"Pengambilan bantuan di Kantorpos lebih mudah. Karyawannya ramah, dan bantuan langsung diberikan tunai," ujarnya.
Maryati mengaku bantuan yang diterima akan digunakan untuk kebutuhan membeli sembako dan pendidikan anak.
"Untuk membeli kebutuhan bahan makanan sehari-hari, juga untuk keperluan anak sekolah," tuturnya.
Senada dengan Maryati, KPM lainnya, Sadeli, merasa sangat terbantu dengan bansos ini. "Proses di Kantorpos lebih nyaman dibandingkan di tempat lain. Tidak perlu khawatir bantuan tidak cair," kata nya.
Sadeli mengaku telah mendapat bantuan sebesar Rp400 ribu. Menurutnya, bantuan tersebut didapatnya dengan proses yang mudah.
"Kalau di Pos, langsung bisa cair. Kalau pakai kartu ATM kan agak sulit. Ya, kalau kita ngambil, kalau kita nggak tahu kan bahaya juga. Takutnya kan keblokir, nggak keluar (uangnya). Paling kalau dianterin, datang ngasih uang, gitu kan. Sama dicek foto sama KTP. Sudah, langsung tanda tangan," ujarnya.
Baik pihak Pos Indonesia maupun penerima manfaat sama-sama berharap program ini dapat terus dilanjutkan.
"Kami berharap kepercayaan ini tetap diberikan kepada PT Pos Indonesia. Dengan jaringan luas hingga pelosok, kami siap memberikan pelayanan terbaik," ujar Sigit.
Penyaluran bansos dari Kementerian Sosial melalui PosIND ini menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga penyalur, dan masyarakat untuk memastikan bantuan sampai ke tangan KPM secara tepat, tepat jumlah, dan efisien.
Baca Juga: Kantorpos Salurkan Bansos PKH dan Sembako di Batam secara Door to Door dan Langsung
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
Terkini
-
Pemerintah Umumkan Stimulus Transportasi Rp 1,54 T, Lengkap dari Pesawat hingga Kapal
-
Teknologi AI Masuk Industri Asuransi, LGI Luncurkan Fitur Cek Kesehatan Otomatis
-
Program Bantuan Pangan Beras 10 Kg & Subsidi Kedelai Dilanjutkan, Anggaran Rp 17,54 T
-
Pemerintah Bebaskan Bea Masuk Impor LPG dan Bahan Baku Plastik Jadi 0%
-
Umat Muslim RI Terbanyak Sedunia, Gimana Nasib Ekonomi Syariahnya?
-
Tokocrypto Resmi Gabung ICEX Group, Transaksi Kripto RI Nyaris Rp100 Triliun
-
Gegara Hilirisasi Alumunium, Inalum Raih Kinerja Moncer di 2025
-
Di Tengah Mati Lampu Masal, Petinggi PLN Bisa Kantongi Gaji Ratusan Juta Setiap Bulan?
-
Pemerintah Kucurkan Paket Stimulus Ekonomi Rp 26,34 T di Semester II 2026, Ini Rinciannya
-
Satgas PASTI Tutup 27 Gadai Ilegal dan 228 Pedagang Kripto Bodong, Masyarakat Diminta Waspada