Suara.com - Instruksi Presiden Nomor 1/2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan APBN dan APBD dan APBD 2025 menjadi momok baru. Pasalnya, hampir semua anggaran dipotong, tidak terkecuali transfer ke daerah.
Hal ini setelah Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati meneken Keputusan Menteri Keuangan Nomor 29/2025.
Dalam beleid itu, Sri Mulyani memotong anggaran transfer ke daerah yang sebesar Rp50,59 triliun pada tahun anggaran 2025.
Mengutip beleid tersebut, Selasa (4/2/2025), terdapat enam alokasi dana transfer ke daerah yang dipangkas yaitu Kurang Bayar Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Fisik, Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Dana Desa.
Adapun, secara rinci pagu alokasi yang ditetatapkan, Kurang Bayar Dana Bagi Hasil sebesar Rp27,8 triliun, Dana Alokasi Umum Rp446,63 triliun, Dana Alokasi Fisik Rp36,95 triliun.
Selanjutnya, Dana Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Rp1,2 triliun, dan Dana Desa Rp71 triliun.
Dalam beleid ini, Sri Mulyani menyertakan cadangan pagu anggaran di masing-masing pos. Namun, hanya digunakan untuk kebutuhan pemerintah saja.
"Cadangan dana digunakan untuk mendanai kebutuhan prioritas pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan," bunyi Diktum Kedelapan aturan tersebut.
Baca Juga: Efisiensi Anggaran ala Prabowo 'Korbankan' Mimpi Sarjana! Sri Mulyani Batalkan Beasiswa Kemenkeu
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP Terbaru 2026 Harga Rp2 Jutaan, Kamera Bagus dan Baterai Besar hingga 7000 mAh
- Lirik Lagu 'MBG Mas Bahlil Ganteng' yang Viral, Lengkap Asal Usulnya
- Silsilah Keluarga Lim Xin Rui yang Resmi Jadi Menantu Hasto Kristiyanto
- 5 Sepatu Puma yang Diskon di Sports Station, Harga Mulai Rp200 Ribuan
- 5 Sunscreen Wardah Terlaris di Shopee Mulai Rp30 Ribuan, Ini Kandungan dan Manfaatnya
Pilihan
-
BREAKING NEWS! Persija Resmi Tidak Perpanjang Kontrak Mauricio Souza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer: Hukum Mati Saja Saya!
-
Staf Ahli Gubernur Kaltim Bawa-Bawa Status 'Cucu Nabi' demi Redam Demo Massa
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
Terkini
-
Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat
-
Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56
-
Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?
-
Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?
-
Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis
-
Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama
-
Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital
-
Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok
-
Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah
-
Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform