Suara.com - Aplikasi investasi digital Bibit.id, memperoleh empat penghargaan bergengsi dari Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
Keempat penghargaan tersebut meliputi Mitra Distribusi (Midis) Surat Utang Negara (SUN) Ritel Terbaik Tahun 2022, Midis Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Ritel Terbaik Tahun 2022 dan 2023 Kategori Fintech serta Midis SUN Ritel Terbaik Kategori Fintech dan Penyelenggara Perdagangan Melalui Sistem Elektronik Tahun 2023.
Keempat penghargaan ini diserahkan langsung oleh Suminto selaku Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu RI kepada perwakilan Bibit dalam acara Investor Meeting yang dihelat di Jakarta.
“Penghargaan ini tentunya sangat menggembirakan untuk kami di Bibit, dan ke depannya kami akan terus melanjutkan upaya-upaya kami agar semakin banyak lagi masyarakat Indonesia yang berinvestasi di Surat Berharga Negara. Terima kasih atas apresiasi yang Kemenkeu berikan kepada kami,” kata Hilmawan Kusumajaya selaku Direktur Bibit ditulis Sabtu (16/12/2023).
Sejak resmi ditunjuk sebagai Mitra Distribusi penjualan SBN di awal tahun 2022, Bibit tercatat telah sembilan kali mencatatkan diri sebagai Midis kategori fintech yang membukukan penjualan terbanyak pada penjualan berbagai seri SBN, di antaranya Surat Berharga Syariah Negara ritel seri SR017 (19 Agustus-14 September 2022), Obligasi Negara Ritel seri ORI022 (26 September-20 Oktober 2022), Sukuk Ritel seri ST009 (11-30 November 2022), Savings Bond Ritel seri SBR012 (19 Januari-9 Februari 2023), Sukuk Ritel seri ST010 (12 Mei-7 Juni 2023), Obligasi Negara Ritel seri ORI023 (30 Juni-20 Juli 2023), Surat Berharga Syariah Negara Ritel seri SR019 (1-20 September 2023), Obligasi Negara Ritel seri ORI024 (9 Oktober-2 November 2023), dan Sukuk Ritel seri ST011 (6 November-6 Desember 2023).
Hilmawan menambahkan, penghargaan yang diterima dua tahun berturut-turut ini juga menegaskan komitmen Bibit dalam mengedukasi masyarakat akan manfaat berinvestasi SBN.
“Kebanyakan pengguna Bibit adalah generasi milenial dan Gen Z. Kami terus mengedukasi dan menyampaikan kepada mereka bahwa dengan berinvestasi SBN, itu berarti investor ikut berkontribusi dalam membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara serta berbagai proyek infrastruktur di Indonesia,” tambahnya.
Untuk pasar SBN domestik pun mulai menunjukkan tren positif. Di tengah kondisi pasar keuangan global yang volatile, di pasar domestik terjadi outflow dalam periode Juli hingga Oktober 2023.
Sementara itu, di bulan November 2023, pasar SBN telah kembali menunjukkan inflow. Dari segi jumlah investor, pada akhir tahun 2020, data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menunjukkan bahwa terdapat sekitar 460 ribu investor SBN.
Baca Juga: Bakal Temui Menteri Fumio Kishida, Jokowi Mau Rayu Jepang Berinvestasi di IKN
Angkanya kemudian naik menjadi 611 ribu di akhir 2021, 831 ribu di akhir 2022, dan per November 2023 angkanya telah mencapai 992 ribu investor.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Aset Keuangan Syariah Tembus Rp3.100 Triliun, OJK: Bisa Bantu Ekonomi Indonesia
-
Mitratel Bukukan Kinerja Solid, Laba Bersih Tembus Rp2,1 Triliun
-
Harga Emas Antam Anjlok Rp 65.000 Hari Ini, Simak Rincian Harga Terbarunya!
-
Pemerintah Minta Perkembangan Anak Penerima MBG Dipantau, Dari IQ Sampai Tinggi Badan
-
WFH Diangap Tak Ganggu Produktivitas, Begini Penjelasan Pengamat
-
BPS: Impor RI Februari 2026 Capai Rp 355,1 Triliun, Sektor Migas Turun
-
Sempat Alami Kerugian, KB Bank Indonesia hanya Raup Laba Rp66,59 Miliar
-
Baru Tersentuh 10 Persen, Pesantren Penerima MBG Bakal Diperbanyak
-
Ekonom Ingatkan Dampak Dari Putusan Pindar KPPU, Investor Bisa Was-was
-
OJK Tindak 233 Pelaku Pasar yang Nakal, Denda Tembus Rp96,33 Miliar