Suara.com - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memasang target Bandara Nusantara Airport bisa digunakan untuk menerima tamu-tamu Very Important Person (VIP) dan negara dalam Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
"Perayaan HUT Kemerdekaan RI 17 Agustus yang menjadi leading sector-nya adalah Kepala Sekretariat Presiden (Kasetpres). Kami ditugaskan secara khusus untuk persiapan bandara IKN yang sekarang namanya sudah ditetapkan menjadi Nusantara Airport," jelas Menteri Perhubungan pada saat berada di Tuntang, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (16/6/2024).
Dikutip dari kantor berita Antara, saat itu Menteri Perhubungan menyatakan bahwa tugas Kementerian Perhubungan adalah menyelesaikan Nusantara Airport sebulan lagi.
Sehingga para tamu VIP dan negara yang datang ke IKN menggunakan pesawat bisa langsung mendarat di bandara itu. Di mana waktu tempuh dari Nusantara Airport ke Kawasan Inti Pusat atau KIPP IKN kira-kira 20 menit.
"Kami akan menggunakan bandara ini, Bapak Presiden RI sudah menyampaikan pula. Selain menteri, akan mengundang seluruh duta besar negara-negara sahabat yang akan terbang dari Jakarta ke IKN," lanjut Budi Karya Sumadi.
Kekinian, bandar udara atau bandara Very Very Important Person (VVIP) di Ibu Kota Negara Nusantara (IKN) sudah mencapai 50 persen. Sigit Hani Hadiyanto, Sekretaris Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menyampaikan progres pengerjaan bandara itu.
"Progres pengerjaan bandara VVIP IKN kalau kami tidak salah sudah mencapai sekitar 40-50 persen," demikian jelas Sigit Hani Hadiyanto, saat berada di Indonesia AERO Summit 2024 di Jakarta, Selasa (2/7/2024).
Ditambahkannya Nusantara Airport bakal digunakan sebelum upacara HUT ke-79 Kemerdekaan Negara Republik Indonesia.
"Ini masih terus berprogres, Menhub (Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi) bahkan dalam setiap kesempatan selalu berkunjung ke sana. Jadi, memang kami terus upayakan sesuai dengan target bisa fungsional pada 1 Agustus untuk kegiatan paling dekat 17 Agustus," tandas Sigit Hani Hadiyanto.
Baca Juga: Seluruh Jalan Tol Trans Jawa Kini Dikelola oleh Salim Grup
Sebagai catatan, Nusantara Airport belum direncanakan untuk melayani penerbangan komersial. Rencananya akan digunakan bagi kebutuhan penerbangan tamu-tamu negara dan melayani kepentingan kegiatan pemerintahan di IKN.
Juga belum memiliki kode yang umumnya diberikan kepada bandara-bandara komersial.
"Bandara khususnya disiapkan untuk melayani kegiatan VVIP di IKN. Saat ini statusnya adalah bandara VVIP," tukasnya.
Berita Terkait
-
Cabut Izin 28 Perusahaan Pascabencana, Auriga Nusantara Nilai Pemerintah Cuma Gimmick
-
Banjir dan Longsor Berulang, Auriga Ungkap Deforestasi 'Legal' Jadi Biang Kerok
-
Hashim dan Anak Aguan Mau Caplok Saham UDNG, Bosnya Bilang Begini
-
PT Nusantara Regas Terima Pasokan LNG Perdana dari PGN
-
Hasto: Hidup Butuh Gemblengan Agar Keluar Pamor, Ajak Lestarikan Tosan Aji Teladani Laku Bima
Terpopuler
- 5 HP Murah Alternatif Redmi Note 15 5G, Spek Tinggi buat Multitasking
- 5 Mobil Toyota Dikenal Paling Jarang Rewel, Ideal untuk Mobil Pertama
- Denada Akhirnya Akui Ressa Anak Kandung, Bongkar Gaya Hidup Hedon di Banyuwangi
- 6 Moisturizer Pencerah Wajah Kusam di Indomaret, Harga di Bawah Rp50 Ribu
- 26 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 31 Januari 2026: Buru Gullit 117 OVR dan Voucher Draft Gratis
Pilihan
-
Pintu Langit Dibuka Malam Ini, Jangan Lewatkan 5 Amalan Kunci di Malam Nisfu Syaban
-
Siapa Jeffrey Hendrik yang Ditunjuk Jadi Pjs Dirut BEI?
-
Harga Pertamax Turun Drastis per 1 Februari 2026, Tapi Hanya 6 Daerah Ini
-
Tragis! Bocah 6 Tahun Tewas Jadi Korban Perampokan di Boyolali, Ibunya dalam Kondisi Kritis
-
Pasar Modal Bergejolak, OJK Imbau Investor Rasional di Tengah Mundurnya Dirut BEI
Terkini
-
Lobi Investor Asing, Bos Danantara Pede IHSG Rebound Besok
-
Danantara Punya Kepentingan Jaga Pasar Saham, Rosan: 30% 'Market Cap' dari BUMN
-
Profil PT Vopak Indonesia, Perusahaan Penyebab Asap Diduga Gas Kimia di Cilegon
-
Bos Danantara Rosan Bocorkan Pembahasan RI dengan MSCI
-
IHSG Berpotensi Rebound, Ini Saham yang Bisa Dicermati Investor Pekan Depan
-
Pengamat: Menhan Offside Bicara Perombakan Direksi Himbara
-
AEI Ingatkan Reformasi Pasar Modal RI Jangan Bebani Emiten
-
Bongkar Muat Kapal Molor hingga 6 Hari, Biaya Logistik Kian Mahal
-
Strategi Pemerintah-OJK Berantas Praktik Saham Gorengan
-
Geger Platform Emas Digital Gagal Bayar Nasabah Gegara Aksi Tarik Dana Massal