JavaScript merupakan bahasa yang familiar bagi pengembang WEB2, sehingga memungkinkan mereka untuk lebih cepat mengembangkan dan berpindah ke teknologi WEB3.
Agoric menggunakan Hardened JavaScript, yang melindungi kode JS dari ancaman dan serangan eksternal melalui komponen yang telah difiksasi, validasi input untuk mencegah serangan injeksi SQL, dan praktik pengkodean yang aman lainnya. Hasilnya, proses pembuatan, pengujian, dan modifikasi Dapps di Agoric tidak hanya lebih mudah, tetapi juga sangat aman.
Peran Token BLD dalam Agoric
Pemegang token BLD diberi reward atas partisipasi aktif mereka sebagai validator, peran yang sangat penting dalam menjaga operasi lancar jaringan. Selain itu, sistem tata kelola on-chain Agoric memberikan prioritas pada keterlibatan komunitas, memberikan pemegang BLD peran yang signifikan dalam membentuk keputusan-keputusan penting.
Hal ini menjadikan BLD lebih dari sekadar sebuah token, melainkan menjadi salah satu pilar utama dalam ekosistem Agoric yang dinamis, mencerminkan baik fungsionalitas maupun pemberdayaan komunitas.
Roadmap
Untuk mengoptimalkan penyampaian layanan mereka, Agoric menjaga komunikasi yang transparan dengan membagikan kegiatan bulanan terbaru mereka, mulai dari keterlibatan komunitas hingga upaya pengembangan.
Pada September, Agoric telah memulai rencana untuk fokus pada Inter Protocol: Dukungan Multi-Collateral, dengan tujuan untuk meningkatkan UI Inter Protocol, memperbaiki tool penawaran likuidasi, dan melakukan pembaruan kontrak uji.
Sebagai informasi, Inter Protocol merupakan sebuah aplikasi terdesentralisasi yang dikelola oleh komunitas dan diluncurkan di jaringan Agoric, menggunakan platform Hardened JavaScript.
Aplikasi ini mengimplementasikan stable token bernama Inter Stable Token (IST). IST memiliki beberapa fungsi, termasuk membayar fee di chain Agoric dan memudahkan transaksi dengan jaringan mitra. Inter Protocol memperoleh pendapatan baik melalui pembuatan vault, maupun dari denda yang terkait dengan likuidasi.
Baru-baru ini, Inter Protocol telah meluncurkan IST Vault, yang menciptakan kemampuan untuk mint IST berdasarkan aset interchain utama.
IST Vault beroperasi dalam kerangka kerja hybrid collateralization yang terbagi menjadi dua fungsi utama. Pertama, ada prinsip dasar overcollateralization, yang berarti bahwa ketika IST di-mint, jumlah aset yang diberikan sebagai jaminan untuk mint 1 IST lebih besar dari nilai 1 IST. Yang kedua, ada pembentukan cadangan yang meningkatkan safety margin dengan cara melakukan pembelian aset jika terjadi likuidasi IST terlalu cepat.
Saat ini, pengguna memiliki dua cara untuk mint IST, baik dengan membuka Vault, atau menukarkan stablecoin yang telah disetujui IST dengan rasio 1:1 melalui Parity Stability Module (PSM).
Perlu dicatat bahwa IST di-mint di dalam jaringan Agoric, sehingga Agoric Smart Wallet perlu digunakan sebagai tambahan untuk wallet Cosmos.
Selain itu, Agoric telah merancang pengembangan Mobile Wallet Support untuk Dapps Agoric, sebagai respons terhadap kebutuhan khusus yang telah diungkapkan oleh mitra referensi Mainnet-2.
Saat ini, Agoric tengah bekerja pada Dukungan Mainnet-2 Reference Partner Support, yang mencakup dukungan untuk mitra referensi MN-2 dan persiapan jaringan untuk mendukung contract pihak ketiga yang beragam.
Rencananya, Agoric akan mengumumkan dua mitra baru selama konferensi Cosmoverse yang akan berlangsung pada 4-5 Oktober 2023 di Istanbul Turki. Cosmoverse merupakan sebuah acara yang difokuskan pada ekosistem Cosmos, dengan tujuan untuk menghubungkan komunitas Cosmos dengan ekosistem lainnya, serta meningkatkan sinergi di antara berbagai jaringan.
Selama bulan ini, perkembangan dan pembaruan yang telah diselesaikan termasuk implementasi runaway execution protection untuk contract baru guna melindungi jaringan dari runaway access execution ketika Agoric beralih menjadi platform untuk banyak contract pihak ketiga, serta peningkatan kinerja di berbagai skenario pengguna yang dibutuhkan untuk peluncuran contract yang diharapkan akan datang dalam waktu dekat.
Profil Founder Agoric
Pada 2018, Agoric didirikan oleh sekelompok peneliti keamanan dan ilmuwan komputer yang terdiri dari individu terkemuka seperti Mark Miller, Dean Tribble, Brian Warner, dan Bill Tulloh.
Visi mereka adalah membuat dunia blockchain yang kompleks dapat diakses oleh semua orang dengan menggunakan JavaScript, sehingga menghilangkan hambatan yang menghalangi pengembang WEB2untuk memasuki ruang ini. Pada dasarnya, mereka bertujuan untuk membangun jembatan antara lanskap WEB2 dan WEB3.
"Tujuan kami selalu adalah untuk membawa seluruh ekonomi dunia secara aman ke dunia online. Agoric berkomitmen untuk menyediakan kerangka kerja pemrograman modern yang memungkinkan pengembang, termasuk yang sudah mahir dalam JavaScript, untuk membuat berbagai jenis aplikasi,” ungkap CEO Agoric, Dean Tribble ditulis Senin (2/10/2023).
“Pendekatan kami membuka peluang bagi pengembang mainstream untuk terlibat dengan WEB3 dan membangun solusi inovatif, beralih dengan lancar dari pemrograman tradisional ke teknologi terdesentralisasi." tambahnya.
Kesimpulan
Secara ringkas, Agoric tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga menciptakan ruang untuk pertumbuhan WEB3. Di lanskap yang selalu berubah dalam WEB3, Agoric mengambil peran utama dalam mengubah bentuk keuangan dan teknologi.
Melalui konsep Market-based programming, smart contract Agoric meniru dinamika dunia nyata, sehingga kolaborasi antara pengembang menjadi lebih mudah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati