Suara.com - Setiap tahun, masyarakat Indonesia memperingati pahlawan bernama Raden Ajeng Kartini. Perempuan yang kerap disebut RA Kartini ini merupakan pelopor emansipasi, yang memperjuangkan hak para perempuan Indonesia untuk mendapatkan pendidikan yang setara dengan laki-laki.
Perjuangan Kartini tak sia-sia. Indonesia kini memiliki banyak perempuan berprestasi, karena mengenyam pendidikan yang memadai. Tak hanya pandai dalam pendidikan, Indonesia menuai berkah Kartini, karena memiliki perempuan-perempuan yang menginspirasi.
Salah satu kartini masa kini yang menginspirasi adalah Gita Saraswati, penggagas Program “Menstrucaraka”, yang bertujuan untuk meningkatkan edukasi tentang Manajemen Kebersihan Menstruasi (MKM) di kalangan siswi kelas 1 SMP di Bali.
Dengan metode peer educator, Gita berhasil menjangkau lebih dari 11.600 siswi sejak tahun 2022. Ia percaya bahwa kesehatan reproduksi tidak seharusnya menjadi hal yang tabu dan bahwa generasi muda perempuan berhak mendapatkan akses informasi yang benar, terbuka, dan inklusif.
Selain Gita, ada lagi Amelia Nugrahaningrum, yang merupakan CEO Genau Indonesia, memilih jalur pelestarian lingkungan dan pendidikan. Lewat Program Beasiswa Ramban di Kebun Genau dan Hutan Petungkriyono, Jawa Tengah, Amelia mengajak anak-anak sekolah untuk mengenal hutan dan tanaman pangan secara langsung. Amelia percaya bahwa edukasi lingkungan sejak dini adalah kunci menciptakan generasi yang peduli dan bertanggung jawab terhadap alam.
Berkat kegigihan dan semangatnya dalam berkontribusi bagi masyarakat dan lingkungan, mereka terpilih sebagai bagian dari program Every U Does Good Heroes oleh Unilever Indonesia.
Melalui pengalaman dan kemampuan mereka, Kartini-Kartini muda ini diharapkan mampu memberikan kontribusi besar dalam membimbing generasi muda perempuan untuk menjadi pemimpin perubahan melalui pendekatan yang humanis, berkelanjutan, dan berakar pada nilai-nilai kesetaraan.
Melalui kontribusi para perempuan luar biasa ini, kita melihat bahwa semangat Kartini tak pernah padam. Ia terus hidup dalam setiap langkah kecil menuju perubahan besar, untuk Indonesia yang lebih adil, inklusif. ***
Baca Juga: Geger Nominasi Kartini Musik dan Film 2025: Bernadya Bersaing dengan Elvy Sukaesih!
Berita Terkait
-
Terombang-ambing dalam Horor dan Realita KDRT dalam Novel Perempuan di Rumah No. 8
-
Cara Perusahaan BUMN Dongkrak Daya Saing UMKM Perempuan
-
Kinerja Membaik di Kuartal 1 2025, Unilever Indonesia Catat Laba Bersih Rp 1,2 Triliun
-
Kartini Modern! Cerita Sukses Pendiri Sambal Bu Rudy yang Menginspirasi
-
Daftar Skincare Pemutih Wajah Harga Murah Bersertifikat BPOM, Perempuan Wajib Tahu!
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
- Arya Iwantoro Anak Siapa? Ternyata Ayahnya Eks Sekjen Kementan yang Pernah Diperiksa KPK!
- Usut Kematian Nizam Syafei yang Disiksa Ibu Tiri, Video di Ponsel Korban akan Diperiksa
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
Pilihan
-
Debut Berujung Duka, Pemain Senegal Meninggal Dunia Usai Kolaps di Lapangan
-
Di Tengah Jalan Raya, Massa Polda DIY Gelar Salat Gaib Massal untuk Korban Represi Aparat
-
Massa Aksi di Depan Polda DIY Dibubarkan Paksa oleh Sekelompok Orang Berpakaian Sipil
-
5 Fakta Mencekam Demo di Mapolda DIY: Gerbang Roboh hingga Ledakan Misterius
-
Suasana Mencekam di Depan Polda DIY, Massa Berhamburan Usai Terdengar Ledakan
Terkini
-
THR ASN, PPPK, Polisi dan TNI Cair Kapan? Ini Penjelasannya
-
Perbaikan Jalan Rusak di Jalur Mudik Dilakukan Minimal 10 Hari Sebelum Lebaran
-
Menteri Perdagangan Kejar Menteri Desa, Minta Penjelasan tentang Pembatasan Alfamart dan Indomaret
-
Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK
-
Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari
-
Bea Cukai Tindak 249 Juta Rokok Ilegal di Januari 2026
-
Alfamart-Indomaret Dominasi, Menkop: Aturannya Ada di Daerah
-
Bibit Abal-abal Ancam Masa Depan Sawit Rakyat
-
Tak Sekadar Renovasi, Pemerintah Sulap Kampung Kumuh Jadi Pusat Ekonomi Warga
-
Bos Agrinas Pangan Siap Menghadap Dasco, Terangkan Maksud Impor Pikap