Suara.com - Bagi keluarga muda, memiliki rumah impian merupakan salah satu tujuan besar dalam hidup. Namun, dengan harga properti yang terus meningkat, membeli rumah pertama tampaknya menjadi tantangan yang semakin berat.
Fenomena kenaikan harga properti dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pertumbuhan populasi di daerah perkotaan, keterbatasan lahan, serta permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan suplai. Selain itu, faktor inflasi dan suku bunga juga turut mempengaruhi kenaikan harga rumah dari tahun ke tahun.
Saat ini, satu unit rumah dengan 2 kamar dan halaman sempit bahkan bisa dihargai dari Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar. Ditambah lagi harga kebutuhan harian yang tidak menentu dan cenderung meningkat. Hal ini membuat beberapa generasi muda yang baru saja berkeluarga kesulitan mendapatkan rumah pertama yang murah.
Namun, meskipun harga rumah terus melambung, bukan berarti generasi muda harus menyerah pada impian memiliki rumah. Dengan strategi yang tepat, ada beberapa jalan yang bisa ditempuh. Dikutip dari berbagai sumber, ada sejumlah tips yang bisa diikuti untuk kamu keluarga muda yang ingin beli rumah pertama.
1. Ubah Pola Gaya Hidup
Gaya hidup konsumtif seringkali menjadi kendala utama dalam memulai kebiasaan menabung. Banyak orang lebih fokus menghabiskan uang untuk membeli apa yang diinginkan, bukan apa yang sebenarnya dibutuhkan. Akibatnya, tanpa disadari, uang habis untuk hal-hal yang tidak esensial.
Untuk bisa menabung dan mempersiapkan pembelian rumah, mulailah dengan menjalani gaya hidup yang lebih hemat. Contohnya, hindari merokok, kurangi belanja secara impulsif, dan batasi kegiatan yang tidak memberikan nilai tambah finansial.
2. Susun Anggaran Bulanan
Merencanakan anggaran bulanan adalah langkah penting untuk mengontrol pengeluaran. Dengan anggaran yang jelas, Anda bisa mengalokasikan uang sesuai prioritas dan lebih mudah mengelola tabungan.
Salah satu metode yang bisa digunakan adalah aturan 50:30:20. Aturan ini membagi pendapatan menjadi 50% untuk kebutuhan pokok, 30% untuk kebutuhan pribadi, dan 20% untuk tabungan atau investasi.
Baca Juga: Hadir di PIK 2, KPR BRI Property Expo Tawarkan Beragam Promo Spesial
3. Manfaatkan Instrumen Investasi
Menabung dengan cara berinvestasi merupakan langkah cerdas untuk mengembangkan dana Anda. Beberapa instrumen investasi yang populer antara lain reksadana, saham, emas, dan properti. Keuntungan dari investasi ini adalah adanya potensi pertumbuhan nilai uang yang bisa membantu mencapai target finansial lebih cepat.
Namun, perlu diingat bahwa investasi juga memiliki risiko, terutama dalam situasi pasar yang fluktuatif. Oleh karena itu, penting untuk memahami setiap jenis instrumen investasi yang Anda pilih dan mengambil keputusan dengan bijaksana.
4. Jangan Tunda, Segera Bertindak
Harga rumah cenderung naik setiap tahun karena semakin terbatasnya lahan dan inflasi. Semakin lama menunda, semakin besar kemungkinan harga rumah tidak lagi terjangkau. Jika ingin memiliki rumah saat masih muda, mulailah merencanakan dan mencari properti sejak sekarang.
5. Cari Properti di Lelang
Salah satu cara untuk mendapatkan rumah dengan harga lebih terjangkau adalah melalui lelang properti. Properti yang dilelang biasanya ditawarkan dengan harga lebih rendah dari harga pasar karena merupakan hasil dari kredit macet atau masalah keuangan lainnya. Bagi generasi muda, ini adalah peluang emas untuk mendapatkan rumah impian tanpa harus mengeluarkan biaya besar.
BRI menyediakan berbagai pilihan aset lelang maupun non lelang yang bisa diakses secara online melalui BRI Info Lelang. Di sini, Anda bisa menemukan berbagai aset properti dengan harga miring.
Berita Terkait
-
KPR BRI 2,29% Fixed 1 Tahun! Buruan ke KPR BRI Property Expo 2024
-
Hadir di PIK 2, KPR BRI Property Expo Tawarkan Beragam Promo Spesial
-
Pelindo Gelar Program Biodiversity Camp, Tingkatkan Kesadaran Bagi Generasi Muda Maritim
-
Dukung Generasi Muda Berkarya, PT PNM Gelar Kompetisi Video Bertema Inspirasi Sosial
-
Intip 5 Exchange Crypto Terbaik dan Terpercaya di Indonesia
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
Purbaya Klaim Kemenkeu Belum Berencana Punya Saham BEI Meski Diizinkan UU P2SK
-
Purbaya Ngotot Tambah Layer Cukai untuk Legalisasi Rokok Ilegal
-
Bunga Kredit PNM Mekaar Turun Jadi 8 Persen, OJK Mendadak Beri Peringatan
-
Evaluasi MBG, Luhut Soroti Pelaksanaan Serentak
-
Purbaya Respons Isu Tarik Dana SAL Milik Pemerintah dari Perbankan
-
Pemerintah Siapkan Rp815 Miliar untuk Program Kompor Listrik, Upayakan Tidak Impor
-
Rute Lengkap KRL, TransJakarta dan Mikrotrans Menuju ke JIS
-
Daftar Saham yang Meroket di Tengah Koreksi IHSG Sesi I
-
Gas Mahal Picu PHK 55 Ribu Buruh, ESDM: Industri yang Mana Dulu!
-
IHSG Ambrol Nyaris ke Level 5.900, TPIA Jadi Beban