Suara.com - Menjadi pengusaha sukses menjadi impian hampir banyak orang. Namun mengembangkan bisnis bukan perkara mudah, di baliknya pasti penuh dengan tantangan, tekanan, dan berbagai rintangan yang mesti dihadapi.
Untuk itu, menjadi pengusaha sukses tidak hanya butuh sekadar materi, tetapi keterampilan, mental, kepemimpinan yang kuat, serta kemampuan yang adaptif terhadap perubahan menjadi faktor-faktor yang dapat menjadi salah satu penentu kesuksesan.
Ikra Zama Dinnata, seorang pengusaha muda yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Muda Developer Indonesia (MDI) membagikan pengalaman perjalanan membangun sebuah bisnis.
“Perjalanan menjadi pengusaha sudah dimulai sejak masih kuliah dan langsung difokuskan pada sektor properti. Berbekal niat dan keberanian memulai tanpa modal berupa uang, kerja keras tersebut membuahkan hasil dalam kurun waktu kurang lebih lima tahun mendirikan perusahaan properti sendiri yang fokus pada pemenuhan rumah subsidi di Lebak, Banten,” kata Ikra ditulis Sabtu (22/7/2023).
“Perjalanan sebagai pengusaha properti hingga tahun 2023 ini, kurang lebih saya berhasil menjual sekitar 700 unit rumah gabungan antara subsidi dan komersil. Perjalanan menjual ratusan unit rumah tentu bukan perkara mudah. Di saat pandemi terjadi dua tahun lalu, sektor properti salah satu sektor yang terhantam cukup keras, namun dari tantangan tersebut justru memberikan banyak bekal pengalaman untuk saya menjalankan bisnis dengan tangguh dan adaptif. Hasilnya, MDI tetap bisa menjual rumah dan tidak melakukan layoff karyawan. Kuncinya adalah pengelolaan perusahaan dengan bijak dan tepat terutama kaitannya dengan pengelolaan keuangan dengan baik. Saya bersyukur dengan pencapaian sebagai usaha melalui MDI dan lini bisnis lain yang saya miliki dapat berkontribusi positif terhadap perekonomian Indonesia,” Ikra menambahkan.
Berdasarkan data dari Kementerian Koperasi dan UKM per Maret 2023, disebutkan bahwa saat ini rasio pengusaha maupun wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,47 persen dari jumlah penduduk. Padahal untuk menjadi negara maju di tahun 2045, rasio tersebut harus ditingkatkan minimal di angka 4 persen.
“Bisnis properti berjalan dengan baik dan MDI saat ini tengah melakukan ekspansi di wilayah Banten sekitar Rangkasbitung dan di Palembang. Selain itu guna meningkatkan portofolio, saya mendiversifikasi unit usaha ke sektor keuangan di pasar modal melalui PT Dipa Perkasa Investama (DPI) dengan layanan pre-ipo financing, merger & akuisisi, dan restrukturisasi keuangan. Per Mei 2023, PT DPI telah memiliki lebih dari puluhan klien di berbagai sektor bisnis,” ujar Ikra.
“Selain sektor keuangan, saya melakukan ekspansi ke sektor industri telekomunikasi lewat PT Mahadana Rizky Mulia (MRM). Diversifikasi bisnis ini sudah dipersiapkan dengan sangat matang sehingga semuanya dapat berjalan bersamaan dengan sangat baik. Saya bekerja sama dengan tim yang kompeten di bidangnya dan menetapkan target yang dapat diraih dengan merumuskan strategi yang tepat. Di samping itu, tentu perluasan bisnis ke sektor lain tak lepas dari kepercayaan partner yang telah terjalin hingga saat ini. Untuk itu menjadi pengusaha yang mampu bertahan di tengah gempuran situasi apa pun juga memerlukan trust dari partner bisnis serta memiliki relasi yang sangat luas,” Ikra menambahkan.
Baca Juga: Gelar DXPO, Danamon Tegaskan Komitmen Jadi One Stop Financial Solution Provider
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Ini Cara Miliki Rumah Lelang BTN, Harga Bisa 40% di Bawah Pasar