Suara.com - Sukarelawan Gardu Ganjar tengah menjalankan program berupa usaha pertambakan ikan dan pertanian untuk masyarakat di sejumlah kecamatan di wilayah Banten.
Andre, salah satu perwakilan dari Gardu Ganjar mengatakan program pertambakan ikan dan pertanian itu dilakukan di Kecamatan Kopo dan Kecamatan Jawilan, Kabupaten Serang.
"Kemudian dilakukan juga di Kecamatan Maja, Kabupaten Lebak," ujar dia.
Menurut dia, usaha pertambakan ikan dan pertanian itu diharapkan bisa memenuhi kebutuhan warga sehari-hari.
"Harapan kami, warga bisa menjadi lebih mandiri dengan adanya pertambakan ikan dan pertanian ini," kata dia.
Adapun jenis pertambakan ikan yang diberikan berupa ikan lele, ikan mas, dan ikan nila.
Menurut dia, program peningkatan ekonomi desa yang dilakukan warga binaan Gardu Ganjar telah berjalan selama dua bulan sejak Desember 2022.
Program itu tersebar di Kabupaten Lebak, Kabupaten Pandeglang, Serang dan juga wilayah lainnya di Provinsi Banten.
Asep (34), salah satu warga yang menjadi binaan Gardu Ganjar mengaku sangat terbantu dengan adanya bantuan dari relawan Gardu Ganjar.
Baca Juga: Rangkul Para Petani Muda, OMG Jabar Gelar Pelatihan Pertanian Organik
"Dengan adanya usaha pertambakan ikan dan pertanian, warga bisa mandiri dan kuat secara ekonomi," kata dia.
"Kami sangat terbantu dengan bantuan yang diberikan, karena warga kini punya usaha mandiri untuk menghidupi kebutuhan sehari-hari," sambung Asep.
Kemudian untuk membuka lahan pertanian, sukarelawan pendukung Ganjar Pranowo itu turut membagikan bibit cabai serta timun suri secara cuma-cuma.
Kini, pertanian yang dijalankan warga sudah berkembang dan hanya menunggu hasil panen untuk beberapa pekan ke depan.
"Kami berharap bantuan bibit ikan dan bibit pertanian cabai serta timun suri yang diberikan makin berkembang dan warga menjadi mandiri secara ekonomi," pungkas dia.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026