Suara.com - Presiden Terpilih Prabowo Subianto bakal dihadapkan pada kondisi tak begitu menyenangkan saat awal-awal resmi memimpin Indonesia pada 20 Oktober 2024 mendatang, pasalnya Prabowo bakal mendapatkan tantangan berat dalam mengatasi krisis industri yang semakin mengkhawatirkan.
Meningkatnya jumlah pabrik yang bangkrut dan gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) massal telah memicu kekhawatiran akan dampak sosial dan ekonomi yang luas.
Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) yang dikutip Senin (7/10/2024) gelombang PHK terus meningkat selama 9 bulan terakhir sepanjang tahun ini.
Tercatat jumlah pekerja yang terkena PHK, mencapai 53 ribu orang dari bulan Januari-September 2024.
Pada September 2024, Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Kemenaker, Indah Anggoro Putri mengatakan, ada tambahan jumlah PHK sebanyak 6.753 orang.
"Total PHK per 26 September 2024, sebanyak 52.993 (53.000) tenaga kerja, meningkat (dibanding periode yang sama tahun lalu),” kata Indah.
Dan kasus PHK yang terbesar, Indah tak segan menyebut Jawa Tengah, totalnya mencapai 14.767 kasus. Disusul Banten sebanyak 9.114 kasus, dan DKI Jakarta 7.469 kasus.
Apabila dilihat bedasarkan sektornya, kasus PHK terbanyak berasal dari sektor pengolahan yang mencapai 24.013 kasus. Kemudian, disusul sektor jasa yang mencapai 12.853 kasus. Selanjutnya sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang mencapai 3.997 kasus.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengakui banyak perusahaan yang melakukan PHK belakangan ini. Kemenaker, masih melakukan mitigasi terkait banyaknya PHK akhir-akhir ini.
Baca Juga: Posisi Duduk Gibran Tak Sejajar Prabowo di HUT TNI Disorot: Belum Levelnya
“Kami terus melakukan memitigasi agar jangan sampai PHK itu terjadi. Jadi upaya-upayanya kami pertemukan, antara manajemen dengan pekerja, kami ketemukan itu, bisa menekan terjadinya PHK,” tutur Ida.
Contohnya, Jakarta yang berada di peringkat kedua setelah Jateng, terdapat 7.400 pekerja mengalami PHK pada periode Agustus 2024. Di Jawa Tengah, pekerja yang banyak mengalami PHK di sektor manufaktur, tekstil, hingga industri pengolahan.
"Sementara di Jakarta, korban PHK terbanyak adalah sektor jasa. Berikutnya di Banten, PHK banyak terjadi di industri petrokimia," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- 4 Shio Beruntung Hari Ini 4 Agustus 2026: Macan hingga Babi Berpeluang Dapat Kabar Baik
Pilihan
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
Terkini
-
Emosi Memuncak! Pria di Bandung Bakar Motor Sendiri, Tiga Rumah Ludes Dilalap Api
-
Rekor Timnas Indonesia vs Singapura di Jalan Besar Stadion: Dramatis, dan Tak Pernah Mudah
-
Menteri PU Dody Hanggodo Wacanakan Pembangunan Tol Pekanbaru-Kuansing
-
Sunscreen Apa yang Cocok untuk Kulit Berminyak dan Berjerawat? Ini 6 Rekomendasinya
-
Purbaya Curhat Gagal Beli Harley-Davidson Gegara Gratifikasi
-
War Ticket Upacara 17 Agustus di Istana Baru Dibuka, Antrean Virtual Tembus 4 Jam!
-
Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Ponorogo Berlanjut, Kejari Isyaratkan Ada Tersangka Baru
-
A Stone Sat Still, Buku Anak yang Mengajarkan Empati Lewat Sebuah Batu
-
Indonesia Kecam Serangan Israel ke Gaza yang Ancam Gencatan Senjata
-
Kubu Febrie Ajukan Praperadilan, Klaim untuk Menjernihkan Proses Hukum