Suara.com - Sri Mulyani mengumumkan akan ada kenaikan PPN jadi 12% yang mulai berlaku pada Januari 2025. Mengenai kenaikan PPN ini tentunya berdampak terhadapat beberapa hal. Nah berikut ini dampak PPN naik 12 persen.
Diberitakan PPN secara resmi akan dinaikan menjadi 12 persen. Hal ini disampaikan langsung oleh bahwa Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 14 November 2024 saat rapat bersama anggota DPR . Kenaikan PPN ini akan berlangsung mulai 1 Januari 2025.
Terkait kenaikan PPN ini pun memicu sejumlah reaksi negatif dari warganet karena akan berdampak pada gaji karyawan dan beberapa hal lainnya. Nah untuk lebih jelasnya, berikut ini dampak PPN naik 12 persen.
1. Dampak Terhadap Konsumen
Dengan adanya kenaikan PPN menjadi 12 persen pada Januari 2025 mendatang, maka ini akan berdampak terhadap konsumen. Adapun dampaknya terhadap kosumen sebagai berikut:
- Peningkatan Harga Barang dan Jasa
- Daya Beli Menurun
- Ketidakpastian Ekonomi
2. Dampak Terhadap Dunia Usaha
Kenaikan PPN menjadi 12 persen juga akan berdampak terhadap dunia usaha. Adapun dampaknya seperti berikut ini.
- Kenaikan Biaya Produksi
- Penyesuaian Harga
- Beban Administrasi
- Bisnis Kecil kesulitan menyesuaikan harga
3. Dampak Terhadap Pemerintah
Dampak lainnya dengan adanya kenaikannya PPN menjadi 12 persen yaitu pada sektor pemerintahan. Adapun dampak terhadap pemerintah sebagai berikut:
Baca Juga: Kenaikan PPN 12% Jadi Nestapa Kelas Menengah, Orang Kaya Sulit Dipajaki?
- Peningkatan Pendapatan Negara
- Pengurangan Defisit Anggaran
- Peningkatan Keseimbangan Fiskal.
4. Dampak Terhadap Perekonomian Makro
Kenaikan PPN 12 persen pada awal tahun 2025 juga berdampak terhadap perekonomian makro. Adapun dampaknya sebagai berikut:
- Pengaruh Inflasi
- Penurunan Konsumsi
- Sektor yang Rentan pada penurunan permintaan
5. Dampak Terhadap Kesenjangan Sosial
Kenaikan PPN 12 persen ini juga akan berdampak terhadap kesenjangan sosial. Adapun dampaknya seperti berikut ini:
- Beban Lebih Berat bagi Masyarakat Berpendapatan Rendah
- Penyederhanaan Pajak
Jadi kenaikan PPN menjadi 12% memiliki dampak yang kompleks dan dapat dirasakan oleh berbagai lapisan masyarakat dan sektor ekonomi. Meskipun dapat memberikan dampak positif bagi pendapatan negara dan mendukung pembangunan.
Namun kenaikan PPN ini akan berdampak negatif terhadap daya beli masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah, serta peningkatan biaya hidup bisa menjadi tantangan yang harus dikelola dengan bijak.
Berita Terkait
-
Kenaikan PPN 12% Jadi Nestapa Kelas Menengah, Orang Kaya Sulit Dipajaki?
-
Kenaikan PPN 12% Tekan Daya Beli, Orang RI Kini Beralih ke Produk Murah
-
Tolak Kenaikan PPN 12 Persen, Warganet Kibarkan Lagi Peringatan Garuda Biru
-
Pemerintah Nekat Naikkan Pajak saat Gelombang PHK Masih Menggila
-
PPN Naik Lagi? Cek Penjelasan dan Daftar Barang Jasa yang Bebas Pajak!
Terpopuler
- 5 HP Terbaru 2026 Baterai Jumbo 10.000 mAh: Tahan 3 Hari, Performa Kencang
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Promo Alfamart Hari Ini 2 Mei 2026, Menang Banyak Diskon hingga 60 Persen Kebutuhan Harian
- Promo Indomaret Hari Ini 1 Mei 2026, Dapatkan Produk Hemat 30 Persen
- 5 Cushion Waterproof dan Tahan Lama, Makeup Awet Seharian di Cuaca Panas
Pilihan
-
Teror di London: Penembakan Brutal dari Dalam Mobil, 4 Orang Jadi Korban
-
RESMI! Klub Milik Prabowo Subianto Promosi ke Super League
-
Dibayar Rp50 Ribu Sebulan, Guru Ngaji di Kampung Tak Terjamah Sistem Pendidikan
-
10 Spot Wisata Paling Hits di Solo 2026: Paduan Sempurna Budaya, Estetika, dan Gaya Hidup Modern!
-
7 Sabun Mandi Cair Wangi Mewah yang Bikin Rileks Setelah Pulang Kerja, Ada yang Mirip Aroma Spa
Terkini
-
Target Harga CBDK saat Saham Kuatkan Basis Recurring Income
-
Hutama Karya Mempercepat Proyek Sekolah Rakyat di 4 Provinsi, Mana Saja?
-
Kisah Potorono Bantul Jadi Desa BRILian, UMKM Tumbuh dan Ekonomi Warga Kian Menggeliat
-
BRI Hadir di Jogja 10K 2026, Perkuat Sport Tourism dan Digitalisasi UMKM
-
Mengetuk Pintu Langit, Pegadaian Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Medan
-
Rupiah Anjlok ke Level Terburuk Sepanjang Masa, 'Kalah' dari Mata Uang Zimbabwe
-
5 Investasi yang Aman untuk Anak Muda dan Pemula, Minim Risiko
-
Trump Terima Usulan Damai Perang Iran, Selat Hormuz Mulai Kondusif?
-
Pergerakan Harga Emas Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026
-
Kisah Shiroshima, UMKM Batik Asal Yogyakarta yang Go Internasional dan Tembus Paris Fashion Week