Suara.com - PT Bank Central Asia (BCA) memprediksi permintaan kendaraan listrik bakal meningkat saat lebaran. Direktur BCA Finance Petrus S Karim meramal kredit khusus kendaraan listrik pada tahun ini meningkat lima hingga 10 persen.
"Kita melihat ada peningkatan tren untuk tahun ini mengenai kredit kendaraan listrik. Diperkirakan ada peningkatan 10 persen dari nilai kredit yang kita lepas total ada Rp40 trilin kata Direktur BCA Finance Petrus S Karim dalam acara BCA Expoversary Jumat (21/2/2025).
Ia mengatakan pertumbuhan tersebut karena saat ini minat masyarakat terhadap kendaraan listrik untuk mobil dan motor mulai meningkatz
Tetapi dengan terobosan dan inovasi yang dilakukan perusahaan kendaraan listrik, maka nilai kredit pun akan berdampak pada peningkatan. Ini karena pertumbuhan ekonomi nasional yang juga pasti berdampak," katanya.
Terkait kredit menjelang lebaran, Petrus mengatakan jika masyarakat saat ini masih banyak yang menunggu jenis kendaraan yang dikeluarkan.
Biasanya mobil untuk keluarga paling banyak dipilih. Hal ini karena untuk keperluan perjalanan jauh dan muatan.
"Biasanya kredit mobil terjadi pada momen lebaran itu menyasar segmen keluarga dengan kapasitas besar. Kalau kendaraan listrik masih terbatas karena pertimbangan stasiun pengisian ketika sampai daerah," ujarnya.
Sementara itu, total portofolio kredit konsumer naik 12,4 persen YoY menyentuh Rp223,7 triliun, ditopang KKB yang meningkat 14,8 persen YoY mencapai Rp65,3 triliun dan KPR sebesar 11,2 persen YoY menjadi Rp135,5 triliun.
Outstanding pinjaman konsumer lain (mayoritas kartu kredit) tumbuh 12,8 persen YoY menjadi Rp 22,9 triliun.
Baca Juga: Kehabisan Uang Tunai, Perusahaan Kendaraan Listrik Ini Bangkrut
Berita Terkait
-
Aturan Keamanan Baru China Berpotensi Dongkrak Harga Mobil Listrik Dunia
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
Kejar Transaksi Ritel, CIMB Niaga Terus Pepet Kalangan Gen Z
-
Di Balik Insentif Motor Listrik, Ada PR Besar Bernama Keselamatan
-
Keberlanjutan Jadi Fokus, Transportasi Mulai Beralih ke Kendaraan Listrik
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
Pilihan
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
Terkini
-
ESDM Akui Tahan Ekspor Batu Bara Demi PLN, Masalah Pasokan PLTU Terungkap di Tengah Pemadaman
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Marak Transaksi Palsu di Tokopedia, Pemerintah Gregetan!
-
Soal Laporan ke KPK, ITDC Klaim Tak Punya Wewenang Atur Dana Relokasi Mandalika
-
Menkeu Purbaya Legalkan Pencucian Uang Lewat Patriot Bond?
-
Investor Asing Masih Asik Jual Saham di RI, BMRI dan DSSA Jadi Incaran
-
Lahan Meikarta Bakal jadi Aset Negara? Maruarar Segera Urus Legalitas
-
Terungkap! Dua PLTU Raksasa di Cilacap Sempat Bermasalah, Jadi Pemicu Pemadaman Bergilir di Jawa
-
Listrik Pulau Jawa Gelap Gulita, Siapa yang Bertanggung Jawab?
-
Pupuk Indonesia Tembus Australia, Ekspor Urea 250 Ribu Ton Dikebut hingga Akhir 2026