Suara.com - Sebuah video yang sedang menjadi viral menampilkan Jonru Ginting, seorang aktivis media sosial, sedang mempromosikan perusahaan MLM di depan sekelompok orang.
Dalam rekaman tersebut, Jonru Ginting terlihat sedang mempromosikan perusahaan MLM PT Bandung Eco Sinergy Teknologi (BEST) yang menjual produk Eco Racing.
Menurut Jonru, dari segi potensi penghasilan, ia menyatakan bahwa PT BEST memiliki prestasi yang sebanding dengan perusahaan franchise terkenal seperti McD, Starbucks, KFC, dan lain-lain.
"Dari segi penghasilan, PT Best itu cocoknya dibandingkan dengan McD, Starbucks, KFC, Indomaret, Alfamart, Alfamidi, Pizza Hut, kayak gitu lah ya," kata Jonru Ginting, dalam video yang salah satunya diunggah oleh @mediocrickey pada Senin, 18 Maret 2024.
"Jadi di pola pikir kita PT Best ini harus kita bandingkan dengan McD dan Starbucks gitu loh," ujarnya lagi.
Sosok bernama Jon Riah Ukur Ginting itu dengan semangat menjelaskan bahwa PT Best memiliki nilai yang setara dengan McD dan Starbucks karena penghasilan yang diperoleh oleh para anggota perusahaan MLM ini sebanding dengan pemilik waralaba terkenal tersebut.
"Kenapa? Lihatlah para mentor di PT Best, gaya hidup mereka sudah mewah, dan penghasilannya sebanding dengan pemilik waralaba Starbucks. Kalau tidak percaya, Anda bisa langsung tanya kepada mereka," katanya penuh keyakinan.
Sebagai contoh, ia mengutip penghasilan pendiri PT Best, Randu Setiowibowo, yang saat ini mampu memperoleh penghasilan sebesar Rp5 miliar per bulan.
"Pak Randu Setiowibowo, mampu menghasilkan berapa per bulan? Rp5 miliar per bulan, sungguh luar biasa," ucap Jonru.
Baca Juga: Anti Investasi Bodong, Intip Trik Cerdas Ameena Saat THR Hendak Diambil Aurel Hermansyah
Menurut Jonru Ginting, penghasilan luar biasa yang diperoleh pendiri PT Best setara dengan pemilik waralaba McD.
"Kalau anda tanya kepada yang punya frenchise McD, kayaknya penghasilannya lebih kurang sama kayak gitu per bulannya," ujarnya.
Video tersebut lantas viral dan banyak dikomentari warganet. Sebagian besar menyebut, PT BEST merupakan perusahaan MLM atau multi level-marketing.
"Buset udah lama gak liat jonru, skrg jadi upline MLM," kata Astartia.
"Jonru lama gak keliatan sekarang jadi member MLM, wkwk," sahut lainnya.
Berita Terkait
-
PT BEST Viral Usai Dipertanyakan Stafsus Kemenkeu: Mencurigakan
-
Alasan Fedi Nuril Promosikan Buku 'Kronik Penculikan Aktivis 1998', Banjir Doa Warganet
-
Pengadilan Negeri Jepara Dibanjiri Karangan Bunga Berisi Seruan Bebaskan Daniel Aktivis Lingkungan Karimunjawa
-
Daniel Frits Aktivis Lingkungan Dipenjara 10 Bulan Gegara Kritik Tambang Udang
-
Ngode Saldo Rekening Bisa sampai Triliunan, Ustaz Solmed Kesal Bisnisnya Disebut MLM
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Pemain Liga Inggris Rp596 M Punya Nenek Kelahiran Semarang, Bisa Dinaturalisasi?
-
Indonesia-Thailand Luncurkan Roadmap Kemitraan Strategis 2026-2030
-
Review Home School: Saat Belajar di Sekolah Tak Harus Lewat Buku Pelajaran
-
18 Bank Segera Bangkrut, Ini Bocoronnya
-
XL Ultra 5G+ Rebut Takhta Jaringan Terbaik di Indonesia, Kecepatan Tembus 500 Mbps!
-
7 Sisi Gelap Zodiak Scorpio Saat Marah dan Cemburu, Emosinya Sulit Ditebak
-
Kemiren Lawan Komersialisasi Budaya Lewat Wirausaha UMKM Berkelanjutan
-
Hino Indonesia Perkuat Kolaborasi Pendidikan Vokasi di GIIAS 2026
-
Dua Kabar Baik untuk Bulog: Margin Fee Naik dan Bunga Kredit Turun, Laba Diproyeksi Rp1,14 Triliun
-
Rapor Merah Timnas Indonesia Usai Dipecundangi Vietnam: Finishing Buruk, Pertahanan Bocor