Suara.com - PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengatakan paska insiden terbakarnya kapal pengangkut bahan bakar minyak (BBM) di Perairan Mataram, Lombok Nusa Tenggara Barat (NTB), tidak akan mengganggu pasokan BBM di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat, dan Bali
"Untuk suplai BBM kami pastikan stok Terminal BBM Ampenan dalam keadaan aman. Saat ini, stok sebanyak 3.200 kilo liter (KL) untuk kebutuhan selama tiga hari. Kemudian Terminal BBM Sanggaran, Bali, memiliki stok 4.200 KL untuk kebutuhan selama empat setengah hari," kata Pjs Area Manager Communication, Relation & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Taufik Kurniawan yang dikutip Senin (27/3/2023).
Untuk menjaga stok BBM di Pulau Lombok, kata Taufik, pihaknya melakukan pengalihan suplai kapal MT Olivia yang mengangkut BBM jenis pertalite sebanyak 2.500 KL. Kapal MT Oivia sedianya akan sandar ke terminal BBM Bima ditarik dulu untuk memenuhi kebutuhan Terminal BBM Ampenan.
Meskipun ada pengalihan suplai, Taufik memastikan bahwa Terminal BBM Ampenan dan Bima tetap mampu menopang kebutuhan di Bima dan juga Pulau Lombok. "Kemudian di Sanggaran, Bali, kami pastikan juga aman karena di Bali terdapat Terminal BBM yang besar, yakni Terminal BBM Manggis," ucapnya.
Pihaknya juga untuk sementara akan mengubah pola suplai BBM, yakni lewat darat dari Terminal Manggis, Bali ke Terminal BBM Ampenan di Kota Mataram, sambil menunggu Kapal Elisabet 1 yang rencananya akan sandar pada 27 maret 2023 dengan membawa muatan pertalite sebesar 1.000 KL.
"Untuk itu, kami harapkan masyarakat tidak panik karena stok BBM di Pulau Lombok dan juga Bali, kami pastikan dalam keadaan aman. Dan Pertamina melakukan segala upaya untuk memastikan stok di Terminal BBM Sanggaran dan Ampenan dalam keadaan aman," kata Taufik.
Seperti dilaporkan, Kapal MT Kristin terbakar di perairan laut barat Pulau Lombok, pada Minggu (26/3/2023) sekitar pukul 14.50 Wita. Kapal tersebut disewa oleh Pertamina Internasional Shipping dengan membawa muatan sebesar 5.900 KL BBM jenis pertalite.
Menurut dia, Kapal tersebut sedianya akan mengeluarkan muatan (loading) di Terminal BBM Ampenan sebesar 2.700 KL pertalite.
"Setelah selesai loading di Terminal BBM Ampenan, kapal akan melanjutkan perjalanan untuk loading kembali di Terminal BBM Sanggaran Bali sebesar 2.300 KL," ujarnya.
Baca Juga: 5 Fakta Kapal Tanker Pengangkut BBM Pertamina Terbakar, Begini Kronologinya
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Sadis! Pria di Bantul Tewas Ditebas Parang di Depan Anak Istri Saat Tertidur
-
Minta Restu Jokowi, Mantan Bupati Indramayu Nina Agustina Bachtiar Gabung PSI
-
Sumsel Berduka, Mantan Gubernur Alex Noerdin Meninggal Dunia
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
Terkini
-
BPS Gelar Sensus Ekonomi 2026, Sasar Pelaku Usaha
-
Purbaya Tarik Utang Baru Rp 127,3 Triliun di Januari 2026
-
Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal
-
Rupiah Menguat, Dolar Melemah Setelah Pidato Kenegaraan Trump yang Kontroversial
-
Telkom Solution Perkuat Sinergi Lintas Industri, Dorong Akselerasi Ekonomi Nasional Berbasis Digital
-
Wamen Investasi Klaim Perjanjian Tarif dengan AS Tak Ganggu Kemandirian Indonesia
-
Ignasius Jonan Resmi Jadi Komisaris SOHO, Manajemen Ungkap Alasan Perombakan
-
Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo
-
Indonesia Terbitkan Obligasi Euro dan Yuan, Gangdeng Tiga Bank Terkemuka
-
Produsen Mie Sedaap Bantah Ada PHK Jelang Lebaran 2026