Suara.com - Menjangkau pasar global tentu menjadi impian setiap pengusaha, tak terkecuali para pengusaha Usaha Kecil Menengah (UKM). Dan berkat perkembangan teknologi, kini mengekspor produk ke luar negeri tak lagi menjadi hal yang mustahil untuk pengusaha UKM.
Pada awal september lalu, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama ASEAN Business Advisory Council (ASEAN-BAC) mendorong penguatan kerjasama pelaku UMKM di kawasan ASEAN untuk bisa menjadi pemain global melalui Asean Business Awards.
UKM disebut menjadi fondasi ekonomi negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia.
Menurut Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Teten Masduki, negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, sangat kaya dengan produk berbasis kuliner, fashion, dan kerajinan yang bersumber dari kekayaan budaya. Oleh karena itu, saat ini tantangannya adalah bagaimana UKM Indonesia tetap tumbuh dan berkompetisi secara lokal dan global.
Lalu, apa saja syarat yang harus dipenuhi agar UKM lokal bisa berkembang dan akhirnya sukses menjangkau pasar global? Simak tip dari Yosef Abas, Digital Marketing Expert sekaligus Founder Sekolah Pebisnis.
1. Branding
Dalam membangun usaha, penting untuk menentukan bagaimana seorang pebisnis ingin produknya 'dicap'. Makanya, penting untuk bikin media sosial jadi tempat branding sekaligus lapak untuk berinteraksi dengan konsumen.
2. Pahami Target Market
Kenali karakteristik dan juga kesukaan konsumen agar pebisnis bisa memberikan produk, pelayanan, dan pemasaran yang efektif sesuai dengan keinginan mereka.
Baca Juga: Benar Kata Menteri Teten, Pedagang Pasar Tanah Abang 'Mati'
3. Kreativitas Tanpa Batas
Kreativitas dapat digunakan untuk menaikkan penjualan, sehingga produk lebih dikenal banyak orang.
4. Konsisten
Konsistensi sering jadi masalah bagi pelaku UKM dalam melakukan pemasaran digital karena menunggu adanya motivasi dan mood. Untuk menyiasatinya, anggaplah bahwa pemasaran bukan hal yang sifatnya tambahan, tapi kewajiban yang harus dilakukan sejalan dengan kegiatan operasional.
Ninja Xpress sebagai perusahaan jasa pengiriman berbasis teknologi, berinisiatif untuk mendukung pertumbuhan ekosistem UKM di Indonesia. Salah satunya lewat creative hub yang disebut Ninja Studio, tempat yang bisa digunakan komunitas UKM untuk berbagai kegiatan bisnis dengan berbagai fasilitas pendukung di dalamnya.
Tak hanya itu, Ninja Xpress juga memiliki layanan International Deliveries untuk memudahkan UKM dalam mengekspor produknya, khususnya ke Singapura dan Malaysia secara end to end, mulai dari pengurusan dokumen sampai dengan penyediaan fasilitas Cash-On-Delivery (COD) lintas negara.
Sebagai bentuk dukungan agar UKM mampu menjual produknya di luar negeri, Ninja Xpress juga memfasilitasi UKM untuk dapat menjual produk di Mallindo, sebuah platform e-commerce yang berfokus pada penjualan produk-produk Indonesia di Malaysia.
Mallindo sendiri membuka pintu bagi UKM yang ingin menjual produk mereka di platform ini, asalkan produk tersebut mematuhi regulasi yang berlaku. Hal ini tentunya menciptakan peluang yang tidak terbatas bagi para pelaku UKM untuk mengeksplorasi pasar Malaysia dengan lebih luas lagi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
- Menkop Ferry Minta Alfamart dan Indomaret Stop Ekspansi Karena Mengancam Koperasi Merah Putih
Pilihan
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
SBY Sentil Doktrin Perang RI: Kalau Serangan Udara Hancurkan Jakarta, Bagaimana Hayo?
-
Kasus Pembakaran Tenda Polda DIY: Perdana Arie Divonis 5 Bulan, Hakim Perintahkan Bebas
-
Bikin APBD Loyo! Anak Buah Purbaya Minta Pemerintah Daerah Stop Kenaikan TPP ASN
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
Terkini
-
Saham Indomaret dan Alfamart Ambrol Usai Menteri Mau Stop Ekspansi Demi Kopdes
-
Purbaya Kejar Target Belanja Negara Rp 809 Triliun di Q1 2026 demi Ekonomi 6%
-
Alfamart-Indomaret Tak Boleh Ekspansi, Kopdes Merah Putih Prabowo Takut Tersaingi?
-
Telkom Galakkan Penanaman Mangrove di Pesisir Semarang Lewat Program Ayo Beraksi
-
Kantongi Laba Rp1,3 T, Bos CBDK Sulap Kawasan Ini Jadi Simpul Ekonomi Baru
-
Biaya Kuliah Arya Iwantoro yang Dibiayai Negara, Kini Bakal Dikembalikan?
-
Saham BUMI Diborong Asing saat Harganya Melemah
-
Dasco Pasang Badan untuk Buruh Mie Sedaap, PHK Akhirnya Disetop
-
Remaja di Bawah 21 Tahun Dilarang Beli Rokok Elektronik!
-
KSPN Minta Rencana Impor 105 Ribu Mobil Pikap dari India Dibatalkan, Ini Alasannya