Suara.com - Elon Musk berencana menyumbang dana sebesar 45 juta dolar AS atau Rp728 miliar tiap bulannya. Nantinya uang tersebut untuk mendukung calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Berdasarkan laporan Wall Street Journal, sumbangan Musk akan dikucurkan kepada Amerika PAC—kelompok yang melakukan promosi pendaftaran pemilih, pemungutan suara awal dan menghimpun surat suara jelang Pemilu AS pada November 2024.
“Saya sepenuhnya mendukung Presiden Trump dan berharap pemulihannya cepat," tulisnya di media sosial X @elonmusk, dikutip Rabu (17/7/2024).
Miliader itu resmi sepenuhnya mendukung Trump sebagai Presiden AS berikutnya usai insiden penembakan kampanye di Pennsylvania pada Sabtu (13/7/2024).
Sebagai orang terkaya di dunia dengan kekayaan 250 miliar dolar AS, Musk tampak mesra dengan Trump pada Pemilu AS 2024. Hal ini ditandai dengan pertemuan antar keduanya di kediaman miliader Nelson Peltz di Florida.
Tak hanya Musk yang mendonasikan dana bantuan ke Trump. Ada pula pendiri Palantir Joe Lonsdale, mantan duta besar AS untuk Kanada Kelly Craft hingga investor kripto Tyler dan Cameron Winklevoss.
Sebenarnya, aturan AS membatasi sumbangan kampanye individu maksimal 3.300 dolar AS per orang. Namun masih ada celah pada sistem keuangan kampanye, membuat donator besar politik diam-diam menyumbangkan uangnya di PAC.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Lagi! Peserta Latsarmil Kopdes Merah Putih Meninggal, Rifki Renaldi Jadi Korban Ke-4
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Perempuan Jadi Korban Jika Industri Tembakau Tertekan
-
Pemadaman Bergilir Akibat Pemangkasan RKAB Batubara oleh Kementerian ESDM
-
Hitung-hitungan Kerugian Negara dari Peredaran Rokok Ilegal
-
418 Ribu Penumpang Nikmati Diskon Kapal Feri, Kuota Masih Tersedia
-
Ternyata Kemasan Rokok Polos Melanggar Aturan
-
Prabowo Bakal Luncurkan BBM Baru, Segini Harganya
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
-
Kemasan Rokok Polos Berisiko Gerus Penerimaan Negara hingga Puluhan Triliun
-
Patriot Bond Jadi Tempat Pencucian Uang, DPR: Insentif Menarik Investor
-
Berdampak ke Industri Kretek Lokal, Kemenperin Tolak Batas Tar dan Nikotin Rokok