Suara.com - Harta kekayaan selalu menjadi topik yang menarik perhatian dari banyak orang. Tahukah kalian bahwa orang terkaya di Indonesia 2023 dalam daftar terbaru telah diduduki oleh nama baru? Siapa dia?
Bukan tanpa alasan, jumlah kekayaan fantastis yang dimiliki oleh seseorang tak jarang mampu memotivasi banyak orang untuk bekerja dengan giat lagi. Sejumlah pengusaha dengan harta puluhan hingga ratusan triliun rupiah masuk dalam daftar orang terkaya di Indonesia 2023.
Berdasarkan data dari Forbes Real Time Billionaires, Low Tuck Kwong menjadi orang paling kaya nomor 1 di Indonesia per 11 September 2023. Pemilik perusahaan energi, PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) ini mempunyai harga kekayaan mencapai US$ 26,8 miliar atau setara Rp388 triliun.
Kekayaan Low Tuck Kwong sangat volatil karena disebabkan oleh sejumlah hal. Asalnya pun tidak terdiversifikasi dan nyaris secara eksklusif bersumbee dari BYAN, artinya pergerakan pada saham BYAN akan sangat mendikte jumlah kekayaan Low Tuck Kwong.
Penasaran, dengan siapa saja yang menduduki 5 besar orang terkaya di Indonesia? Simak daftar lengkapnya dalam ulasan artikel di bawah ini.
Orang Terkaya di Indonesia 2023
Seperti yang kita ketahui, jumlah harya kekayaan setiap orang tentu berbeda-beda. Akan tetapi, dalam kurun waktu tertentu harta yang dimiliki oleh seseorang bisa bertambah maupun berkurang.
Nah, dalam daftar orang terkaya di Indonesia per September 2023 ink juga sedikit mengalami perubahan. Penasaran, siapa saja yang masuk dalam daftar orang terkaya tersebut? Simak selengkapnya di bawah ini.
1. Low Tuck Kwong (Rp388 triliun)
Seperti yang telah disinggung sebelumnya, di leringkat pertama orang terkaya di Indonesia 2023 ditempati oleh Low Tuck Kwong. Harta kekayaan yang dimilikinya diperkirakan mencapai 24,8 miliar dolar AS atau setara Rp388 triliun.
Low Tuck Kwong adalah pendiri dari PT Gunungbayan Pratamacoal yang bergerak dalam bidang pertambangan batu bara dan PT Jaya Sumpiles Indonesia yang bergerak pada bidang konstruksi.
2. R. Budi Hartono (Rp386 triliun)
Pria dengan nama lengkap Robert Budi Hartono ini diperkirakan mempunyai harta kekayaan mencapai 24,7 miliar dolar Amerika Serikat atau setara dengan Rp386 triliun. Tak jauh dari harta kekayaan Low Tuck Kwong .
Budi Hartono bersama dengan saudaranya, Michael Hartono adalah pendiei dan pemilik Bank Central Asia (BCA) salah satu bank swasta terbesar yang ada di Indonesia.
3. Michael Hartono (Rp370 triliun)
Berita Terkait
Terpopuler
- Ogah Bayar Tarif Selat Hormuz ke Iran, Singapura: Ingat Selat Malaka Lebih Strategis!
- Harga Minyak Dunia Turun Drastis Usai Pengumuman Gencatan Senjata Perang Iran
- Dicopot Dedi Mulyadi Gegara KTP, Segini Fantastisnya Gaji Kepala Samsat Soekarno-Hatta!
- Intip Kekayaan Ida Hamidah, Pimpinan Samsat Soetta yang Dicopot Dedi Mulyadi gara-gara Pajak
- 7 Tablet Rp2 Jutaan SIM Card Pengganti Laptop, Spek Tinggi Cocok Buat Editing Video
Pilihan
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
-
Mendadak Jakarta Blackout Massal: Sempat Dikira Peringatan Hari Bumi, MRT Terganggu
Terkini
-
Apindo dan KSPSI Bahas RUU Ketenagakerjaan Bersama-sama
-
Negosiasi AS - Iran Hari Ini Tentukan Harga Minyak Dunia, Bisa Tembus 100 Dolar per Barel
-
Pasokan Gas Jawa TimurJateng Stabil, BPH Migas Pastikan Energi Industri Aman dan Optimal
-
Isu Penggeledahan Kejati, Menteri Dody Tegaskan Transparansi APBN di Kementerian PU
-
Ketahanan Energi RI Naik Jadi Hampir 30 Hari, Bahlil: Target 1 Bulan Segera Tercapai
-
Pasar Global Makin Ketat, KKP Dorong Transparansi Rantai Pasok Ikan
-
JK Ngotot Harga BBM Naik, Wihadi DPR: Jangan Bikin Pemerintah dan Rakyat Jadi Sulit
-
Selat Hormuz Masih Tertutup, Ranjau Laut Iran Ganggu Pasokan Energi Global
-
WFH ASN Tidak Berlaku di Kementerian PU,Menteri Dody Ungkap Alasan Tugas
-
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Diprediksi Berpotensi Lampaui Proyeksi Bank Dunia, Ini Sektornya