Suara.com - Dalam rangka menyambut transformasi Jakarta menjadi kota global, calon Ketua Umum HIPMI Jaya, Ryan Haroen, mengumumkan salah satu programnya apabila terpilih menjadi Ketua Umum Hipmi Jaya yaitu beasiswa pendidikan formal dan non-formal bagi seluruh anggota HIPMI Jaya.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mempersiapkan para pengusaha muda menghadapi tantangan global.
Ryan Haroen menyadari pentingnya pendidikan dalam meningkatkan daya saing para pengusaha muda di era globalisasi.
"Jakarta yang akan menuju menjadi kota global membutuhkan pengusaha yang tidak hanya kompeten, tetapi juga inovatif dan adaptif terhadap perubahan. Melalui beasiswa ini, kami ingin memastikan bahwa anggota HIPMI Jaya memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas yang akan mendukung mereka dalam mengembangkan bisnisnya," ujar Ryan ditulis Jumat (26/7/2024).
Program beasiswa ini mencakup pendidikan formal seperti gelar sarjana dan pascasarjana di universitas terkemuka, serta pelatihan non-formal seperti kursus keterampilan, workshop, dan seminar yang relevan dengan dunia bisnis.
Dengan demikian, anggota HIPMI Jaya akan mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kompetensi mereka di berbagai bidang, mulai dari manajemen bisnis, teknologi, hingga pemasaran digital.
Untuk memastikan kualitas pendidikan yang diberikan, Ryan Haroen berencana menjalin kerjasama dengan berbagai institusi pendidikan terkemuka, baik di dalam maupun luar negeri.
"Kami akan bekerja sama dengan universitas, lembaga pelatihan, dan para ahli di berbagai bidang untuk menyediakan program yang sesuai dengan kebutuhan anggota HIPMI Jaya," tambah Ryan.
Ryan Haroen juga menekankan bahwa beasiswa ini merupakan bagian dari komitmennya untuk mendukung perkembangan anggota HIPMI Jaya.
Baca Juga: Kawal Sandiaga Uno, Caketum HIPMI Jaya Sambangi Arief Muhammad Bahas Industri Kreatif
"Saya percaya bahwa dengan memberikan akses pendidikan yang lebih baik, kita dapat menciptakan pengusaha-pengusaha muda yang siap bersaing di kancah global. Ini adalah investasi jangka panjang yang akan membawa manfaat besar bagi Jakarta dan Indonesia secara keseluruhan," jelasnya.
Sebagai kota yang terus berkembang, Jakarta memiliki potensi besar untuk menjadi pusat bisnis dan ekonomi di tingkat global. Ryan Haroen yakin bahwa dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui pendidikan, Jakarta akan semakin siap menghadapi tantangan globalisasi dan menjadi kota yang kompetitif di dunia internasional.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
Terkini
-
Sepanjang Tahun 2025, Pertamina EP Cepu Torehkan Kinerja Moncer
-
Laba Naik Saat Industri Media Berat, Emiten DIGI Bongkar Strategi Rahasianya
-
Aura Research Jadi Senjata Baru DIGI, Andalkan AI untuk Riset hingga Advokasi Bisnis
-
Pegadaian dan KSEI Perkuat Ekosistem Emas Melalui Investasi ETF Emas
-
Laba Bersih Arkadia Digital Media (DIGI) Melonjak 45,1% di 2025, Siapkan Ekspansi Bisnis AI
-
RI Siapkan Indonesia Center New York, Bidik Investasi dan Ekspansi Bisnis ke AS
-
Domestik Lesu, SIG Mau Kirim 1 Juta Ton Semen ke Pasar AS Lewat Dermaga Baru
-
Industri Manufaktur Didesak Beralih ke Energi Hijau, Jangan Tunggu Sampai Kalah Saing
-
Selisih Harga Makin Lebar, Migrasi Pertamax ke Pertalite Berpotensi Jadi Risiko Besar bagi APBN
-
Sekarang UMKM Bisa Ekspor ke Eropa Setelah IEU-CEPA Disepakati