Suara.com - Mampu memberikan pendapatan pasif dan menjaga nilai aset agar tidak tergerus inflasi, banyak orang tertarik untuk berinvestasi. Jenis instrumen investasi yang bisa dipilih oleh investor pun sangat beragam dan bisa disesuaikan dengan segala kebutuhan maupun kondisi keuangan.
Untuk investor pemula, reksa dana biasanya dijadikan sebagai instrumen investasi pilihan. Alasannya pun beragam, mulai dari cara kerjanya yang lebih simpel, modal investasi terjangkau, hingga tingkat risiko dan keuntungan bisa disesuaikan dengan keinginan. Namun, bagi yang masih awam dalam dunia investasi, ada baiknya memilih produk reksa dana pasar uang.
Ada banyak alasan mengapa reksa dana pasar uang layak dijadikan pilihan oleh investor pemula. Untuk lebih jelasnya, simak penjelasan tentang apa itu reksa dana pasar uang, keunggulan, dan juga kekurangannya berikut ini.
Apa Itu Reksa Dana Pasar Uang?
Reksa dana pasar uang merupakan salah satu jenis produk reksa dana yang mana dana kelolaannya dialokasikan sepenuhnya pada instrumen pasar uang, obligasi dengan jangka waktu maksimal 1 tahun, dan deposito berjangka. Pada dasarnya, jika dibandingkan dengan deposito ataupun rekening tabungan bank biasa, reksa dana pasar uang mampu memberi peluang imbal hasil lebih menjanjikan.
Sedangkan dari segi risikonya, produk reksa dana ini disebutkan mempunyai risiko paling rendah ketimbang jenis reksa dana lainnya. Tapi, hal ini wajar saja karena memang peluang keuntungan dari reksa dana pasar uang lebih terbatas dan tak sebesar produk reksa dana lainnya.
Karena alasan tersebut, tidak sedikit pihak yang menyarankan investor pemula untuk memulai investasi dengan produk ini. Dengan risiko yang lebih rendah, reksa dana pasar uang ideal dijadikan pilihan oleh investor pemula agar bisa membiasakan diri dengan dunia investasi terlebih dulu. Selain itu, jenis reksa dana tersebut juga cocok dipilih bagi investor yang memiliki profil risiko rendah atau konservatif, dan memiliki jangka waktu investasi pendek.
Tingkat risiko yang rendah pada reksa dana pasar uang menjadikan investor pemula mampu mendapatkan pengalaman investasi tanpa khawatir modalnya menurun drastis. Rendahnya risiko investasi reksa dana pasar uang ini juga menjadikan produk tersebut pas dipilih ketika mempunyai tujuan investasi berjangka pendek ataupun mengutamakan likuiditas. Pasalnya, sifat dari jenis reksa dana ini gampang dicairkan kapan pun dibutuhkan.
Tapi jangan salah, investor berpengalaman dan mempunyai tujuan investasi jangka panjang juga tidak jarang masih memilih jenis reksa dana ini. Tujuannya adalah sebagai diversifikasi portofolionya agar nilai investasi tetap terjaga di tengah ketidakpastian pasar saham maupun obligasi.
Baca Juga: Investasi Asing Jangan Sampai Merusak Infrastruktur Jalan
Beragam Keunggulan atau Manfaat Reksa Dana Pasar Uang
Setelah memahami sekilas tentang apa itu reksa dana pasar uang, Anda pasti sedikit banyak telah memahami manfaat atau keunggulannya. Lebih jelasnya, inilah beragam keunggulan dari produk reksa dana pasar uang.
- Bisa dimulai dengan modal mulai 10 ribu atau 50 ribu.
- Potensi imbal hasil lebih tinggi ketimbang deposito atau tabungan.
- Pengelolaan dilakukan Manajer Investasi secara profesional dan dibekali keahlian serta pengalaman.
- Efisiensi waktu dan tenaga karena tak harus melakukan analisis emiten investasi.
Berita Terkait
-
Provinsi Papua Tawarkan Surga Investasi dari Hasil Laut dan Pariwisata
-
Nilainya Rp 1,5 T, Korsel Tawarkan Diri untuk Investasi di PPU
-
Pembangunan Smelter PT Freeport Telah Habiskan Biaya Investasi USD 1,63 miliar
-
Kini Ada Fitur Baru Investasi Reksa Dana di Aplikasi SimInvest, Berikut Produk Unggulannya
-
Ekonom Apresiasi Rampungnya Peta Jalan Hilirisasi Hingga 2040
Terpopuler
- 4 Mobil Sedan Bekas di Bawah 30 Juta Mudah Dirawat, Performa Juara!
- 5 Rekomendasi Sepatu Jalan Kaki dengan Sol Karet Anti Slip Terbaik, Cocok untuk Lansia
- Bupati Mempawah Lantik 25 Pejabat, Berikut Nama-namanya
- 4 Rekomendasi HP Murah Layar AMOLED dengan Baterai Jumbo Terbaik Januari 2025
- Stargazer vs Xpander: 10 Fakta Penentu MPV 7 Seater Paling Layak Dibeli
Pilihan
Terkini
-
Inflasi Tinggi Mengancam di Awal 2026, Apa Dampaknya?
-
Nama-nama di Balik Bursa Kripto ICEX, Benarkah Ada Haji Isam dan Happy Hapsoro?
-
Dilema Pengetatan Defisit APBD 2026: Antara Disiplin Fiskal dan Risiko Penurunan Belanja
-
Kelanjutan Proyek PLTN Tinggal Tunggu Perpres dari Prabowo
-
Tak Terbukti Dumping, RI Bisa Kembali Ekspor Baja Rebar ke Australia
-
Penggunaan SPKLU PLN Naik Hampir 500 Persen Saat Libur Nataru
-
Aturan Baru Soal Akuntan Dinilai Buka Peluang Kerja untuk Gen Z
-
Purbaya Siapkan Pembangunan Sekolah Terintegrasi Impian Prabowo, Apa Itu?
-
Ganti Jibor dengan INDONIA, BI Mau Buat Pasar Keuangan Lebih Transparan
-
Awas Bubble Pecah! Bahaya Mengintai saat IHSG Menuju Rp 10.000