Suara.com - Sejumlah menteri Kabinet Indonesia Maju mengungkapkan kemarahannya kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani karena memotong anggaran biaya operasional untuk tahun 2025 mendatang.
Rentetan protes ini disuarakan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia dan sejumlah menteri lainnya saat Rapat Kerja di DPR RI baru-baru ini.
Sri Mulyani sendiri mengatakan suara protes-protes itu sudah sampai ke telinganya, dia bilang pengelolaan anggaran APBN yang menjadi sumber operasional Kementerian dan Lembaga harus dilakukan dengan hati-hati demi menjaga keberlangsungan pembangunan jangka panjang.
"Jangan sampai mengakomodasi begitu banyak persoalan terus APBN-nya juga dipaksa melakukan yang di luar kemampuannya sehingga APBN menjadi jebol sendiri," kata Sri Mulyani saat rapat kerja dengan DPD RI di Jakarta pada Selasa (11/6/2024).
Jawaban Sri Mulyani ini juga untuk merespons apakah akan ada potensi APBN Perubahan pada 2025 mendatang, mengingat penyusunannya dilakukan dimasa transisi ke pemerintahan baru. Diketahui Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka telah menjadi Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk periode 2024-2029.
Sri Mulyani menjelaskan APBN Perubahan merupakan mekanisme yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007, yang memberi kewenangan kepada presiden terpilih untuk melakukannya perubahan terhadap APBN yang telah disusun oleh pemerintahan Jokowi untuk 2025.
Apalagi kata dia, APBN 2025 juga akan disusun untuk memenuhi sejumlah janji program yang dicetuskan pemerintah baru, sehingga pengelolaanya juga harus kredibel dan tidak memberatkan APBN itu sendiri.
"Kita juga terus berkoordinasi, komunikasi dengan tim yang disampaikan Pak Prabowo sehingga kita juga coba pahami dan desainnya sesuai dengan yang disampaikan, janji-janji maupun berbagai programnya," ucap Sri Mulyani.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengeluhkan soal anggaran Kemenko Marves kepada Badan Anggaran DPR. Menurut Luhut, anggaran Kemenko Marves yang sangat minim, tetapi pekerjaan dan tugasnya begitu menumpuk.
Baca Juga: IKN Tak Menarik Minat Investor Asing, Mahfud MD Beri Sindiran Pedas ke Menteri Bahlil
Apalagi dari sisi serapan anggaran, bilang dia, Kemenko Marves tercatat sangat tinggi.
"Kami ini terus terang, Kemenko Marves anggarannya sedikit, permintaannya banyak, kerjanya seabrek," ucap Luhut dalam Rapat dengan Badan Anggaran DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Rabu (5/6/2024).
Mantan Kepala Staf Presidenan ini juga memohon adanya anggaran untuk renovasi kantornya. Sebab, Luhut mengungkapkan, salah satu lantai kantornya sudah rongsok, bahkan sudah seperti gudang.
"Karena kasihan, kalau bapak datang ke kantor saya di lantai 21, itu kaya gudang. Kita mau cari Rp 20 miliar untuk merenovasi, nggak ada," beber dia.
Saking minimnya, Luhut juga sempat menggunakan uang didompetnya untuk membayar hotel saat sedang bertugas.
Dirinya pun bertanya-tanya, mengapa Kementerian yang dia komandoi tak mudah mendapatkan tambahan anggaran. Padahal, Kemenko Marves telah berkontribusi terhadap penerimaan negara.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Produk Viva Cosmetics yang Ampuh Atasi Flek Hitam, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 5 Rekomendasi HP Layar AMOLED 120Hz Termurah 2026, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- KUIS: Kalau Hidupmu Jadi Lagu, Genre Apa yang Paling Cocok?
Pilihan
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
-
5 HP Memori 128 GB di Bawah Rp2 Juta Terbaik Awal 2026: Kapasitas Lega, Harga Ramah di Kantong!
Terkini
-
IHSG Ambrol, Kapitalisasi Pasar Saham RI Merosot Jadi Rp 15.046 Triliun
-
Purbaya Naikkan Limit Investasi Saham Dana Pensiun dan Asuransi Jadi 20 Persen, Batasi di LQ45
-
Daftar Pemilik Saham BULL, Segini Jatah yang Dipegang Masyarakat
-
Profil Peter Sondakh: Konglomerat Rajawali Corpora, 'Penguasa' Tambang Emas ARCI
-
Profil Kevin Warsh, 'Orang Dekat' Donald Trump yang Jadi Calon Ketua The Fed
-
Dokumen Jeffrey Epstein 'Singgung' Identitas Satoshi Nakamoto dan Asal-Usul Bitcoin
-
Daftar Saham Prajogo Pangestu, Konglomerat Pasar Modal Indonesia
-
Harga Emas Antam Hari Ini, Nilainya Ambruk Usai Cetak Rekor Berturut-turut
-
Bos Danantara Rosan Tepis Ucapan Menhan Soal Perombakan Direksi Himbara
-
Harga Emas Anjlok Tajam: Galeri 24 dan UBS Turun Berturut-turut, Saatnya Serok?