Suara.com - Masyarakat terdampak banjir bandang Sungai Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, antusias menyambut kehadiran Ustadz Sahabat (Usbat) Ganjar Sumut.
Dusun II, Desa Bandar Baru, Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang jadi salah satu daerah terdampak bencana tersebut. Kurang lebih ada 17 rumah yang terendam banjir.
Sukarelawan Ustadz Sahabat (Usbat) Ganjar Sumatera Utara bergerak cepat menyerahkan stimulus secara dor to dor untuk memenuhi kebutuhan para penyintas banjir di sana.
"Desa Bandar Baru ini merupakan daerah yang cukup besar dampak dari banjir bandang yang terjadi pada Minggu 30 April yang lalu," kata Koordinator Daerah Usbat Ganjar Kabupaten Deli Serdang, Ahmad Thalhah di tulis Rabu (3/5/2023).
Thalhah menyebut, ada sejumlah paket sembako yang diberikan mulai dari beras, mie instan, minyak goreng, gula, dan lain-lain.
Adanya bencana banjir ini, lanjut Thalhah, sepatutnya dijadikan bahan introspeksi diri, pengajaran dalam mendidik jiwa supaya memiliki keteguhan hati, serta senantiasa waspada terhadap alam sekitar.
"Kami mengharapkan kepada masyarakat mudah-mudahan dengan bencana ini menjadi ikhtibar (peringatan) kepada masyarakat untuk kembali lebih dekat kepada Allah mendekatkan diri lagi kepada Allah melaksanakan apa-apa yang diperintahkan Allah," terang Thalhah.
Mirna (28) salah satu masyarakat Dusun II, Desa Bandar Baru mengaku kaget kawasan tempat tinggalnya mendapat kiriman debit air yang cukup deras pada Minggu (30/4) sekitar pukul 15.30 WIB.
"Saya pas jualan dipajang kan terus itu air datang dari atas, kami terkejut kan ini kok air banyak kali makanya kami sudah sempet takut juga," kata Mirna.
Baca Juga: Pria Ini Rela Menjadi Tanggul Saat Banjir, Yusuf Mansur: Itu Fungsi Berbadan Besar
"Makanya itulah kami dah panik kek mana sampe sampe yang ndak pernahnya kami kena banjir kami kena banjir karena inikan dataran banjir. (Rumah saya) terkena dampak juga, (bahkan) itu sebelah rumah saya temboknya jebol," imbuh Mirna.
Banjir tersebut juga membuat jalur pipa air bersih milik Badan Usaha Milik Desa (BumDes) rusak. Akibatnya, warga Dusun II perlu menampung air hujan ataupun menunggu bantuan air bersih.
Menurut Mirna, bantuan dari Usbat Ganjar Sumut juga sangat dinantikan dan bermanfaat meringankan beban bagi masyarakat setempat.
"Ya kami satu kampung ini berterima kasih pada Usbat Ganjar sudah memberikan bantuan sebesar kayak beras itu terima kasih sudah peduli kepada kami yang terdampak banjir ini," tutup Mirna.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Motor yang Jadi Mimpi Buruk Mekanik, Montir Langsung Pura-Pura Sibuk
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- realme C100i Jadi Andalan Anak Muda, Baterai Awet 6 Tahun dan Reverse Charging
- Akhir Dilema PCX vs Vario: Skutik Baru Honda Hadir Bawa Kamera Dashcam dan Mesin Lebih Buas
Pilihan
-
Prabowo Copot Dadan Hindayana, Nanik S Dayang Resmi Jadi Kepala BGN!
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
Terkini
-
Dasco: DPR Malam Ini Lembur Kerjakan UU P2SK, Akan Difinalisasi Besok
-
Dadan Hindayana Berencana MBG Dibagikan di Arab Saudi Sebelum Dicopot
-
Neraca Perdagangan RI Surplus 72 Bulan Beruntun di April 2026, Tapi Terendah dalam 5 Tahun
-
Impor RI Melonjak 25,21 Miliar USD April 2026, Sektor Migas Naik Tajam 82%
-
Premi Bisnis Baru Asuransi Jiwa Tumbuh 5 Persen
-
Demi Stok Tak Langka, ESDM Bisa Setiap Saat Stop Ekspor Perusahaan Migas
-
Asurasi Inhealth Ubah Identitas, Jamin Tak Kurangi Layanan ke Nasabah
-
Perusahaan Logistik Gali Cuan Bisnis Jastip di Ajang PRJ
-
Bukan Sekadar Tren, Ini Alasan Web3 Bakal Mengubah Karier dan Bisnis Masa Depan
-
Dana Asing Hengkang Rp 1,37 T Meski IHSG Menguat, Saham Prajogo Pangestu Jadi Sasaran