Suara.com - Pasca pandemi Covid-19, pasar properti Bali mengalami pemulihan yang melampaui ekspektasi. Pembangunan properti di Pulau Dewata semakin masif, menarik minat investor lokal dan internasional.
Namun, terjadi pergeseran tren di kalangan calon pembeli, terutama generasi milenial, yang kini lebih memprioritaskan hunian modern, fungsional, dan ramah lingkungan. Pengembang pun dituntut untuk beradaptasi dengan perubahan ini.
Berdasarkan data dari Bank BCA, generasi milenial cenderung memilih hunian bergaya modern-minimalis dengan desain multifungsi yang mendukung berbagai kebutuhan.
Mereka menyukai rumah dengan ruang terbuka yang memaksimalkan cahaya alami dan sirkulasi udara. Selain itu, teknologi menjadi faktor penting dalam preferensi mereka. Fitur rumah pintar yang dapat dikontrol melalui smartphone, seperti sistem otomatisasi pencahayaan, keamanan, dan pengaturan suhu, semakin diminati.
Pasar rumah pintar global sedang mengalami pertumbuhan signifikan. Menurut Statista, pasar ini diproyeksikan mencapai USD 174 miliar pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan sebesar 9,55%.
Sementara itu, Fortune Business Insights memperkirakan nilai pasar rumah pintar akan melonjak dari USD 101,07 miliar pada 2023 menjadi USD 633,20 miliar pada 2032, dengan pertumbuhan tahunan 22,9%. Tren ini menunjukkan bahwa teknologi rumah pintar tidak hanya meningkatkan kenyamanan, tetapi juga menjadi nilai tambah yang signifikan bagi properti.
Salah satu proyek yang mengadopsi tren ini adalah Ecoverse, yang dikembangkan oleh NPG Indonesia. Terletak di Pantai Nyanyi, Tabanan, kompleks ini menawarkan 35 unit apartemen dan 16 unit townhouse dengan desain yang memadukan kemewahan modern dan keberlanjutan.
Menurut Evgeny Obolentsev, General Manager NPG Indonesia, Ecoverse dirancang dengan detail yang cermat, menggunakan material berkualitas tinggi seperti marmer alami, kayu, dan kaca, serta dilengkapi dengan teknologi rumah pintar terkini.
1. Desain Multifungsi: Ruang terbuka dan tata letak yang optimal memaksimalkan penggunaan ruang.
2. Teknologi Pintar: Sistem otomatisasi untuk pencahayaan, keamanan, dan pengaturan suhu.
3. Keberlanjutan: Penggunaan material ramah lingkungan dan energi terbarukan.
4. Keamanan Terpadu: Dilengkapi dengan detektor asap, alarm kebakaran, dan sistem sprinkler canggih.
Baca Juga: Tren Baju Katun Bolong Untuk Lebaran, Seperti Apa Itu?
Rumah dengan fitur pintar dan ramah lingkungan cenderung memiliki nilai pasar yang lebih tinggi. Studi oleh The CE Shop menunjukkan bahwa properti dengan teknologi pintar dapat meningkatkan nilai jual hingga 5%.
Selain itu, survei oleh Security.org mengungkapkan bahwa 75% calon pembeli bersedia membayar lebih untuk rumah pintar, sementara 70% secara aktif mencari properti dengan fitur tersebut.
Keamanan juga menjadi fokus utama dalam pengembangan properti modern. Ecoverse, misalnya, dilengkapi dengan sistem keamanan terpadu, termasuk detektor asap, alarm kebakaran otomatis, dan sistem sprinkler.
Pasar properti Bali terus berkembang dengan mengadopsi tren hunian modern, pintar, dan ramah lingkungan. Kombinasi desain estetis, teknologi canggih, dan keberlanjutan dapat menarik minat pembeli, terutama generasi milenial.
Berita Terkait
-
Izin dan Tag Fuji, Gibran Bagikan Momen di Akmil Magelang Pakai Tren Tiktok
-
5 Model Gamis Simple Tapi Mewah untuk Lebaran 2025
-
Tren Gamis 2025: 13 Model Terbaru yang Wajib Dimiliki Muslimah
-
Tren Gamis 2025: Brokat, Layered, dan Warna-Warna Elegan
-
Tren Baju Katun Bolong Untuk Lebaran, Seperti Apa Itu?
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Harga Minyak Turun di Bawah 100 Dolar Imbas Perkembangan 'Positif' Nego Perang Iran
-
Krisis Global? Tabungan Orang Kaya Semakin Gemuk
-
Lebih Rentan Meledak, Distribusi CNG Lebih Baik Lewat Jargas
-
Pertamina Jajaki SLB sebagai Mitra Teknologi, Perkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Harga MinyaKita Mahal, Pedagang: Mending Beli Minyak Goreng yang Lain!
-
Laba Bank Jago Melonjak 42 Persen di Kuartal I 2026, Tiga Arahan Jadi Kunci
-
Dorong Reintegrasi Sosial, Kemnaker Siapkan Akses Kerja bagi Eks Warga Binaan
-
Integrasi Holding Ultra Mikro Jangkau 33,7 Juta Pelaku Usaha, Bukti BRI Berpihak pada Rakyat
-
Purbaya Bebaskan Pajak untuk Merger BUMN, Kasih Waktu 3 Tahun
-
Direktur Pegadaian Raih Penghargaan Women in Business Leadership 2026