Suara.com - Software apotek dengan jaringan terbesar di Indonesia VMedis, mengumumkan kerjasama dengan platform Tetama, Distributor Farmasi (PBF) Online Terlengkap Pertama di Indonesia.
Tetama menawarkan solusi one-click purchase, ditujukan untuk mempermudah pemilik bisnis farmasi dalam efisiensi proses pemesanan produk.
Menggabungkan software VMedis dan API milik Tetama, distribusi dan manajemen produk kesehatan kini dapat terintegrasi secara cepat dan tepat. Dengan teknologi canggih dan sistem otomatisasi, kerja sama Tetama dan Vmedis akan menghubungkan produsen, distributor, dan penyedia layanan kesehatan dalam satu ekosistem yang efisien.
Inovasi one-click purchase Tetama dan VMedis digaungkan dapat membantu apotek dan klinik untuk memenuhi permintaan ketersediaan obat secara instan dan akurat.
Pemilik bisnis farmasi dapat mengisi stok produk dari berbagai manufaktur lebih mudah tanpa perlu membuat banyak surat pemesanan.
Saat ini, Tetama telah mengantongi sertifikat Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB), Cold-Chain Product (CCP), BPOM, Alat Kesehatan, dan obat lainnya demi menjaga kualitas produk yang optimal selama proses distribusi.
Jaminan stok lengkap diberikan oleh Tetama, mulai dari obat resep (Ethical), obat yang dijual bebas (OTC), suplemen, vaksin, produk kecantikan, hingga FMCG.
Sebelumnya, apotek harus bekerja sama dengan banyak distributor untuk bisa membeli produk-produk farmasi. Proses ini seringkali memakan waktu berhari-hari, mengingat Apotek tidak dapat melihat ketersediaan produk secara langsung.
Juga, untuk mendapatkan diskon yang besar, diperlukan proses negosiasi yang panjang.
Baca Juga: Jangan Beli Sembarangan! Ahli Farmasi Bagikan Cara Untuk Pastikan Obat yang Dibeli Asli
Melalui Tetama, kini apotek bisa mendapatkan diskon langsung tanpa perlu negosiasi yang panjang.
Tidak perlu lagi melakukan konfirmasi ketersediaan barang secara manual, karena informasi tersebut dapat diakses secara transparan.
Pasca pembelian, apotek dan klinik dapat melacak pengiriman produk secara real time, dengan jaminan pengiriman yang cepat, tepat, dan aman. Semua fitur ini dapat diakses melalui API milik Tetama, yang menjadi fitur unggulan dalam kerja sama Tetama dan Vmedis.
“Dengan langkah signifikan ini, Vmedis dan Tetama bersatu untuk menciptakan transformasi di sektor farmasi. Solusi one-click purchase ini bukan hanya tentang efisiensi, tapi juga tentang memberikan akses yang lebih luas dan cepat terhadap distribusi produk kesehatan,” kata Ahmad Siddiq, CEO Vmedis ditulis Kamis (19/10/2023).
Dengan lebih dari 2900 apotek dan klinik di jaringan Vmedis, dan kemampuan Vmedis sebagai software dengan fitur stok dan pengadaan anti bocor, semakin memperkuat manfaat yang bisa didapatkan oleh apotek dan klinik.
Kerja sama Tetama dengan Vmedis diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan dalam membantu bisnis farmasi di Indonesia untuk meningkatkan kemudahan akses terhadap obat-obatan.
“Kerja sama Tetama dan VMedis adalah langkah besar menuju ekosistem kesehatan yang lebih praktis, dengan solusi pemesanan produk hanya dalam satu klik. Kami bertekad untuk membantu apotek, klinik dan rumah sakit meningkatkan kecepatan dan efisiensi dalam proses pembelian produk farmasi. Cukup satu Tetama untuk memenuhi kebutuhan pareto pengguna Vmedis," tutur Natali Ardianto, Co-founder Tetama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- PLTS 100 GW Diproyeksikan Serap 1,4 Juta Green Jobs, Energi Surya Jadi Mesin Ekonomi Baru
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
Pilihan
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Wafat di Usia 74 Tahun, Ini 7 Kontroversi Alex Noerdin: Kasus Korupsi hingga Dana Bagi Hasil Migas
Terkini
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
-
Pemerintah Ingatkan Industri Kualitas Genteng Harus Dijaga Dalam Program Gentengisasi
-
Fenomena Rojali-Rohana Disorot BPS, Sensus Ekonomi Mau Bongkar Aktivitas Tersembunyi
-
Pesan Dirut LPDP ke Alumni: Lu Pakai Duit Pajak, Ingat Itu!
-
China Jengah Kesepakatan Prabowo-Trump, Mau Cabut Investasi di Indonesia?
-
Kemenkeu Luruskan Pajak Digital RI & AS, Google-Netflix Tetap Kena Pajak
-
Tak Bisa Cuma Andalkan APBN, Menteri PKP Maruarar Sirait Tagih Kolaborasi Daerah dan Swasta
-
Sorak-sorai Pengusaha AS Kala Trump Tekuk Prabowo di Negosiasi Dagang
-
Ma'ruf Amin: Jujur, Ekonomi Syariah Belum Jadi Budaya
-
Tradisi Berbagi THR Mulai Geser ke Ranah Digital