dari beragam latar belakang, termasuk kalangan birokrasi dan pihak swasta.
- Pihak yang Masih Dicegah: Selain Victor Rachmat Hartono yang kini statusnya telah dicabut, beberapa pihak lain masih dikenakan status cegah ke luar negeri untuk kepentingan penyidikan. Mereka yang masih dicegah meliputi Ken Dwijugiasteadi, Bernadette Ning Dijah Prananingrum, Heru Budijanto Prabowo, dan Karl Layman.
Penyidikan kasus dugaan korupsi pajak ini terus menjadi perhatian publik karena melibatkan BUMN dan sektor swasta besar, serta menunjukkan komitmen Kejagung dalam memberantas praktik korupsi di sektor perpajakan.
Baca Juga: Kasus Pajak Seret Eks Dirjen dan Bos Djarum, Kejagung Sita Sejumlah Kendaraan hingga Dokumen
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
NWP Property Operasikan PLTS Atap di Empat Pusat Perbelanjaan
-
Pemerintah Mau Guyur Dana Rp 6 Miliar Buat Hidupkan Industri Tekstil
-
Tata Kelola Jadi Kunci Kepercayaan di Ekosistem Venture Capital
-
Pelaku Industri Keluhkan Kuota PLTS Atap Masih Jadi Hambatan
-
Shell, BP dan Vivo Diminta Bernegosiasi dengan Pertamina untuk Beli Solar
-
ESDM Beberkan Sosok Perusahaan Pemenang Tender Pembangunan WKP Telaga Ranu
-
CEO Danantara: 1.320 Huntara Bakal Diserahkan ke Korban Banjir Sumatera Besok
-
Perusahaan Dompet Digital Mulai Sasar Segmen Olah Raga
-
Pemerintah Buka Seluasnya Akses Pasar Ekspor untuk Redam Gejolak Ekonomi Global
-
Menko Airlangga Sebut Presiden Lebih Pilih Terapkan B40 Tahun Ini