Suara.com - Saat ini pemberian buah tangan atau hadiah berupa buket bunga sudah menjadi tren yang digandrungi dari berbagai kalangan. Melirik keuntungan tersebut, UMKM Sahabat Sandi meningkatkan kreatifitas berinovasi milenial dalam bisnis menjanjikan.
Ketua UMKM Sahabat Sandi Makassar, Ethy Wirdaningsih mengatakan pelatihan ini tertuju agar para milenial fokus berwirausaha untuk mendorong percepatan lapangan kerja baru. Dikarenakan usaha buket terus berkembang dengan omzet yang menguntungkan.
"UMKM Sahabat Sandi adakan pelatihan buket bunga, tujuannya agar milenial terbuka mainsetnya untuk membuka peluang usaha. Buket bunga ini modalnya sangat minim, jika difokuskan peserta dapat membuka toko buket, dengan begitu tercipta lapangan kerja. Usaha buket sangat menjanjikan, karena mereka bisa berjualan memulai online dan mouth of mouth," kata Ethy ditulis Selasa (27/6/2023).
Ethy menjelaskan bahwa programnya didukung oleh Sandiaga Uno untuk menciptakan 4,4 juta lapangan kerja di Indonesia. Sehingga, UMKM Sahabat Sandi optimis membantu target Menparekraf.
"Pelatihan ini tadinya dibuat UMKM Sahabat Sandi berbayar, tetapi karena support dari Pak Sandiaga Uno menjadi free. Alhamdulillah support dari beliau, kita juga siap membantu UMKM sama-sama menciptakan 4,4 juta lapangan kerja di 2024," jelas Ethy.
Dalam pelatihan ini, Ethy menyampaikan masing-masing peserta mendapatkan alat dan bahan untuk membuat buket bunga, mulai dari kertas dengan berbagai ukuran, tali, dan bunga.
Pada kesempatan sama, UMKM Sahabat Sandi pun memberikan modal usaha serta pendampingan lanjutan kepada tiga peserta terbaik untuk membuka usaha.
"Ini adalah usaha kekinian, saya rasa dalam sebulan peserta akan membuat toko buket, kita juga mengadakan pendampingan dan modal usaha. Harapannya mereka akan langsung membuka usaha," tegasnya.
Salah satu peserta pelatihan, Vira, (17), menegaskan program Sandiaga Uno sangat bermanfaat bagi generasi muda. Ia juga menambahkan, milenial dapat membuktikan kepada masyarakat luas bahwa mampu menciptakan lapangan kerja.
Baca Juga: Maxime Bouttier Beri Buket Bunga, Ekspresi Luna Maya Jadi Sorotan
"Bagi kami ini sangat bermanfaat untuk menambah kreatifitas, saya berkeinginan membuka usaha buket bunga, karena mudah dan modalnya sedikit. Semoga saya bisa mengelolanya sampai sukses agar milenial juga dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat luas. Terima kasih Pak Sandi pelatihannya," ungkap Vira.
Hasil akhir kegiatan para peserta mahir dan dapat berkreasi sendiri mengembangkan bakat serta keterampilan dalam pembuatan buket bunga.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- 6 Sepeda Lipat Alternatif Brompton, Harga Murah Kualitas Tak Kalah
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
Pilihan
-
Hakim di PN Depok Tertangkap Tangan KPK, Diduga Terlibat Suap Ratusan Juta!
-
Eks Asisten Pelatih Timnas Indonesia Alex Pastoor Tersandung Skandal di Belanda
-
KPK Amankan Uang Ratusan Juta Rupiah Saat OTT di Depok
-
KPK Gelar OTT Mendadak di Depok, Siapa yang Terjaring Kali Ini?
-
Persib Resmi Rekrut Striker Madrid Sergio Castel, Cuma Dikasih Kontrak Pendek
Terkini
-
Moody's Turunkan Outlook Peringkat Indonesia ke Negatif
-
BCA Wanti-wanti Gen Z: Hati-hati Beli Rumah Pakai KPR
-
Purbaya Datangi Perusahaan China Pengemplang Pajak, Rugikan Negara hingga Rp 5 T
-
Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi
-
Sempitnya Peluang Ekonomi RI, Saat Gelar Sarjana 'Keok' oleh Lulusan SD
-
Pertumbuhan Ekonomi RI 2025 Cuma 5,11 Persen, Purbaya Akui Tak Sesuai Janji
-
Juda Agung Bocorkan Tugas dari Prabowo usai Dilantik Jadi Wamenkeu Baru Pendamping Purbaya
-
Latar Belakang Juda Agung: Wamenkeu Baru Pernah Jabat Direktur IMF
-
7 Rekomendasi Dompet Digital Terbaik untuk Transaksi dari Luar Negeri
-
Dear Pak Prabowo! 23 Juta Rakyat RI Hidup Miskin, Mayoritas di Pulau Jawa