Suara.com - Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Kapolda Kalsel), Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan, menjadi perbincangan hangat warganet dalam beberapa hari terakhir.
Isu yang mencuat adalah dugaan gaya hidup mewah yang dikaitkan dengan keluarganya, termasuk acara ulang tahun yang disebut-sebut berlangsung dengan nuansa kemewahan di tengah seruan pemerintah untuk efisiensi anggaran.
Salah satu foto yang diunggah di internet dan mendapatkan sorotan publik adalah foto gelaran acara mewah yang menampilkan baliho besar bergambar dirinya dengan tongkat komando, dihiasi dekorasi bernuansa emas dan bunga-bunga. Acara pada 26 Februari itu bertepatan dengan ulang tahun Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan.
Namun, Humas Polda Kalsel membantah tudingan bahwa acara tersebut adalah pesta mewah. Mereka menyebutnya sebagai "doa bersama jelang Ramadan" sekaligus syukuran ulang tahun yang disertai santunan kepada anak yatim.
Meski demikian, warganet tetap mempertanyakan bentuk acara tersebut, terutama karena berlangsung di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang sulit dan kebijakan efisiensi.
Kritik semakin tajam setelah muncul unggahan dari akun media sosial yang diduga milik putra Kapolda Kalsel, @Ghazyysuck3r. Akun tersebut memamerkan pengeluaran bulanan sebesar Rp1,2 miliar dan menunjukkan dirinya berada di dalam jet pribadi. Unggahan ini memicu dugaan adanya "flexing" atau pamer gaya hidup mewah oleh keluarga pejabat.
Sebagai perwira tinggi Polri dengan pangkat Inspektur Jenderal (Irjen), gaji pokok Kapolda berkisar antara Rp3,7 juta hingga Rp6 juta per bulan sesuai golongan IV/e.
Selain itu, Kapolda juga menerima berbagai tunjangan seperti tunjangan kinerja sebesar Rp20,7 juta per bulan (kelas jabatan 16), tunjangan jabatan struktural, serta tunjangan lainnya seperti tunjangan keluarga dan pangan. Jika diakumulasi, total pendapatan Kapolda diperkirakan mencapai Rp25 juta hingga Rp30 juta per bulan.
Baca Juga: Ganjar Sentil Prabowo: Efisiensi Anggaran Jangan Pangkas Kesejahteraan Rakyat
Namun, angka ini jauh dari cukup untuk mendukung gaya hidup mewah seperti yang ditampilkan dalam unggahan tersebut. Hal ini memunculkan pertanyaan besar di kalangan publik mengenai sumber dana untuk mendanai gaya hidup tersebut.
Sebagai pejabat negara, Irjen Pol Rosyanto Yudha Hermawan diwajibkan melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Namun, hingga kini, tidak ada catatan bahwa Kapolda Kalsel pernah melaporkan LHKPN-nya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Padahal, kewajiban ini diatur dalam Keputusan Kapolri Nomor Kep/1059/X/2017 tentang Pejabat Wajib LHKPN Polri.
Ketidakhadiran laporan LHKPN ini semakin memperkeruh situasi. Publik mempertanyakan transparansi harta kekayaan pejabat kepolisian di tengah sorotan terhadap gaya hidup mewah mereka. Hingga saat ini, KPK belum memberikan tanggapan resmi terkait alasan tidak adanya laporan LHKPN dari Kapolda Kalsel.
Fenomena ini tidak hanya menjadi isu lokal tetapi juga nasional. Warganet di platform media sosial seperti X (dulu Twitter) ramai-ramai menyoroti kasus ini dengan membandingkannya dengan kasus serupa sebelumnya, seperti Rafael Alun Trisambodo dari Direktorat Jenderal Pajak pada 2023. Dalam kasus Rafael Alun, gaya hidup mewah keluarganya menjadi pemicu utama kritik publik terhadap integritas pejabat negara.
Berita Terkait
-
Anggaran KND Dipangkas Jadi Rp500 Juta: Efisiensi atau Diskriminasi Disabilitas?
-
Ironi Pemungutan Suara Ulang: Efisiensi yang Diklaim, Pemborosan yang Nyata
-
Lagi Heboh Efisiensi, Anak Kapolda Kalsel Dikritik Pakai Iklan Berbayar Buat Ucapkan Ultah ke Sang Ayah
-
Telkom Yakin Teknologi AI Bantu Efisiensi BUMN 30-40 Persen
-
Ganjar Sentil Prabowo: Efisiensi Anggaran Jangan Pangkas Kesejahteraan Rakyat
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidatif Sepekan, Sentimen Timur Tengah hingga MSCI Jadi Sorotan
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini saat Wall Street Rebound
-
Rupiah Diramal Ambruk ke Rp18.000, Harga Emas Berpotensi Anjlok Rp20.000 Hari Ini, Ada Apa?
-
SIG Bidik Pasar Renovasi Rumah Lewat MiniMix, Beton Siap Pakai Tembus Gang Sempit
-
Petani Jember Dapat Senjata Baru Lawan Penyakit Padi, Produksi Diklaim Meningkat
-
Asing Ramai-ramai Lepas Saham BUMI, Target Harganya Tetap Meroket
-
Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP
-
Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini
-
4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak
-
IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini