Jika Anda ingin memiliki kondisi keuangan yang sehat, idealnya pemasukan harus lebih besar dibanding pengeluaran. Maka dari itu, apabila saat ini kondisi keuangan Anda masih lebih besar pengeluaran dibanding pemasukan, setop dulu penggunaan layanan kredit, dan benahi terlebih dahulu keuangan Anda.
Sebab, bukannya bermanfaat, pemakaian kredit online justru berpeluang menambah besar pengeluaran Anda setiap hari atau setiap bulannya. Lebih baik, berhemat dan fokus cari sampingan agar pintu penghasilan Anda bertambah dan bisa punya tabungan lebih banyak.
5. Pendapatan Habis untuk Bayar Tagihan
Jika Anda berada dalam kondisi uang gajian habis untuk membayar seluruh tagihan, maka kondisi ini harus segera diperbaiki. Misalnya, apabila Anda memiliki manajemen keuangan yang buruk, maka mulai sekarang cobalah untuk mencatat dan membuat anggaran keuangan sederhana.
Catatlah berapa besar pemasukan, dan pengeluaran apa saja yang diperlukan. Dengan begitu, Anda bisa tahu ke mana habisnya uang setiap bulan dan apa yang bisa diperbaiki atau dihemat.
Idealnya, kredit online adalah alat pembayaran yang bisa memudahkan Anda untuk bertransaksi di saat-saat penting, seperti untuk kebutuhan darurat ataupun cicilan, yang tentunya dipakai sesuai dengan kemampuan bayar Anda.
Jangan sampai keinginan untuk memenuhi kebutuhan instan membuat Anda terjebak dalam jerat utang yang sulit diatasi. Ingatlah, keuangan yang sehat adalah kunci keamanan finansial di masa depan.
Berita Terkait
-
Hadirkan ComboFit Jamsostek di Aplikasi My Telkomsel, BPJS Ketenagakerjaan Permudah Pekerja Informal Terlindungi
-
3 Cara Mengecek Cuaca Besok Secara Online, Mudah Lewat HP
-
Canggih! All-New KONA Electric Bisa Terhubung ke Smartphone, Ini Deretan Fiturnya
-
Cara Aman Kredit Mobil Baru di GIIAS 2024
-
Gandeng Citilink, Pengguna Kartu Kredit MNC Bank Makin Mudah Pesan Tiket Pesawat
Terpopuler
- Honor X7d Resmi Meluncur di Indonesia, HP Tangguh 512GB, Baterai Awet 6500mAh, Harga Rp4 Jutaan
- 7 Parfum Tahan Lama di Indomaret, Wangi Mewah tapi Harga Ramah
- Anggota DPR Habiburokhman sampai Turun Tangan Komentari Kasus Erin Taulany vs eks ART
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- 8 Sepatu Skechers yang Diskon di MAPCLUB, Bisa Hemat hingga Rp700 Ribu
Pilihan
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
Terkini
-
Kemendag Bidik Penyalur Nakal, Tegakkan Sanksi Demi Jaga Pasokan Minyakita
-
Besok Purbaya Akan Buktikan Kritik The Economist Keliru
-
Purbaya Sebut 'Media Bodoh', Gurita Bisnis Pemilik The Economist Tembus Ratusan Triliun
-
PT Timah Setor Rp 1,624 triliun ke Negara Sepanjang 2025
-
CELIOS: Harga-harga Naik 2 Bulan ke Depan, PHK Mengintai
-
BI Pastikan Cadangan Devisa Lebih dari Cukup untuk Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah
-
Menkeu dan BI Optimistis Rupiah Menguat Lagi di Juli 2026
-
PHK Meningkat Tajam, Klaim Kehilangan Kerja di BPJS Tenaga Kerja Melonjak 91 Persen
-
Tak Mau Tahu, BI Tetap Pede Rupiah di Level Rp 16.800 pada Akhir Tahun
-
Badai Ekonomi Ganda: Rupiah Terpuruk ke Rp 17.667 dan Harga Minyak Dunia Kian Membara