Suara.com - Perusahaan patungan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dan PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA), Electrum ternyata masih menggunakan baterai listrik dengan komponen utama Lithium Ferro Phosphate (LFP).
Electrum sendiri merupakan produsen kendaraan motor listrik yang dimiliki oleh keponakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, dimana Direktur Utama diisi oleh Pandu Sjahrir.
Pandu mengungkapkan saat ini semua motor listrik Electrum masih menggunkan baterai LFP yang sebagian besar impor.
"Sebagian besar (baterai) sekarang ada litiumnya, ada dikit nikelnya," ungkap Pandu dikutip Jumat (2/2/2024).
Dikatakan Pandu saat ini pengunaan bahan baku nikel untuk baterai belum bisa dilakukan di Tanah Air secara maksimal.
"Yang terjadi saat ini tuh nikel Indonesia belum kita kelola penuh jadi baterai. Sehingga, banyak dikirim balik ke luar, dikelola di sana, terus dikirim lagi ke kita," katanya.
Sehingga kata dia hilirisasi nikel harus dilakukan secara menyeluruh dari hulu ke hilir, barulah Electrum akan memanfaatkan penggunaan baterai listrik nikel secara menyeluruh.
"Jadi apa yang harus dilakukan adalah hulu ke hilir selesai, kita bisa off-take langsung di Indonesia, lebih murah," jelasnya.
Ia pun menargetkan, Electrum bisa memakai baterai Baterai Ternary lithium-ion (NMC) berbahan dasar nikel secara penuh pada tahun 2025-2026.
Baca Juga: Layani Kredit Motor Listrik Honda, Sebanyak Ini Jumlah Target FIFGROUP
"Kalau bisa tergetnya nanti semua (baterai pakai nikel). Karena nikel yang lebih konsisten, nikel tuh actually as a base buat baterai tuh lebih kuat, lebih tahan lama," kata dia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini
-
Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan
-
Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur
-
PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif
-
Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan
-
Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara
-
IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!