Suara.com - Pada Minggu (9/6/2024) malam, Damon Anthony Alexander Hills (50), seorang Warga Negara Asing (WNA) kebangsaan Inggris melakukan aksi viral melanggar hukum. Diduga merampas truk bermuatan gabah dan berkendara secara ugal-ugalan hingga merusak sejumlah fasilitas. Ia diamankan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Denpasar, Bali.
Dikutip dari kantor berita Antara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mendukung pemberian sanksi hukum sebagai efek jera.
Tidak sebatas deportasi namun pelarangan mengunjungi seluruh destinasi di Indonesia.
"Ini perlu dukungan, bukan hanya aparat penegak hukum akan tetapi masyarakat dan ekosistem pariwisata agar mengingatkan wisatawan: kalau minum ada batasannya serta penggunaan narkoba dilarang dan akan ditindak sangat berat, penggunaan alkohol atau yang bisa memicu perilaku melanggar hukum harus kita batasi," tegas Sandiaga Uno.
Terkait bisnis pariwisata termasuk penyediaan konsumsi minuman. Menparekraf menyinggung peran penyedia minuman beralkohol buntut dari kelakuan WNA Inggris tadi.
"Yang menyediakan minuman punya tugas, bilang agar duduk dulu jangan melanjutkan minum, jangan sampai akhirnya hilang kesadaran. Karena hilang kesadaran bisa membuat orang melakukan apapun," tukas Sandiaga Uno pada Jumat (14/6/2024).
Menurutnya, ada pelatihan dan sertifikat khusus untuk industri yang menjual minuman beralkohol.
Ia menyebutkan beberapa destinasi kelas dunia yang menjajakan minuman beralkohol sudah menjalankan kewajiban itu. Ini yang harus dilakukan seluruh pengusaha serupa di negeri kita.
"Ya, wisatawan harus diberitahu, seperti beberapa destinasi kelas dunia yang lebih berkualitas, mereka ada batasan. Begitu melampaui pesanan maka pramutama bar dan pramusaji menyampaikan: tidak boleh, ini sudah lebih," tandas Sandiaga Uno.
Semestinya pengunjung dengan konsumsi minuman beralkohol yang tinggi tidak diizinkan pulang sendiri. Melainkan wajib didampingi atau menggunakan sopir pengganti untuk mengantisipasi tindakan melawan hukum akibat kondisi di bawah pengaruh alkohol.
"Kalau mereka hilang kesadaran karena mengonsumsi alkohol berlebihan, bisa melakukan kegiatan yang bukan hanya melanggar hukum tapi juga norma, kan ada juga yang sampai lepas baju," ungkap Menparekreaf mengingatkan beberapa kejadian lalu.
Berita Terkait
-
Viral Selebgram Berhijab Dituding Kejam ke Karyawan, ART Meninggal karena Sakit Dilarang Pulang
-
The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli
-
CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore
-
Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
-
Viral Sekelompok Murid SMP Berani Adang Motor di Trotoar, Langsung Jadi Sorotan Netizen
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara