Suara.com - Pemerintah pusat memberikan dana dukungan untuk Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur yang akan digunakan dalam proyek jalan yang akan terhubung dengan jalan tol dan Bandara Naratetama, yang merupakan Ibu Kota Nusantara.
Disampaikan oleh Asisten II Bagian Pembangunan dan Perekonomian Sekda Pemkab PPU, Nicko Herlambang, menyampaikan bahwa saat ini pemerintah kabupaten tengah melaksanakan proyek pembangunan jalan penghubung antara Kelurahan Riko dan Kelurahan Maridan.
"Panjang jalan penghubung itu sekitar 6,5 kilometer, dari arah Simpang Riko menuju ke arah Kelurahan Maridan," tambahnya.
Pemkab PPU sebelumnya mengajukan permohonan bantuan kepada pemerintah pusat, yang kemudian direspons dengan pemberian dana sebesar Rp43 miliar untuk proyek pembangunan jalan penghubung.
Sebelumnya, jalan tersebut dalam kondisi parah dengan banyak kerusakan dan lubang, membuatnya sulit dilalui terutama saat musim hujan.
Pembangunan jalan ini akan menjadi faktor penting dalam perkembangan Kelurahan Maridan dan Desa Telemow. Proyek ini memegang signifikansi strategis karena menghubungkan dengan jalan tol serta bandara very very important person (VVIP) di ibu kota negara Indonesia baru.
Jalan penghubung ini juga berhubungan dengan Jembatan Pulau Balang. Saat ini, progres pembangunan mencapai sekitar 40 persen. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara juga berencana untuk mengajukan bantuan kepada pemerintah pusat untuk pembangunan jalan penghubung lainnya dari Simpang Silkar, Kelurahan Petung, menuju pelabuhan di Kelurahan Buluminung, ungkap Nicko Herlambang.
Berita Terkait
-
Investasi di Kaltim Meningkat Berkat Adanya IKN, Ini Buktinya
-
Alasan Proyek IKN Tidak Masuk dalam Program Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar
-
Jokowi Bakal Groundbreaking 10 Proyek IKN Mulai RS hingga Mall Pekan Ini
-
Akmal Malik Ingatkan Pembangunan IKN Harus Dibarengi Pembangunan Daerah Penyangga
-
Otorita dan UGM Godok Bentuk Pemerintahan dan Pembagian Wilayah di IKN
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Investor Harus Waspada, Pasar Saham RI Belum Lolos dari Ancaman MSCI
-
7 Bank RI Telah Tutup Sepanjang 2026, Apa Masalahnya?
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
MIND ID Percepat Pemulihan Ekosistem Lewat Reklamasi dan Rehabilitasi DAS Skala Besar
-
IHSG Merosot ke Level 5.835 di Sesi I, Saham CUAN dan DEWA Ambrol
-
PT Pegadaian CPS Pondok Aren Kolaborasi dengan Sahabat Berbagi Tangsel Gelar Santunan Yatim & Dhuafa
-
Investasi Rp339 Triliun, Blok Masela Target Mulai Konstruksi 2027
-
Juli 2026, Pemerintah Mulai Produksi CNG Rumah Tangga Pengganti LPG
-
Harga LNG Naik, INDEF Ingatkan Pemerintah Mitigasi Risiko PHK Industri
-
Purbaya Akui Pemda RI Belum Siap Rilis Surat Utang, Ogah Bangkrut Seperti Argentina