Prabowo Bicara Soal Hukuman Mati Koruptor: Kalau Sudah Dieksekusi Tak Bisa Diralat

Jum'at, 18 September 2026 | 13:58 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (YouTube Sekretariat Presiden)
BACA 10 DETIK
  • Presiden Prabowo Subianto menyatakan hukuman mati bagi koruptor memiliki risiko karena tidak dapat diralat jika buktinya kurang.
  • Prabowo mencontohkan banyak kasus vonis mati di Amerika yang terbukti tidak bersalah setelah melalui pengujian DNA.
  • Prabowo menilai tindakan tegas dan pengembalian kekayaan negara yang dicuri merupakan langkah yang paling penting.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangan mengenai pemberlakukan hukuman mati bagi koruptor. Menurut Prabowo hukuman mati memiliki risiko tersendiri.

Risiko yang dimaksud kepala negara adalah mengenai kecukupan bukti sampai dengan pelaksanaannya yang tidak bisa diralat.

“Ini masalahnya bukan soal koruptor ya. Masalah siapa pun yang hukum mati. Masalahnya kalau dilaksanakan nggak bisa diralat. Padahal kadang-kadang eh buktinya nggak cukup,” kata Prabowo dalam program Prabowo Menjawab.

Menurut Prabowo ada banyak kasus dengan vonis hukuman mati, namun ternyata kemudian hari terbukti tidak bersalah.

“Bahkan banyak yang dihukum mati itu nggak bersalah. Ada sekian persen di di Amerika di mana kan terbukti. Sekarang ada DNA test dan sebagainya,” kata Prabowo.

Prabowo memandang penindakan yang tepat adalah benar-benar dilakukan dengan tegas.

Selain itu perlu ada pengembalian kekayaan negara yang dicuri dari para koruptor.

“Jadi kalau menurut saya, yang paling penting adalah tindakan tegas, sistem, ya. Dan eh upaya untuk mengembalikan uang-uang itu. Tapi ya tidak gampang, benar, tidak gampang. Banyak yang lari ke luar negeri, ya kan,” kata Prabowo.

“Tapi kita sekarang ada sistem, ada interpol dan sebagainya, ya kita kita kejar terus. Saya kira kita pun sudah ada di KUHP kita ya mungkin eh kalau tidak salah saya terus terang saja saya bukan ahli hukum, tapi kalau tidak salah kalau korupsi dana bencana alam, itu juga hukumannya sangat berat kalau tidak salah,” tutur Prabowo.

Terkait
Terpopuler
Terkini
Lihat Artikel Lainnya

Dapatkan Aplikasi
Suara.com