“CABC sangat yakin bahwa Kanada, sebagai pemimpin global dalam komoditas pertanian, energi bersih, mineral penting, dan inovasi teknologi, memiliki posisi yang baik untuk menjadi mitra terpercaya bagi ASEAN di banyak bidang penting termasuk Energi bersih & transisi energi, Pangan Keamanan, dan Ekonomi Digital untuk pemberdayaan UKM dan pertumbuhan inklusif,” tambah Wayne Farmer.
Selain itu, komunitas bisnis di Kanada didorong oleh upaya kuat menuju praktik bisnis berkelanjutan terbaik sebagai bagian dari strategi perusahaan mereka.
“Kami ingin belajar dari perusahaan seperti Air Canada, Pacific Energy, dan lainnya dalam diskusi ini tentang bagaimana kami dapat memotivasi dunia bisnis kami untuk melakukan hal yang sama,” kata Arsjad.
Ia menyatakan optimismenya bahwa Pertemuan Meja Bundar Perdagangan ASEAN-Kanada akan membuka jalan bagi perkembangan baru, proyek-proyek ambisius, dan pertumbuhan kemitraan antara negara-negara ASEAN dan dunia usaha.
Untuk melengkapi perkembangan ini, diperlukan fokus yang lebih besar pada bidang-bidang kolaborasi dan investasi yang potensial. ASEAN harus berkembang dengan cepat dalam menanggapi perubahan ekonomi global melalui membangun keterhubungan untuk mengatasi pertumbuhan yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Kami berharap dapat mengeksplorasi sektor-sektor potensial yang berkelanjutan, termasuk kolaborasi dan inovasi untuk mengurangi limbah perusahaan dan memberdayakan pemimpin perempuan di sektor energi,” kata Arsjad.
Ia menambahkan, Pertemuan Meja Bundar Perdagangan ASEAN-Kanada juga diharapkan dapat mengurangi hambatan perdagangan, memungkinkan perusahaan-perusahaan Kanada memberikan dukungan di bidang infrastruktur, teknologi, dan investasi untuk membantu negara-negara anggota ASEAN mencapai target pengurangan emisi karbonnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara