Suara.com - PT Lion Express atau Lion Parcel menyiapkan strategi untuk menghadapi lonjakan transaksi pengiriman dari e-commerce dan UMKM selama ramadan dan idul fitri. Lion Parcel menerapkan strategi forecasting berbasis data.
"Kami menganalisis pola pengiriman tahun-tahun sebelumnya. Dari situ, kami bisa memprediksi jumlah volume yang masuk dan menentukan langkah antisipatif," ujar Chief Operating Officer Lion Parcel Mohammad Fadli seperti dikutip, Jumat (14/3/2025).
Salah satu strategi yang diterapkan adalah penyesuaian fasilitas, tenaga kerja dan armada secara temporer. Lion Parcel menambah jumlah kurir, kendaraan operasional, hingga kapasitas hub untuk memastikan pengiriman tetap lancar.
"Kalau kami menggunakan jumlah manpower yang sama sepanjang tahun, pasti tidak akan cukup pas Ramadan. Makanya, kami pakai model temporer, jadi kami rekrut tambahan tenaga kerja hanya untuk periode puncak ini," imbuh Fadli.
Penyesuaian juga dilakukan pada sistem distribusi, dengan menyiapkan contigency plan untuk rute-rute yang memiliki permintaan tinggi.
Dengan pendekatan ini, Lion Parcel membuktikan komitmennya dalam menyediakan layanan yang tetap optimal di tengah lonjakan pesanan, memastikan setiap paket sampai dengan cepat dan aman.
"Kembali lagi, ini sejalan dengan misi #BeraniDiandelin yang selalu kami gaungkan," kata Fadli.
Di sisi lain, Lion Parcel meraih penghargaan Indonesia Operational Excellence Champion (IOEC) 2025 predikat Excellent dari SWA dan Business Digest. Penghargaan ini menjadi bukti keberhasilan Lion Parcel dalam menerapkan strategi operational excellence, yang memastikan kecepatan, kepercayaan, dan efisiensi layanan bagi pelanggan.
Selain itu, Lion Parcel juga terus mempertahankan sertifikasi ISO 9001:2015 sejak tahun 2019 sebagai komitmen memenuhi standar layanan terbaik bagi pelanggan.
Baca Juga: Gelar Festival Ramadan di 61 Lokasi, Pegadaian Mengusung Konsep Pasar Rakyat
Penghargaan IOEC 2025 merupakan cerminan dari komitmen dan strategi Lion Parcel untuk menjadi mitra logistik yang unggul. Lion Parcel melakukan beragam strategi untuk menghadirkan proses operasional yang efektif dan efisien.
Salah satu terobosan utama Lion Parcel adalah penguatan hub distribusi, terutama melalui Mega Hub di Neglasari, Tangerang. Dengan lokasi strategis yang berdekatan dengan bandara serta didukung teknologi X-ray scanning, Lion Parcel mampu mempercepat proses penyortiran dan memastikan keamanan paket yang dikirim.
"Dengan adanya Mega Hub, kami bisa mempercepat pengiriman dan meningkatkan efisiensi operasional," pungkas Fadli.
Berita Terkait
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
3 Emiten Lolos Pemotongan Kuota Batu Bara, Analis Prediksi Peluang Untung
-
CV Joint Lepas L8 Patah saat Pengujian: 'Definisi Nama Adalah Doa'
-
Ustaz JM Diduga Cabuli 4 Santriwati, Modus Setor Hafalan
-
Profil PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA), Saham Milik Suami Puan Maharani
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Terkini
-
IHSG Perlahan Naik Bukit, Melesat 0,48% di Kamis Pagi
-
Grafik Emas Antam 5 Februari 2026: Turun Tipis, Masih di Kisaran 3 Jutaan
-
Saham BUMI Milik Bakrie dan Salim Jadi Bulan-bulanan Investor Mancanegara
-
IHSG Hari Ini: Isu Suplai Batu Bara, 'Saham Gorengan' dan Rekomendasi Saham
-
Tiket Konser Westlife Ludes, Emiten IRSX Ungkap Permintaan Pasar Hiburan Masih Sangat Kuat
-
Bank Indonesia Selidiki Cacahan Uang Rupiah yang Dibuang di TPS Liar Bekasi
-
Terungkap Penyebab Indonesia Masih Tertinggal dari Malaysia untuk Perbankan Syariah!
-
OJK Perkuat Pengawasan Perbankan Hadapi Kompleksitas dan Digitalisasi
-
Genjot Daya Saing Daerah, Arsitek Lanskap Dorong Infrastruktur Hijau
-
Ekonom PEPS: Kriminalisasi Sengketa Bisnis Hambat Pertumbuhan Ekonomi Indonesia