Suara.com - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menegaskan komitmen pemerintah melakukan hilirisasi industri yang merupakan salah satu wujud transformasi ekonomi di Indonesia. Hal itu tercermin dari telah dirampungkan roadmap atau peta jalan hilirisasi.
Peta jalan atau road map hilirisasi hingga 2040 memprioritaskan 21 komoditas dari delapan sektor, tidak hanya pada nikel dan bauksit. Ke-21 komoditas tersebut merupakan bagian dari delapan sektor prioritas untuk dilakukan hilirisasi, yaitu sektor mineral, minyak bumi, perkebunan, perikanan, batu bara, gas bumi, kelautan, kehutanan.
Wakil Ketua DPD Sultan B Najamudin mengapresiasi inisiatif dan inovasi kebijakan Road Map Hilirisasi tersebut. Kebijakan larangan ekspor bahan baku mentah itu disebut bisa menjadikan Indonesia negara kuat di kawasan ASEAN.
“Peta jalan hilirisasi industri komoditas yang komprehensif dan terintegrasi merupakan kebutuhan yang sangat urgen disiapkan oleh pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan ekspor Indonesia," ujar Sultan B Najamudin.
"Kami sangat mengapresiasi kinerja kementerian Investasi dengan terobosan hilirisasi yang baru saja rampung”, imbuhnya.
Dikatakan Sultan B Najamudin, dengan road map tersebut menjadi panduan bagi pemerintah dan para calon investor dalam menetapkan kebijakan investasi. Sultan optimis target investasi dan pembukaan lapangan pekerjaan dengan sendirinya akan meningkat.
Selain itu, Sultan berharap pemerintah daerah dapat terlibat secara optimal mendukung hilirisasi sehingga memberikan manfaat ekonomi masyarakat secara signifikan.
“Harapannya semua target Road map hilirisasi akan tercapai secara terarah, terukur dan memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat. Dan hal itu dapat tercapai jika semua pihak dapat dilibatkan secara proporsional, khususnya pemerintah daerah”, terang Sultan.
Pemerintah daerah, lanjut Sultan, harus diberikan ruang kolaborasi dan partisipasi dalam perjalanan hilirisasi komoditas ini. Hal ini tidak boleh diabaikan, sehingga Jangan sampai ada celah yang menghambat proses hilirisasi komoditas di daerah.
Baca Juga: DPR Hampir Bosan Dengerin Jokowi Ngomong Hilirisasi: Faktanya Tidak Ada!
“Karena daerah merupakan ujung tombak dalam upaya meningkatkan investasi dan pelayanan publik”, ucapnya.
Meski demikian, mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu menjelaskan, peran ini bisa terwujud secara optimal jika pemerintah daerah memiliki tata kelola yang baik, termasuk metode yang inovatif dalam menawarkan peluang investasi. Fokusnya melalui pengembangan model bisnis yang sesuai dengan potensi daerah.
Sementara itu, Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Profesor Didik J Rachbini mendukung penuh road map hilirisasi yang berjalan sesuai dengan target agar memberikan nilai tambah bagi produk-produk dalam negeri.
“Hilirisasi itu kan sebenarnya penciptaan nilai tambah sama dengan industrialisasi, jadi mutlak harus ke sana. Kemarin yang disampaikan Menteri Bahlil itu adalah peta jalan 21 komoditas yang bisa dikembangkan dengan segera hilirisasinya agar dapat nilai tambahnya tinggi,” ucap Didik.
Guru Besar Ilmu Ekonomi Politik Universitas Paramadina itu menyampaikan, dukungan terhadap hilirisasi itu juga harus datang dari berbagai sektor baik dari sisi investasi, ketersediaan lahan, tenaga kerja dan sektor perbankan.
“Ya dukungan investasi, dukungan perbankan, kemudahan perolehan tanah, tenaga kerja, keterampilan, keahlian, inovasi macam-macam dukungan perbankan mendesak semua,” paparnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Dari 'Kargo Gelap' Garuda ke Nakhoda Humpuss: Kembalinya Ari Askhara di Imperium Tommy Soeharto
-
Tanpa Bintang Eropa, Inilah Wajah Baru Timnas Indonesia Era John Herdman di Piala AFF 2026
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
Terkini
-
Saham-saham Tekstil Langsung ARA Usai Pemerintah Siapkan Suntikan Dana Triliunan
-
Suntikan Aset dan Efisiensi Operasional, Saham INDS Meroket 145% Hingga Tembus ARA
-
Dapat Restu ESDM, Vale Gaspol Lakukan Operasional
-
Selain BBM, SPBU Kini Gali Cuan dari Air Minum Isi Ulang
-
IHSG Bidik Level 10.500: Mirae Asset Tetap Bullish di Tengah Tantangan Rupiah
-
Danantara Pastikan PT Timah Bukan Masuk Radar Penyuntikan Dana
-
Apa Itu Rekening Koran dan Apa Fungsinya? Ini yang Perlu Dipahami
-
Purbaya Sebut Bisnis Sektor Media Cerah: Saham DIGI, TMPO, dan VIVA Langsung Ceria
-
Harga Beras hingga Jagung Kompak Turun, Tekanan Pangan Nasional Kian Melandai
-
ANTAM Bantah Kabar Ledakan Tambang: Hoaks!