Suara.com - Mobil bekas Mario Dandy, Jeep Wrangler Rubicon hingga saat ini belum juga laku untuk dilelang, padahal proses bidding sudah dilakukan pekan lalu.
Untuk itu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan berencana melelang mobil Rubicon itu pada awal pekan depan.
"Secepatnya lah, paling dalam minggu depan kita ajukan lagi, kita umumkan lagi, karena kita juga mengejar supaya ini nggak terlalu lama juga. Maksimal September harus clear, jadi mudah-mudahan aja dengan harga yang kita tawarkan besok banyak peminatnya," katanya di kantornya, Jakarta Selatan, Jumat (26/4/2024).
Asal tahu saja mobil hasil sitaan itu dilelang dengan harga limit Rp 809 juta sejak 19 April sampai Jumat 26 April 2024. Namun kata doa hingga saat ini tak ada satu pun penawaran yang masuk dan satu peminat yang telah menyerahkan uang jaminan sebesar Rp242 juta.
Namun kata Haryoko membatalkan niatnya untuk ikut melakukan proses lelang lanjutan, sehingga uang yang menjadi jaminan telah dikembalikan ke yang bersangkutan.
Oleh karena itu pada lelang selanjutnya Kejari akan menurunkan harga batas lebih rendah dari Rp 809 juta. Kejari akan merapatkan ini terlebih dahulu namun dipastikan harga akan turun.
"Nanti kita coba me-review harganya kira-kira harga pasarannya berapa dan lain sebagainya. Kita cari info lagi dan dalam waktu dekat akan kita tawarkan lagi, dan tentunya harganya tidak semahal yang sekarang," imbuhnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026